Materi marathon MikroTik: backup binary (.backup) dan export script (.rsc) konfigurasi RouterOS
 
Perbaiki namespace kategori: Kategori -> Category
 
(2 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 268: Line 268:
* MikroTik Wiki — The Dude DB import/export (untuk referensi). https://wiki.mikrotik.com/Manual:The_Dude_v6/DB_import_export
* MikroTik Wiki — The Dude DB import/export (untuk referensi). https://wiki.mikrotik.com/Manual:The_Dude_v6/DB_import_export


Kategori:TKJ Kategori:Jaringan Kategori:Mikrotik
 
 
[[Category:TKJ]] [[Category:Jaringan]] [[Category:Mikrotik]]

Latest revision as of 07:28, 22 July 2026

Tujuan

Setelah membaca materi ini, kamu akan bisa:

- Membuat backup file binary (.backup) dari konfigurasi RouterOS - Mengexport konfigurasi RouterOS ke file script (.rsc) sebagai cadangan teks - Membedakan kapan pakai backup dan kapan pakai export - Menyimpan dan mengambil file backup/export dari router - Memahami pentingnya backup sebelum melakukan perubahan besar

Kenapa Backup Itu Penting? Bayangin Saja...

Kamu lagi asyik ngoprek konfigurasi router — nambah firewall, bikin NAT, atur routing — trus tiba-tiba... ada aturan firewall yang salah, kamu nggak bisa akses router lagi. Atau lebih parah: kamu ganti IP management dari jarak jauh, koneksi putus, dan router jadi hilang dari jaringan.

Nah, kalau kamu punya backup, masalah kayak gini tinggal restore, dan router balik normal. Ini kayak bikin **salinan kunci rumah** sebelum ganti gembok — kalau kunci barunya macet, kamu masih punya kunci cadangan.

Di MikroTik ada dua cara nyimpen konfigurasi:

1. **Backup (binary)** — fotokopi utuh seluruh konfigurasi router. Semua ada, termasuk password (kalau dienkripsi). File-nya cuma bisa dibaca oleh RouterOS versi yang sama atau lebih baru. 2. **Export (script/.rsc)** — catatan konfigurasi dalam bentuk teks yang bisa dibaca manusia. Kayak resep masakan: bahan-bahan dan langkah-langkahnya ditulis jelas. File export bisa diedit, digabung, atau dipakai di router lain.

Kebutuhan Awal

Sebelum mulai backup/export, pastikan:

- **Router MikroTik** dengan RouterOS versi 6 atau 7 (pastikan kamu tahu versinya lewat /system resource print) - **Akses admin** ke router (via terminal, Winbox, atau SSH) - **Ruang penyimpanan** cukup di penyimpanan router (cek lewat /file print) - **Koneksi** yang stabil — jangan backup dari koneksi WiFi yang putus-nyambung - **FTP atau Winbox** kalau mau download file backup ke komputer lokal

> ⚠️ **Peringatan:** Jangan pernah backup atau export konfigurasi dari publik/untrusted network. File backup berisi data sensitif seperti password dan key.

Praktik: Membuat System Backup (.backup)

Backup binary adalah cara paling aman untuk menyimpan seluruh konfigurasi router.

Via Terminal (CLI)

[admin@MikroTik] > /system backup save name=sebelum-maintenance password=rahasia123
Configuration backup saved

Penjelasan parameter: - name — nama file backup (otomatis ditambahkan ekstensi .backup) - password — password untuk mengenkripsi file backup. Penting! File backup tanpa password bisa dibaca siapa saja yang bisa akses file router - dont-encrypt=yes — kalau kamu sengaja mau backup tanpa enkripsi (risiko: data sensitif terekspos)

Hasilnya, file sebelum-maintenance.backup akan muncul di daftar file:

[admin@MikroTik] > /file print
# NAME                         TYPE         SIZE      CREATION-TIME
0 sebelummaint.backup        backup       14256    jul/22/2026 14:30:00

Via Winbox

1. Buka Winbox dan login ke router 2. Klik menu **Files** 3. Klik tombol **Backup** di toolbar atas 4. Isi **File Name** (misal: sebelum-oprek) 5. Isi **Password** untuk enkripsi 6. Klik **Backup** 7. File backup akan muncul di daftar file

Download Backup ke Komputer

Lewat Winbox Files: 1. Klik kanan file .backup 2. Pilih **Download** 3. Pilih folder tujuan di komputer 4. Simpan di tempat yang aman (jangan di public folder!)

