Mikrotik : Praktikum Backup Otomatis dengan System Scheduler: Difference between revisions
No edit summary |
m Protected "Mikrotik : Praktikum Backup Otomatis dengan System Scheduler": edit/move=sysop sesuai pola editorial WIKI TKJ ([Edit=Allow only administrators] (indefinite) [Move=Allow only administrators] (indefinite)) |
(No difference)
| |
Latest revision as of 16:11, 23 July 2026
Tujuan
Setelah lo tahu cara backup manual dan restore konfigurasi RouterOS, langkah berikutnya yang lebih canggih adalah: membuat router lo otomatis backup dirinya sendiri secara rutin. Bayangin lo punya satpam yang tiap malam nulis laporan jaga tanpa lo suruh — nah, itu yang bakal kita buat sekarang.
Dengan backup otomatis, lo nggak perlu login tiap minggu buat ngetik perintah backup. Router bakal jalanin jadwalnya sendiri, nyimpen file .backup dan .rsc di file system-nya, siap lo ambil kapan pun.
Target praktikum ini: - Memahami System Scheduler di MikroTik sebagai "alarm rutin". - Membuat script backup sederhana di System Scripts. - Menjadwalkan backup otomatis harian dan mingguan. - Menambahkan date stamp di nama file biar nggak ketimpa. - Mengecek hasil backup di file system. - Troubleshooting kalau script nggak jalan.
Konteks Nyata
Di lab atau kantor, lo nggak mungkin tiap hari login ke router cuma buat backup manual. Namanya juga jaringan — bisa error kapan aja. Kalau suatu hari router mati atau lo salah konfigurasi sampe nggak bisa akses, backup otomatis yang jalan tiap malam bakal jadi penyelamat. Tinggal restor file .backup terakhir, trus selesai.
Di industri, backup terjadwal itu standar operasional. Bukan keren-kerenan. Kalau sampe router rusak dan lo nggak punya backup, lo bakal ngulang konfigurasi dari nol — dan bos lo nggak bakal seneng.
Kebutuhan Awal
Sebelum mulai, pastikan: - Router MikroTik lo udah terkonfigurasi (IP, DHCP, NAT, firewall — bebas, yang penting bisa diakses lewat terminal/Winbox). - Lo punya akses admin (bisa login via Winbox, WebFig, atau SSH). - Lo udah paham perintah dasar terminal MikroTik — setidaknya bisa navigasi menu. - (Opsional) FTP atau SMB server buat nyimpen file backup di luar router — tapi untuk praktikum ini kita simpen dulu di file system router.
Referensi prasyarat yang disarankan: - Mikrotik : Backup dan Export Konfigurasi — cara backup manual. - Mikrotik : Merubah Nama Interface — karena identity router dipakai di nama file default. - Mikrotik : Firewall Filter Dasar — kalau mau nambah aturan firewall buat akses file.
Analogi: Alarm Jadwal Satpam
Bayangin System Scheduler itu kayak alarm rutin buat satpam: - Lo setel alarm jam 23:00 tiap malam. - Begitu alarm bunyi, satpam (script) otomatis nulis laporan jaga (backup) dan nyimpen di lemari arsip (file system). - Besok pagi lo tinggal ambil laporan itu dari lemari.
Di MikroTik: - System Scheduler = alarm/penjadwal. - System Script = perintah yang bakal dijalankan pas alarm bunyi. - /system backup save = perintah buat nulis laporan backup. - /export file= = perintah buat nulis laporan versi teks.
Langkah Praktik
1. Cek File System dan Backup Manual Dulu
Sebelum bikin script, cek dulu kondisi file system router lo. Login via terminal (Winbox → New Terminal atau SSH):
``` /file print ```
Kalau di situ udah ada file .backup atau .rsc dari praktikum sebelumnya, bagus. Artinya lo udah pernah backup manual.
Sekarang kita bakal bikin script yang isinya perintah backup.
2. Bikin Script Backup di System Scripts
Kita buat script pertama: backup versi binary (.backup) dan export versi teks (.rsc) dalam satu eksekusi.
Di terminal:
``` /system script add name=backup-harian source={
/system backup save name=([/system identity get name] . "-" . [/system clock get date] . ".backup") /export file=([/system identity get name] . "-" . [/system clock get date] . ".rsc") :log info "Backup dan export harian selesai"
} ```
Penjelasan tiap bagian: - /system backup save name=... — bikin file backup dengan nama dinamis. - [/system identity get name] — ambil nama router (misal "Router-TKJ"). - [/system clock get date] — ambil tanggal hari ini. Format default RouterOS itu "jul/23/2026". - .backup dan .rsc — ekstensi file. - :log info ... — catat log biar lo tahu script udah jalan.
