Monitoring itu pekerjaan "keliling lab" versi jaringan. Kalau jaringan mulai lambat, client susah internet, atau router terasa berat, teknisi tidak boleh langsung menebak. Kita perlu lihat indikatornya dulu: trafik lewat mana, siapa yang ramai, ada error apa di log, dan resource router masih sehat atau sudah ngos-ngosan.
Di MikroTik, empat alat dasar yang sering dipakai untuk pengecekan awal adalah Torch, Traffic, Log, dan Resource. Anggap saja router seperti bengkel kecil:
- Torch seperti senter untuk menyorot jalur kendaraan secara real-time.
- Traffic seperti papan hitung kendaraan yang lewat di tiap gerbang/interface.
- Log seperti buku catatan satpam: siapa masuk, siapa gagal, layanan apa yang berubah.
- Resource seperti panel kondisi mesin: CPU, RAM, uptime, storage, dan versi RouterOS.
Materi ini cocok untuk siswa SMK/TKJ yang sudah mulai bisa konfigurasi IP, DHCP, NAT, firewall, dan ingin belajar cara membaca kondisi jaringan sebelum mengambil tindakan.
Tujuan
Setelah praktik ini, kamu diharapkan bisa:
- mengecek penggunaan CPU, RAM, uptime, dan versi RouterOS;
- melihat trafik upload/download pada interface;
- memakai Torch untuk melihat trafik real-time berdasarkan IP, port, dan protokol;
- membaca log dasar RouterOS untuk mencari petunjuk masalah;
- membuat kebiasaan troubleshooting yang rapi: cek data dulu, baru ubah konfigurasi.
Kapan Monitoring Dasar Dibutuhkan?
Monitoring dasar biasanya dipakai saat:
- internet terasa lambat padahal konfigurasi NAT dan gateway terlihat benar;
- ada client yang dicurigai memakai bandwidth besar;
- rule firewall sudah dibuat, tetapi belum yakin trafiknya lewat atau diblokir;
- router sering restart atau terasa berat;
- user admin ingin tahu ada login gagal atau perubahan konfigurasi;
- teknisi perlu laporan kondisi router sebelum melakukan perbaikan.
Di dunia kerja, teknisi jaringan tidak cukup hanya bisa "setting sampai jalan". Yang lebih dicari adalah teknisi yang bisa membaca gejala, mengumpulkan bukti, lalu menjelaskan penyebabnya dengan masuk akal.
Kebutuhan Awal
Sebelum praktik, siapkan:
- router MikroTik dengan RouterOS;
- akses Winbox, WebFig, atau terminal;
- minimal satu interface LAN dan satu interface WAN;
- client yang sedang terhubung ke jaringan;
- konfigurasi dasar sudah berjalan, misalnya IP LAN, DHCP Server, DNS, gateway, NAT, dan firewall dasar.
Contoh nama interface pada materi ini:
- ether1-WAN untuk jalur internet;
- bridge-LAN untuk jaringan client.
Sesuaikan nama interface dengan router di lab kamu.
Cek Resource Router
Resource dipakai untuk melihat kondisi umum router. Ini seperti melihat dashboard kendaraan sebelum perjalanan jauh: bensin cukup, suhu aman, mesin tidak terlalu panas.
Via Winbox/WebFig
- Login ke router.
- Buka menu System.
- Pilih Resources.
- Perhatikan bagian:
- Uptime: berapa lama router menyala sejak terakhir restart.
- CPU Load: beban kerja CPU.
- Free Memory: sisa RAM.
- Free HDD Space: sisa storage.
- Version: versi RouterOS.
- Board Name: tipe perangkat.
Via Terminal
/system resource print
Contoh pembacaan sederhana:
uptime: 3d12h20m
version: 7.x
cpu-load: 8%
free-memory: 180MiB
free-hdd-space: 90MiB
Kalau CPU sering mendekati 100%, RAM sangat kecil, atau storage hampir habis, jangan buru-buru menyalahkan ISP. Bisa jadi router sedang terlalu berat, logging berlebihan, paket terlalu banyak, atau perangkat memang kurang kuat untuk beban jaringan.
Cek Traffic Interface
Traffic interface dipakai untuk melihat besar trafik yang lewat pada interface tertentu. Ini seperti melihat berapa kendaraan yang masuk dan keluar dari gerbang sekolah.
Via Winbox
- Buka menu Interfaces.
- Pilih interface yang ingin dicek, misalnya ether1-WAN atau bridge-LAN.
- Klik tab/fitur monitor traffic bila tersedia.
- Perhatikan nilai Rx dan Tx.
Catatan gampang:
- Rx berarti trafik yang diterima oleh interface.
- Tx berarti trafik yang dikirim oleh interface.
Pada interface WAN, Rx/Tx sering terbaca dari sudut pandang router, jadi jangan bingung kalau arah download/upload terasa terbalik dari sudut pandang client. Biasakan membaca sambil melihat interface mana yang sedang dicek.
Via Terminal
Untuk memonitor trafik interface tertentu:
/interface monitor-traffic ether1-WAN
Untuk interface LAN:
/interface monitor-traffic bridge-LAN
Untuk menghentikan tampilan berjalan di terminal, tekan:
Ctrl+C
Pakai Torch untuk Melihat Trafik Real-Time
Torch adalah alat favorit untuk pengecekan cepat. Kalau traffic interface hanya memberi tahu "gerbang ini ramai", Torch membantu melihat "kendaraan dari alamat mana, menuju alamat mana, dan lewat port apa".
Via Winbox
- Buka menu Tools.
- Pilih Torch.
- Pilih interface, misalnya bridge-LAN.
- Klik Start.
- Amati kolom seperti:
- Src Address: alamat IP sumber.
- Dst Address: alamat IP tujuan.
- Protocol: TCP, UDP, ICMP, dan lainnya.
- Src Port/Dst Port: port sumber dan tujuan.
- Tx/Rx Rate: besar trafik saat itu.
Kalau ada satu IP client yang trafiknya jauh lebih tinggi dari yang lain, IP tersebut bisa jadi sedang download besar, update aplikasi, streaming, sinkronisasi cloud, atau terkena aktivitas yang perlu dicek lebih lanjut.
Via Terminal
Menjalankan Torch pada interface LAN:
/tool torch interface=bridge-LAN
Contoh filter untuk melihat trafik dari satu client:
/tool torch interface=bridge-LAN src-address=192.168.10.25
Contoh filter untuk melihat trafik menuju port DNS:
/tool torch interface=bridge-LAN port=53
Contoh filter untuk melihat trafik ICMP/ping:
/tool torch interface=bridge-LAN protocol=icmp
Gunakan Torch secukupnya saat troubleshooting. Torch sangat membantu untuk pengecekan real-time, tetapi jangan dibiarkan berjalan terus tanpa kebutuhan.
Membaca Log Dasar RouterOS
Log adalah catatan kejadian di router. Kalau ada masalah, log sering memberi petunjuk awal: login gagal, interface naik/turun, DHCP memberi lease, firewall membuat catatan, atau service tertentu berubah.
Via Winbox/WebFig
- Buka menu Log.
- Lihat baris terbaru di bagian atas atau bawah, tergantung tampilan.
- Perhatikan kolom Time, Topics, dan Message.
Contoh topic yang sering berguna:
- account: aktivitas login/logout user.
- dhcp: aktivitas DHCP.
- firewall: catatan dari rule firewall yang memakai action log.
- interface: perubahan status interface.
- system: kejadian umum sistem.
Via Terminal
Menampilkan log terbaru:
/log print
Mencari log terkait login/user:
/log print where topics~"account"
Mencari log terkait DHCP:
/log print where topics~"dhcp"
Mencari log terkait firewall:
/log print where topics~"firewall"
Kalau firewall logging sedang dipakai untuk uji rule, aktifkan dengan prefix yang jelas dan matikan lagi setelah selesai. Log yang terlalu ramai bisa membuat troubleshooting malah jadi berisik.
Alur Praktik Troubleshooting Sederhana
Misalnya ada laporan: "Internet lab lambat."
Jangan langsung ubah NAT, firewall, atau DNS. Coba alurnya seperti ini:
- Cek Resource.
- Apakah CPU load tinggi?
- Apakah memory masih aman?
- Apakah router baru restart?
- Cek Traffic pada WAN dan LAN.
- Apakah interface WAN penuh?
- Apakah bridge LAN sedang ramai?
- Jalankan Torch pada bridge LAN.
- IP client mana yang trafiknya paling besar?
- Trafiknya ke port apa?
- Apakah trafiknya wajar, misalnya update, video, atau download?
- Baca Log.
- Ada interface putus nyambung?
- Ada login gagal?
- Ada log firewall yang terlalu banyak?
- Baru ambil tindakan.
- Jika satu client terlalu ramai, cek perangkatnya.
- Jika CPU tinggi, cek rule firewall/queue/logging.
- Jika WAN penuh, pertimbangkan queue atau pembatasan bandwidth.
- Jika log menunjukkan masalah login, cek user dan service management.
Dengan alur seperti ini, teknisi bekerja seperti mekanik yang memeriksa suara mesin, indikator panel, dan riwayat servis dulu sebelum mengganti komponen.
Verifikasi
Setelah praktik, pastikan kamu bisa menunjukkan:
- output /system resource print;
- trafik Rx/Tx dari interface WAN atau LAN;
- hasil Torch yang menampilkan minimal satu koneksi aktif;
- log RouterOS yang relevan, misalnya account, DHCP, interface, atau firewall;
- kesimpulan singkat: kondisi router normal atau ada gejala tertentu.
Contoh format laporan siswa:
Router: RB941-2nD-LAB1
Uptime: 2d4h
CPU Load: 5-20%
Interface dicek: bridge-LAN
Client trafik terbesar: 192.168.10.25
Aktivitas terlihat: koneksi TCP ke internet, trafik download sekitar 8 Mbps
Log penting: tidak ada login gagal, DHCP normal
Kesimpulan: jaringan normal, lambat terjadi karena satu client sedang download besar
Troubleshooting
| Masalah | Penyebab yang Mungkin | Cara Cek | Solusi Awal |
|---|---|---|---|
| Torch tidak menampilkan trafik | Salah memilih interface atau memang tidak ada trafik | Coba interface WAN dan LAN, lakukan ping/download dari client | Pilih interface yang dilewati trafik |
| Traffic interface tinggi terus | Banyak client aktif, download besar, backup cloud, atau update sistem | Cek Torch berdasarkan source address | Identifikasi client, lanjutkan ke queue atau kebijakan pemakaian |
| CPU load tinggi | Rule firewall berat, logging terlalu ramai, trafik besar, perangkat kurang kuat | Cek resource, firewall counter, log, dan Torch | Matikan logging yang tidak perlu, review rule, kurangi beban |
| Log terlalu ramai | Rule firewall log aktif terus atau service sering gagal | Filter log berdasarkan topic | Gunakan log hanya saat uji, beri prefix jelas, lalu matikan |
| Router sering restart | Listrik tidak stabil, adaptor bermasalah, perangkat panas, atau bug | Cek uptime, log, resource, dan kondisi fisik | Pastikan power stabil, cek suhu/perangkat, update RouterOS dengan hati-hati |
Catatan Keamanan
- Jangan membagikan screenshot Torch atau log ke publik jika berisi IP publik, username, atau pola trafik internal.
- Batasi akses admin router hanya dari jaringan manajemen/LAN yang dipercaya.
- Gunakan user berbeda untuk teknisi, jangan semua orang memakai akun admin yang sama.
- Logging firewall boleh dipakai untuk belajar, tetapi jangan semua trafik dilog terus-menerus.
- Jika menemukan login gagal berulang, cek kembali user management, service management, dan firewall input.
Kesimpulan
Monitoring dasar adalah kebiasaan penting sebelum memperbaiki jaringan. Torch, Traffic, Log, dan Resource membantu teknisi melihat kondisi router dari beberapa sisi: jalur trafik, siapa yang ramai, catatan kejadian, dan kesehatan perangkat.
Kalau dianalogikan dengan lab TKJ, jangan langsung bongkar rak jaringan hanya karena internet lambat. Lihat dulu papan indikatornya, baca buku catatan satpam, sorot jalur yang ramai, lalu baru putuskan tindakan. Itulah bedanya teknisi yang asal coba-coba dengan teknisi yang bekerja berdasarkan data.
Materi terkait
- Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet
- Mikrotik : Firewall Filter Dasar
- Mikrotik : Praktikum Cek Firewall Filter dengan Counter dan Log
- Mikrotik : Praktikum Mengamankan Layanan RouterOS
- Mikrotik : Address List Dasar