Lewat FTP: 1. Pastikan FTP service aktif di router (/ip service set ftp disabled=no) 2. Konek ke IP router via FTP client (FileZilla, WinSCP, dll) 3. Cari file .backup dan download 4. ⚠️ Hati-hati: FTP mengirim kredensial dalam teks polos. Hanya pakai di jaringan lokal yang aman

Praktik: Export Konfigurasi (.rsc)

Export menghasilkan file teks yang berisi perintah-perintah RouterOS yang bisa dijalankan lagi nanti. File ini bisa diedit pakai notepad.

Export Semua Konfigurasi

[admin@MikroTik] > /export file=myconfig

Perintah di atas mengexport seluruh konfigurasi router (kecuali password user, sertifikat, SSH key, dan database Dude/User-manager) ke file myconfig.rsc.

Export dengan Menampilkan Data Sensitif

Secara default, data sensitif (password, key, secret) dihapus dari file export. Kalau kamu perlu data itu untuk migrasi ke router baru:

[admin@MikroTik] > /export file=myconfig-full show-sensitive

⚠️ **Peringatan keamanan:** Jangan pernah menyebarkan file export yang berisi show-sensitive ke sembarang orang!

Export Bagian Tertentu Saja

Mau export cuma firewall aja? Bisa:

[admin@MikroTik] /ip/firewall/filter> export file=firewall-rules

Atau export routing:

[admin@MikroTik] /ip/route> export file=routing-config

Export Compact (Hanya yang Berubah)

Mulai RouterOS v6, export compact jadi default. Tapi kalau mau eksplisit:

[admin@MikroTik] > /export compact file=myconfig-compact

Ini hanya mengexport konfigurasi yang **dimodifikasi** — nggak termasuk nilai default. Cocok untuk dokumentasi atau migrasi karena lebih bersih.

Melihat Hasil Export di Terminal

Nggak mau bikin file? Cukup lihat di layar:

[admin@MikroTik] > /export
# jul/22/2026 14:35:00 by RouterOS 7.15
# software id = XXXX-XXXX
#
# model = RB750Gr3
# serial number = XXXXXXXXX
/interface bridge
add name=bridge-LAN
/interface ethernet
set [ find default-name=ether1 ] name=ether1-WAN
set [ find default-name=ether2 ] name=ether2-LAN
/ip address
add address=192.168.88.1/24 interface=bridge-LAN network=192.168.88.0
/ip dhcp-server network
add address=192.168.88.0/24 gateway=192.168.88.1 dns-server=192.168.88.1

Perbedaan Backup vs Export — Kapan Pakai yang Mana?

Aspek | Backup (.backup) | Export (.rsc) --|--|-- Format | Binary (hanya RouterOS) | Teks (bisa diedit/dibaca) Isi | Semua konfigurasi + password + MAC address | Hanya konfigurasi (tanpa password user/sertifikat) Bisa diedit | Tidak | Ya, pakai notepad Beda versi RouterOS | Harus versi sama | Usahakan versi sama, tapi sering kompatibel Pindah ke router lain | MAC address ikut (perlu edit manual) | Bisa, asal disesuaikan interfacenya Kapan pakai | Sebelum perubahan besar, emergency restore | Dokumentasi, cloning ke router lain, audit konfigurasi Keamanan | Bisa dienkripsi password | Sensitif terekspos kalau show-sensitive

Rekomendasi: Lakukan keduanya. Backup binary sebagai jaring pengaman, export sebagai dokumentasi dan cadangan yang bisa dibaca.