3. Verifikasi Script
Cek apakah script udah tersimpan:
``` /system script print ```
Lo bakal lihat script dengan nama "backup-harian". Perhatikan kolom owner dan run-count. Run-count 0 artinya script belum pernah dijalankan.
Coba jalanin manual dulu buat tes:
``` /system script run backup-harian ```
Terus cek file system:
``` /file print ```
Kalau muncul file baru dengan nama "Router-TKJ-jul/23/2026.backup" dan "Router-TKJ-jul/23/2026.rsc", berarti script lo berfungsi. Sekarang tinggal kita jadwalkan.
4. Jadwalkan Backup Otomatis dengan System Scheduler
Balik ke menu utama, masuk ke System Scheduler:
``` /system scheduler add name="jadwal-backup-harian" start-time=23:00:00 interval=24h on-event=backup-harian ```
Penjelasan: - name="jadwal-backup-harian" — nama tugas scheduler. - start-time=23:00:00 — jalan pertama jam 23:00 malam ini. - interval=24h — ulang setiap 24 jam (setiap malam jam 23:00). - on-event=backup-harian — nama script yang bakal dijalankan.
Cek daftar scheduler:
``` /system scheduler print ```
5. Alternatif: Backup Mingguan dengan Start-up
Kalau lo mau backup tiap hari Minggu jam 22:00, plus jalan otomatis pas router nyala:
Buat script kedua (opsional):
``` /system script add name=backup-mingguan source={
:local namaBackup ([/system identity get name] . "-mingguan-" . [/system clock get date] . ".backup") :local namaExport ([/system identity get name] . "-mingguan-" . [/system clock get date] . ".rsc") /system backup save name=$namaBackup /export file=$namaExport :log info "Backup mingguan selesai: $namaBackup"
} ```
Jadwalkan di scheduler:
``` /system scheduler add name="jadwal-backup-mingguan" start-time=22:00:00 interval=7d on-event=backup-mingguan ```
6. Backup via Winbox
Buat yang lebih nyaman pakai GUI:
1. Buka Winbox, login ke router. 2. Kiri menu: System → Scripts. 3. Klik + (Add New). 4. Name: backup-harian. 5. Source: paste perintah dari langkah 2 (tanpa tanda petik luar). 6. Klik OK. 7. Tes: di daftar script, klik kanan → Run. 8. Sekarang buat jadwal: System → Scheduler. 9. Klik +. 10. Name: jadwal-backup-harian. 11. Start Time: 23:00:00. 12. Interval: 1d 00:00:00. 13. On Event: backup-harian (ketik manual, atau pilih dari dropdown). 14. Klik OK.
Gampang kan? Tinggal duduk manis, router jalanin backup sendiri.
Verifikasi
Cek File Backup di File System
``` /file print ```
Cari file dengan pola nama yang lo set. Misalnya: "Router-TKJ-jul/23/2026.backup".
Cek Log
Buka menu log:
``` /log print where message~"Backup" ```
Lo bakal lihat pesan "Backup dan export harian selesai" atau "Backup mingguan selesai: ..." setiap kali script jalan.
Cek Run-count
``` /system script print ```
Kolom run-count bakal nambah tiap kali script dijalankan. Kalau scheduler udah jalan otomatis, run-count bakal naik sendiri tanpa lo sentuh.
Cek File Lewat FTP
Kalau lo punya akses FTP ke router (pastikan FTP service aktif), lo bisa buka file backup dari komputer. Default FTP port 21, login pake username/password admin router. File backup ada di direktori root FTP.
⚠️ Catatan keamanan FTP: Jangan biarkan FTP terbuka dari internet. Matikan kalau nggak dipakai. Baca Mikrotik : Firewall Filter Dasar.
Troubleshooting
"Script nggak jalan, file backup nggak muncul"
- Cek dulu apakah scheduler aktif: /system scheduler print. Kalau ada tanda X di kolom flags, berarti disabled. Enable dengan: /system scheduler enable [id]. - Cek apakah script ada error: /system script print lalu lihat kolom invalid. Kalau ada huruf I, berarti script lo error — cek ulang sintaksnya. - Cek log: /log print cari pesan error dari script. - Coba jalanin manual: /system script run backup-harian. Kalau error muncul di terminal, lo bisa langsung lihat letak salahnya.
"Nama file .backup berisi spasi atau karakter aneh"
Kadang format tanggal RouterOS mengandung karakter yang nggak cocok buat nama file. Solusi: ganti format nama pake variable. Contoh:
```
- local tgl [/system clock get date]
- local namaBackup ([/system identity get name] . "-backup-" . $tgl . ".backup")
/system backup save name=$namaBackup ```
"File backup ketimpa karena nama sama"
Di script di atas, kita udah pake date stamp, jadi nama file bakal beda tiap hari. Tapi kalau lo backup dua kali di hari yang sama, file pertama bakal ketimpa. Kalau mau aman, tambah jam di nama file:
```
- local waktu [/system clock get time]
- local namaBackup ([/system identity get name] . "-" . [/system clock get date] . "-" . $waktu . ".backup")
```
Tapi hati-hati: format waktu pakai titik dua (:), yang nggak cocok buat nama file di Windows. Alternatif: ganti titik dua dengan strip:
```
- local waktu [/system clock get time]
- local waktuAman [:pick $waktu 0 2] . "-" . [:pick $waktu 3 5] . "-" . [:pick $waktu 6 8]
- local namaBackup ([/system identity get name] . "-" . [/system clock get date] . "-" . $waktuAman . ".backup")
```
"File backup penuh, storage router habis"
Router punya storage terbatas. Backup file tiap hari tanpa dibersihin bakal numpuk. Solusi: - Backup ke FTP server eksternal, bukan di file system router. - Atau tambah script buat hapus file lama (advanced — hati-hati). - Pantau file system: /file print lihat kolom SIZE.
"Backup gagal: file system read-only"
Jarang terjadi, tapi kalau storage rusak atau penuh, file system bisa read-only. Cek dengan:
``` /system resource print ```
Cari baris free-memory dan free-hdd-space. Kalau 0 atau sangat kecil, lo perlu bersihin file atau upgrade storage.
Catatan Keamanan
- Backup file (.backup) mengandung seluruh konfigurasi, termasuk password. Anggap aja ini kunci duplikat rumah lo. Jangan sampai disebar. - Kalau lo backup di file system router, file itu bisa diakses siapa pun yang punya akses ke router lewat FTP atau Winbox. Batasi akses user. - Backup rutin itu bagus, tapi kalau file backup disimpan di router yang sama, kalau routernya mati total, backup lo ikut mati. Solusi: download file backup ke komputer secara periodik (misal tiap minggu lewat FTP/SMB). - Di industri, backup dikirim ke server eksternal (email, FTP, SMB, atau cloud MikroTik). Tapi untuk pembelajaran, simpan dulu di file sistem router cukup. - Hati-hati sama script yang hapus file lama otomatis — salah kriteria bisa menghapus file penting lain.
Kesimpulan
Lo sekarang udah bisa bikin router MikroTik lo backup dirinya sendiri secara otomatis. Ini skill yang kelihatan sepele, tapi di dunia kerja, backup terjadwal itu yang membedakan teknisi profesional dari yang asal-asalan.
Yang lo pelajari di praktikum ini: - System Script — tempat nyimpen perintah yang bisa dipanggil kapan aja. - System Scheduler — alarm rutin yang ningkatin script secara otomatis. - Variable dinamis buat nama file — biar file backup nggak ketimpa. - Verifikasi lewat log, file system, dan run-count. - Troubleshooting dasar pas script nggak jalan.
Langkah selanjutnya yang bisa lo pelajari: - Backup ke server eksternal (FTP atau SMB mount). - Kirim backup lewat email. - Blokir akses FTP dari WAN dengan firewall. - Manajemen user — bikin user khusus buat maintenance.
Materi terkait
- Mikrotik : Backup dan Export Konfigurasi — cara backup manual (prasyarat, baca dulu kalau belum). - Mikrotik : Praktikum Restore Backup dan Import Export — cara restore file backup. - Mikrotik : Firewall Filter Dasar — buat aturan firewall buat akses file dan service. - Mikrotik : Address List Dasar — berguna kalau mau bikin whitelist FTP cuma dari IP tertentu. - Mikrotik : Memberikan Identitas Routerboard Mikrotik — identity router dipakai di nama file backup. - Kategori:Mikrotik — semua artikel MikroTik di WIKI TKJ.
Referensi
- MikroTik RouterOS Documentation — Scheduler - MikroTik RouterOS Documentation — Backup - MikroTik RouterOS Documentation — Scripting - MikroTik RouterOS Documentation — Management File Management