Verifikasi Backup dan Export

Setelah membuat backup atau export, verifikasi bahwa:

1. File Ada

[admin@MikroTik] > /file print where type=backup
# NAME                     TYPE       SIZE      CREATION-TIME
0 sebelum-maintenance.backup backup   14256    jul/22/2026 14:30:00

[admin@MikroTik] > /file print where type=script
# NAME                     TYPE       SIZE      CREATION-TIME
1 myconfig.rsc            script      2314    jul/22/2026 14:35:00

2. Ukuran File Wajar

Kalau file backup cuma beberapa byte — mungkin ada yang salah. Bandingkan dengan backup sebelumnya. Router dengan konfigurasi standar biasanya 5-15 KB.

3. Isi Export Terbaca (untuk .rsc)

Download file .rsc dan buka di notepad. Pastikan isinya perintah RouterOS, bukan pesan error atau file kosong.

4. Uji Restore di Lab (Kalau Ada)

Kalau kamu punya router lab, coba restore backup di sana dulu. Jangan langsung restore di router produksi tanpa uji coba.

Troubleshooting

Backup failed — not enough space

Hapus file-file yang tidak perlu di router:

[admin@MikroTik] > /file remove [find type=script]
[admin@MikroTik] > /file remove [find type=log]

Configuration backup saved tapi file tidak muncul

Coba refresh daftar file:

[admin@MikroTik] > /file print

Kalau masih tidak ada, mungkin storage penuh dan file gagal disimpan. Cek dengan:

[admin@MikroTik] > /system resource print

Cari baris free-hdd-space: — kalau 0, kosongkan storage dulu.

Export menghasilkan file kosong atau sangat pendek

Penyebab: kamu mengexport dari submenu yang memang belum ada konfigurasinya. Coba export dari root:

[admin@MikroTik] > /export file=full-config

Password backup ditolak saat restore

Periksa apakah Caps Lock hidup. Password backup case-sensitive. Kalau lupa password backup, sayangnya tidak ada cara recover — itulah gunanya enkripsi.

File .backup tidak bisa direstore di router berbeda

Backup binary menyimpan MAC address interface. Kalau direstore di router dengan MAC berbeda, bisa muncul error atau interface tidak cocok. Solusi: pakai export .rsc untuk migrasi antar perangkat.

Catatan Keamanan

- Enkripsi backup selalu. Jangan pernah membuat backup tanpa password. Mulai RouterOS v6.43, backup tanpa password tidak dienkripsi. - Jangan simpan backup di public folder FTP, web server, atau USB yang bisa diakses sembarang orang. - Hapus backup dari router setelah di-download ke komputer yang aman. Router bukan tempat penyimpanan permanen. - Export dengan show-sensitive sangat berbahaya. File ini berisi password BGP, PPP secret, RADIUS key, dan lain-lain. Simpan di tempat yang terkunci. - Backup rutin. Jadwalkan backup mingguan atau setiap kali sebelum perubahan besar. - Cloud backup (RouterOS v6.44+) memungkinkan menyimpan backup di server MikroTik. Gunakan jika kamu butuh akses dari mana saja, tapi pastikan passwordnya kuat.

Kesimpulan

Backup dan export adalah dua kemampuan paling dasar yang harus dikuasai **sebelum** ngoprek router MikroTik. Backup binary adalah jaring pengaman — satu perintah restore, router balik normal. Export script adalah dokumentasi — bisa dibaca, diedit, dan dipakai ulang di router lain.

Analoginya gampang: Backup itu kayak foto kopi KTP — semua informasi asli tersimpan. Export itu kayak catatan alamat — informasinya bisa dibaca dan ditulis ulang di mana aja.

Biasakan kerja dengan backup dulu, baru oprek. Kalau ada yang salah, tinggal restore. Pro.

Materi terkait

Referensi

Baris sumber yang diacu dalam materi ini: