Cisco : Praktikum Uji Inter-VLAN Routing dan Diagnosa Router-on-a-Stick

🎯 Tujuan

Artikel ini adalah **lab bukti** untuk Cisco : Trunk dan Inter-VLAN Routing (Router-on-a-Stick). Artikel pagi mengajarkan cara *membangun* jalur antar-VLAN; artikel ini mengajarkan cara **membuktikan** jalur itu benar-benar hidup, dan cara menemukan penyebabnya saat mati.

Setelah menyelesaikan lab ini, kamu bisa:

  • Menjawab tiga pertanyaan bukti: paket keluar dari PC lewat port mana, tag apa yang dibawa, dan siapa yang membuang paket itu.
  • Membedakan gejala "mati total" dan "setengah hidup" β€” pola kedua inilah yang paling sering bikin teknisi salah tuduh.
  • Menjalankan 9 kerusakan terkontrol (fault injection) lalu menyimpulkan penyebabnya dari bukti perintah `show`, bukan dari tebakan.
  • Mengisi lembar hasil uji dan memakainya sebagai laporan praktik.

πŸ’‘ Tips: lab ini tidak butuh topologi baru. Pakai topologi router-on-a-stick yang sudah kamu buat pagi tadi, cukup tambah satu PC di VLAN 20 supaya gejala "setengah hidup" kelihatan.

πŸ“ Konteks nyata

Bayangkan gedung sekolah dengan lorong siswa dan lorong guru. Switch adalah **petugas lorong** yang mengatur siapa boleh masuk lorong mana. Router adalah **petugas di ujung lorong** yang memindahkan orang dari lorong siswa ke lorong guru.

Kalau petugas lorong salah menempel label, orang tidak bisa pindah lorong β€” tapi mereka masih bisa berjalan di lorongnya sendiri. Hasilnya: **sebagian aktivitas normal, sebagian mati**. Persis seperti itulah kerusakan inter-VLAN terlihat di lapangan.

Itu sebabnya keluhan "jaringan lab rusak" hampir selalu perlu dipecah dulu: rusak untuk siapa, ke arah mana, dan dari VLAN mana. Tanpa pemecahan itu, kamu akan memperbaiki hal yang tidak rusak.

πŸ”₯ Kasus nyata: sebuah SMK memakai router-on-a-stick untuk memisahkan VLAN siswa (10) dan VLAN guru (20). Teknisi pengganti merapikan konfigurasi saat mengejar keluhan broadcast, dan tanpa sengaja menyisakan `switchport trunk allowed vlan 10,99`. Akibatnya VLAN siswa dan manajemen tetap normal, tetapi VLAN guru mati total: aplikasi absensi, printer ruang guru, dan server nilai tak bisa dibuka selama dua hari. Guru menyimpulkan "server nilainya rusak" dan minta server diganti. Penyebab sebenarnya terlihat dalam 30 detik lewat `show interfaces trunk` β€” daftar VLAN yang diizinkan hanya `10,99`. Setelah `20` dikembalikan, semua layanan langsung hidup tanpa satu pun perangkat diganti.

🧠 Konsep singkat

Inter-VLAN routing router-on-a-stick adalah **satu kabel, banyak jalur**. Karena hanya satu kabel, semua kesalahan menumpuk di jalur yang sama, dan gejalanya saling menyerupai. Karena itu pemeriksaan harus berlapis dan berurutan.

Pakai lima lapis ini, dari bawah ke atas:

  1. **Lapis 1 β€” port access:** PC memang berada di VLAN yang benar.
  2. **Lapis 2 β€” trunk:** port menuju router benar-benar trunk, dan VLAN yang dibutuhkan ada di daftar `allowed`.
  3. **Lapis 3 β€” subinterface:** nomor VLAN di `encapsulation` cocok, IP dan mask benar, interface fisik tidak shutdown.
  4. **Lapis 4 β€” host:** IP, gateway, dan ARP di PC benar.
  5. **Lapis 5 β€” kebijakan:** routing aktif, tidak ada ACL atau aturan lain yang membuang paket.

Aturan kerjanya sederhana: **periksa dari lapis 1 ke atas, dan berhenti pada lapis pertama yang gagal.** Melompat ke lapis 3 saat lapis 2 masih salah hanya menambah waktu.

⚠️ Hati-hati: status subinterface `up/up` **bukan** bukti bahwa paket bertag sampai. Di IOS, subinterface mengikuti kondisi interface fisik induknya. Selama kabel dan port fisik hidup, subinterface akan tampil `up up` walaupun tidak ada satu pun frame VLAN-nya yang diterima. Bukti yang sah adalah **counter** dan **tabel routing**, bukan status.

πŸ§ͺ Uji cepat: tiga perintah ini menjawab tiga lapis pertama dalam waktu kurang dari satu menit.

show interfaces status
show interfaces trunk
show ip interface brief

🧩 Istilah penting

Istilah Arti sederhana Kenapa penting di lab ini
Access port Port yang melayani satu VLAN, frame keluar tanpa tag Kalau port menuju router masih access, hanya native VLAN yang lolos
Trunk port Port yang membawa banyak VLAN, frame diberi tag Tanpa trunk, tidak ada tag yang bisa dibaca subinterface
Tag 802.1Q Label 4 byte berisi nomor VLAN Nomor di label inilah yang dicocokkan `encapsulation dot1Q`
Native VLAN VLAN yang lewat tanpa tag di trunk Kalau kedua ujung tidak sepakat, trafik VLAN itu hilang
Allowed VLAN Daftar VLAN yang boleh lewat trunk Bawaan trunk adalah semua VLAN (1–4094), jadi daftar sempit berarti sengaja dipersempit
Subinterface Interface virtual `g0/0.10` di atas satu interface fisik Nomor `.10` hanya label lokal, bukan nomor VLAN
SVI Interface virtual di switch (`interface vlan 99`) Dipakai untuk manajemen switch, bukan untuk routing antar-VLAN
ARP Terjemahan IP ke MAC Kalau ARP gateway gagal, paket tidak pernah keluar dari PC
Connected route Rute otomatis untuk subnet yang menempel di interface Subnet yang tidak muncul di `show ip route` tidak akan dirutekan
ACL Daftar izin/tolak paket Bisa membuat antar-VLAN mati satu arah tanpa mengubah VLAN sama sekali

πŸ”§ Praktik: lab bukti inter-VLAN routing

πŸ”Ή Bahan dan alamat lab

Gunakan perangkat yang sama dengan artikel pagi, plus satu PC tambahan:

  • 1 router (2911 atau sejenis) β€” `G0/0` ke switch, tanpa IP di interface fisik.
  • 1 switch (2960 atau sejenis) β€” `G0/1` ke router sebagai trunk.
  • 2 PC: `PC-SISWA` di VLAN 10, `PC-GURU` di VLAN 20.
  • 1 laptop/PC pengamat untuk mencatat hasil (boleh memakai kertas).

| Perangkat | Alamat | Gateway | | --- | --- | --- | | R1 `G0/0.10` | 10.10.10.1/24 | β€” | | R1 `G0/0.20` | 10.10.20.1/24 | β€” | | R1 `G0/0.99` | 10.10.99.1/24 (native) | β€” | | Switch SVI 99 | 10.10.99.2/24 | 10.10.99.1 | | PC-SISWA | 10.10.10.11/24 | 10.10.10.1 | | PC-GURU | 10.10.20.11/24 | 10.10.20.1 |

πŸ“Š Angka penting: tag 802.1Q menambah **4 byte**, sehingga frame maksimum bergeser dari 1518 ke **1522 byte**. Jumlah VLAN yang bisa dipakai **4094** (0 dan 4095 dicadangkan), dan native VLAN bawaan di switch adalah **VLAN 1**.

πŸ”Ή Langkah 1: pastikan baseline benar

Sebelum merusak apa pun, pastikan baseline sehat. Ringkasnya seperti ini di switch:

vlan 10
 name SISWA
vlan 20
 name GURU
vlan 99
 name MANAJEMEN
!
interface range fa0/1
 switchport mode access
 switchport access vlan 10
interface range fa0/2
 switchport mode access
 switchport access vlan 20
!
interface g0/1
 switchport mode trunk
 switchport trunk native vlan 99
 switchport trunk allowed vlan 10,20,99
 switchport nonegotiate

Dan di router:

interface g0/0
 no shutdown
!
interface g0/0.10
 encapsulation dot1Q 10
 ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
!
interface g0/0.20
 encapsulation dot1Q 20
 ip address 10.10.20.1 255.255.255.0
!
interface g0/0.99
 encapsulation dot1Q 99 native
 ip address 10.10.99.1 255.255.255.0

Simpan konfigurasi kedua perangkat dengan `copy running-config startup-config` **sebelum** mulai merusak. Lab ini sengaja merusak konfigurasi; tanpa simpanan awal, kamu akan mengulang dari nol.

πŸ”Ή Langkah 2: potret bukti awal

Jalankan empat uji dasar, catat hasilnya di lembar kerja. Inilah "potret sehat" yang nanti dipakai sebagai pembanding.

  1. Ping sesama VLAN: `PC-SISWA` ke `10.10.10.12` (bila ada) atau ke gateway `10.10.10.1`.
  2. Ping lintas VLAN: `PC-SISWA` ke `10.10.20.11`, lalu arah balik dari `PC-GURU` ke `10.10.10.11`.
  3. Ping manajemen: dari switch, `ping 10.10.99.1`.
  4. Periksa rute: `show ip route` di router harus memuat tiga connected route (10.10.10.0/24, 10.10.20.0/24, 10.10.99.0/24).

πŸ’‘ Tips: catat juga **waktu** setiap uji. Ping lintas VLAN pertama sering gagal 1–3 paket karena ARP, lalu stabil. Kalau kamu tidak mencatat, kegagalan ARP itu akan terlihat seperti kerusakan.

πŸ”Ή Uji A: port router masih access

Ubah port trunk menjadi access, seolah-olah ada yang menyalin konfigurasi port PC:

interface g0/1
 switchport mode access
 switchport access vlan 10
    • Gejala:** ping ke gateway dari kedua PC gagal. Ping sesama PC di VLAN yang sama **tetap berhasil**.
    • Bukti:** `show interfaces trunk` kosong untuk `G0/1`, dan `show interfaces switchport` menampilkan `Operational Mode: static access`.
    • Kesimpulan:** tidak ada tag yang dikirim, jadi router tidak punya jalur masuk untuk VLAN 10 maupun 20. Ping sesama VLAN lolos karena switch masih meneruskan di Layer 2 tanpa router.

⚠️ Hati-hati: inilah jebakan "setengah hidup" yang paling sering salah dibaca. Orang menyimpulkan "switch normal, router rusak" karena ping sesama PC berhasil β€” padahal yang diuji memang bukan jalur router.

πŸ”Ή Uji B: interface fisik masih shutdown

Kembalikan trunk, lalu matikan interface fisik router:

interface g0/0
 shutdown
    • Gejala:** semua lintas VLAN mati, termasuk ping ke gateway. Ping sesama VLAN tetap hidup.
    • Bukti:** `show ip interface brief` menampilkan ketiga subinterface `down down`; di switch, `show interfaces status` menampilkan `notconnect`.
    • Kesimpulan:** subinterface tidak bisa hidup tanpa induknya. Satu `shutdown` di interface fisik mematikan tiga subinterface sekaligus.

πŸ“Š Angka penting: tiga subinterface, satu titik gagal. Inilah harga router-on-a-stick: seluruh routing antar-VLAN bergantung pada satu kabel dan satu port fisik.

πŸ”Ή Uji C: nomor VLAN di encapsulation salah

Hidupkan kembali `G0/0`, lalu ubah nomor VLAN di subinterface `.20` menjadi `2` (angka yang mudah salah ketik dari `20`):

interface g0/0.20
 encapsulation dot1Q 2
    • Gejala:** VLAN 10 normal, VLAN 20 mati total. Ping ke `10.10.20.1` gagal dari mana pun.
    • Bukti:** `show vlans` di router menampilkan VLAN 2, bukan VLAN 20. Counter `show interfaces g0/0.20` tetap **0 paket masuk**, sementara counter interface fisik `g0/0` naik terus karena frame VLAN 20 tetap datang.
    • Kesimpulan:** router hanya membuka "pintu" untuk tag 2. Frame bertag 20 datang, tidak ada yang membukanya, lalu dibuang. Status `up/up` pada subinterface tetap tampil β€” bukti satu-satunya adalah counter dan `show vlans`.

πŸ§ͺ Uji cepat: bandingkan dua counter ini. Kalau `g0/0` naik tetapi `g0/0.20` diam, masalahnya ada di pencocokan tag, bukan di kabel.

show interfaces g0/0 | include packets input
show interfaces g0/0.20 | include packets input

πŸ”Ή Uji D: allowed vlan kurang satu

Kembalikan encapsulation ke 20, lalu persempit daftar VLAN di trunk:

interface g0/1
 switchport trunk allowed vlan 10,99
    • Gejala:** persis seperti kasus nyata di atas β€” VLAN 10 dan 99 normal, VLAN 20 mati.
    • Bukti:** `show interfaces trunk` menampilkan `VLANs allowed and active in management domain: 10,99`. Tidak ada 20 di daftar itu.
    • Kesimpulan:** frame VLAN 20 dibuang di switch, bahkan sebelum mencapai router. Perhatikan bahwa yang salah bukan router sama sekali.

πŸ’‘ Tips: `switchport trunk allowed vlan add 20` lebih aman daripada menulis ulang seluruh daftar. Menulis ulang adalah penyebab paling umum VLAN hilang tanpa disengaja.

πŸ”Ή Uji E: native VLAN tidak ditandai native

Kembalikan daftar allowed, lalu hapus kata kunci `native` di subinterface 99:

interface g0/0.99
 encapsulation dot1Q 99
    • Gejala:** VLAN 10 dan 20 tetap normal, tetapi manajemen VLAN 99 mati. Ping dari switch ke `10.10.99.1` gagal dan akses SSH ke router timeout.
    • Bukti:** log switch memunculkan `%CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH`, dan counter `show interfaces g0/0.99` tidak bertambah.
    • Kesimpulan:** switch mengirim VLAN 99 **tanpa tag**, sedangkan router mengharapkan tag 99. Kedua ujung tidak sepakat soal satu VLAN, dan hanya VLAN itu yang rusak.

⚠️ Hati-hati: masalah native VLAN bukan cuma soal mati. Ketidaksepakatan native VLAN membuat frame tanpa tag bisa "nyasar" ke VLAN yang salah, dan itu jalan masuk untuk serangan VLAN hopping. Perbaiki, jangan dibiarkan.

πŸ”Ή Uji F: gateway di PC salah

Kembalikan `native`, lalu ubah gateway `PC-GURU` menjadi `10.10.20.254` (alamat yang tidak ada).

    • Gejala:** `PC-GURU` masih bisa ping `PC-SISWA`? Tidak. Tapi ia masih bisa ping perangkat lain di VLAN 20. Sebaliknya, `PC-SISWA` juga tidak bisa menjangkau `PC-GURU`.
    • Bukti:** di router, `show ip arp` tidak memuat entri `10.10.20.11`. Di PC, `arp -a` menampilkan gateway `incomplete` atau tidak muncul sama sekali.
    • Kesimpulan:** paket tidak pernah keluar dari PC karena ARP ke gateway gagal. Tidak ada yang salah di switch maupun router β€” kesalahannya di sisi host.

πŸ“Š Angka penting: satu PC dengan gateway salah cukup untuk membuat laporan "jaringan mati" dari satu ruangan, sementara seluruh jaringan lain sehat.

πŸ”Ή Uji G: mask subinterface salah

Kembalikan gateway, lalu ubah mask subinterface `.20` menjadi `/25`:

interface g0/0.20
 ip address 10.10.20.1 255.255.255.128
    • Gejala:** `PC-GURU` dengan IP `10.10.20.11` **tetap normal**. Tetapi PC lain di `10.10.20.200` mati total, walaupun kabel dan VLAN-nya benar.
    • Bukti:** `show ip route` menampilkan `10.10.20.0/25`, bukan `/24`. Alamat `.200` dianggap di luar subnet, sehingga router membuangnya karena tidak punya rute ke sana.
    • Kesimpulan:** kesalahan satu bit mask membuat separuh ruangan hilang. Ini contoh paling jelas kenapa "sebagian bisa, sebagian tidak" wajib dicurigai sebagai masalah mask atau daftar alamat.

πŸ”Ή Uji H: ACL memblokir satu arah

Kembalikan mask ke `/24`, lalu tambahkan ACL yang menolak trafik siswa ke guru:

access-list 100 deny ip 10.10.10.0 0.0.0.255 10.10.20.0 0.0.0.255
access-list 100 permit ip any any
!
interface g0/0.10
 ip access-group 100 in
    • Gejala:** ping dari `PC-SISWA` ke `PC-GURU` gagal (simbol `U`), tetapi ping dari `PC-GURU` ke `PC-SISWA` **berhasil**. Arah trafik jadi tidak simetris.
    • Bukti:** `show ip access-lists` menampilkan counter `matches` pada baris `deny` yang terus bertambah setiap kali kamu melakukan ping.
    • Kesimpulan:** VLAN, trunk, dan subinterface semuanya benar. Yang membuang paket adalah kebijakan. Tanpa memeriksa ACL, kamu akan memperbaiki konfigurasi yang tidak pernah salah.

πŸ”₯ Kasus nyata: sebuah kantor cabang memasang ACL "sementara" untuk menahan trafik file sharing antar-divisi saat jam sibuk. ACL-nya lupa dihapus. Seminggu kemudian, tim keuangan mengeluh tidak bisa mencetak ke printer bersama, sementara tim lain normal. Dua hari dihabiskan mengganti kabel dan memeriksa switch, sampai seseorang menjalankan `show ip access-lists` dan melihat counter `deny` naik ribuan.

πŸ”Ή Uji I: routing dimatikan

Hapus ACL, lalu matikan fungsi routing di router:

no ip routing
    • Gejala:** semua ping lintas VLAN gagal, tetapi ping ke gateway masing-masing VLAN **masih berhasil**. Router tetap bisa di-ping, hanya tidak mau memindahkan paket.
    • Bukti:** `show ip route` menjadi kosong, padahal `show ip interface brief` tetap `up up` dengan IP yang benar.
    • Kesimpulan:** interface sehat bukan berarti routing aktif. Di router Cisco, `ip routing` memang aktif secara bawaan, tetapi bisa dimatikan tanpa gejala yang terlihat di daftar interface.

πŸ’‘ Tips: setelah uji ini, jangan lupa `ip routing`. Kalau kamu memakai Packet Tracer versi lama, perintah `no ip routing` kadang tidak didukung penuh β€” jalankan uji ini di perangkat asli, GNS3, atau IOSv bila hasilnya aneh.

πŸ”Ή Lembar hasil uji

Isi tabel ini saat praktik. Laporan yang baik bukan "berhasil", tetapi bukti yang bisa diulang orang lain.

Uji Gejala terlihat Bukti kunci Lapis yang salah
Baseline Semua ping lintas VLAN berhasil `show ip route` berisi 3 connected route β€”
A. Port access Semua ke gateway gagal, sesama VLAN hidup `show interfaces trunk` kosong 2 (trunk)
B. Fisik shutdown Semua mati, subinterface `down down` `show ip interface brief` 3 (subinterface)
C. Encapsulation salah Hanya VLAN 20 mati `show vlans` menampilkan VLAN 2 3 (subinterface)
D. Allowed vlan kurang Hanya VLAN 20 mati `show interfaces trunk` β†’ daftar `10,99` 2 (trunk)
E. Native tidak cocok Hanya VLAN 99 mati `%CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH` 2 (trunk)
F. Gateway PC salah Satu PC tidak bisa keluar VLAN `show ip arp` tanpa entri PC 4 (host)
G. Mask salah Sebagian host di satu VLAN mati `show ip route` β†’ `/25` 3 (subinterface)
H. ACL Mati satu arah saja `show ip access-lists` counter naik 5 (kebijakan)
I. Routing mati Gateway bisa di-ping, lintas VLAN tidak `show ip route` kosong 5 (kebijakan)

πŸ”Ή Versi Packet Tracer

Di Packet Tracer, sebagian besar uji di atas bisa dijalankan, dengan catatan:

  • `show vlans` kadang hanya menampilkan VLAN yang punya subinterface aktif β€” cukup untuk membuktikan uji C.
  • `show interfaces trunk` tersedia dan menampilkan daftar allowed VLAN dengan benar.
  • Log CDP untuk native VLAN mismatch muncul di panel **Simulation** atau tidak muncul sama sekali, tergantung versi. Bila tidak muncul, pakai bukti ping dan counter.
  • ACL pada subinterface didukung, tetapi counter `matches` perlu dibuka lewat `show ip access-lists` di tab CLI, bukan di GUI.

πŸ§ͺ Uji cepat: sebelum menyimpulkan "Packet Tracer bug", cek dulu apakah masalahnya sama saat kamu ganti ke link `GigabitEthernet`. Beberapa versi PT berperilaku berbeda pada port Fast Ethernet.

βœ… Verifikasi

Lab dinyatakan selesai dan bersih bila semua poin ini benar:

  1. `show ip route` di router memuat tiga connected route: 10.10.10.0/24, 10.10.20.0/24, 10.10.99.0/24.
  2. `show interfaces trunk` di switch menampilkan `G0/1` dengan `native vlan 99` dan allowed `10,20,99`.
  3. `show vlans` di router menampilkan VLAN 10, 20, dan 99 (99 bertanda native).
  4. `show ip interface brief` menampilkan tiga subinterface `up up`.
  5. Ping dua arah antar-VLAN berhasil: `10.10.10.11` ke `10.10.20.11` dan sebaliknya.
  6. Ping manajemen dari switch ke `10.10.99.1` berhasil.
  7. `show ip access-lists` bersih, tidak ada ACL yang masih menempel di subinterface.
  8. `show running-config` di kedua perangkat sudah disimpan dengan `copy running-config startup-config`.
show ip route
show interfaces trunk
show vlans
show ip interface brief
ping 10.10.20.11 source 10.10.10.1

⚠️ Hati-hati: ping dari router memakai `source` yang benar. Tanpa `source`, router memilih alamat keluar sendiri, dan hasilnya bisa menyesatkan saat kamu sedang menguji satu VLAN tertentu.

🏭 Dipakai di dunia kerja

  • **Sekolah:** lab komputer dengan VLAN siswa dan VLAN guru. Saat ujian berbasis komputer, keduanya harus tetap terhubung ke server ujian tetapi tidak saling melihat. Kegagalan satu arah seperti Uji H bisa membuat siswa tidak bisa mengumpulkan jawaban sementara guru masih bisa memantau.
  • **Kantor cabang:** telepon IP dan komputer dipisah VLAN. Kalau trunk ke router salah daftar allowed, telepon tetap bunyi untuk panggilan internal tetapi panggilan keluar mati β€” keluhan yang mudah disalahartikan sebagai masalah provider.
  • **Rumah sakit:** perangkat medis dan jaringan tamu wajib terpisah. Diagnosa yang salah bisa membuat tim IT membuka kembali akses yang seharusnya tertutup hanya karena "pasien tidak bisa internet", padahal VLAN tamu memang dibatasi.
  • **ISP dan managed service:** perangkat pelanggan sering memakai router-on-a-stick untuk beberapa layanan (internet, IPTV, VoIP). Teknisi lapangan dituntut bisa membuktikan lapis mana yang gagal sebelum mengirim tim kedua.
  • **Industri:** jaringan kontrol (PLC/HMI) dipisah dari jaringan kantor. Salah konfigurasi native VLAN di sini bukan hanya soal lambat, tetapi bisa menghentikan lini produksi.
  • **Kampus dan gedung sewa:** satu infrastruktur dipakai banyak penyewa. Daftar allowed VLAN yang ketat adalah kontrol utama agar penyewa tidak bisa masuk ke jaringan tetangga.

⚠️ Kesalahan umum & troubleshooting

Gejala Perintah pemeriksa Penyebab dan perbaikan
Semua ping ke gateway gagal, sesama VLAN hidup `show interfaces trunk` Port menuju router masih access β†’ `switchport mode trunk`
Semua subinterface `down down` `show ip interface brief` Interface fisik shutdown atau kabel lepas β†’ `no shutdown`
Satu VLAN mati, VLAN lain normal `show interfaces trunk` VLAN tidak ada di daftar allowed β†’ `switchport trunk allowed vlan add <id>`
Satu VLAN mati, counter subinterface nol `show vlans` Nomor di `encapsulation dot1Q` salah β†’ perbaiki nomornya
Hanya VLAN native yang mati log CDP + `show interfaces g0/0.99` Kata kunci `native` hilang di salah satu ujung
Gateway bisa di-ping, lintas VLAN tidak `show ip route` `no ip routing` aktif atau rute tidak ada β†’ `ip routing`
Mati satu arah saja `show ip access-lists` ACL menempel di subinterface β†’ hapus dengan `no ip access-group`
Sebagian host di satu VLAN mati `show ip route` Mask subinterface salah β†’ samakan dengan mask host
Satu PC saja yang tidak bisa keluar `show ip arp` IP/gateway PC salah atau IP bentrok β†’ perbaiki di sisi host
Ping gagal 1–3 paket pertama lalu normal ulangi ping ARP belum terisi, bukan kerusakan
Ping berhasil, aplikasi tetap gagal `ping` besar dan `telnet <ip> <port>` MTU atau firewall aplikasi, bukan routing
Konfigurasi hilang setelah listrik padam `show startup-config` Belum `copy running-config startup-config`

πŸ” Catatan keamanan & etika

  • **Jangan biarkan native VLAN mismatch.** Selain mematikan satu VLAN, kondisi ini membuka peluang VLAN hopping. Setelah lab selesai, pastikan kedua ujung memakai native VLAN yang sama dan tidak memakai VLAN 1 untuk data pengguna.
  • **Matikan DTP di port trunk menuju router.** Router tidak menjalankan DTP, dan port yang masih `dynamic auto` bisa dipaksa menjadi trunk oleh perangkat lain. Gunakan `switchport nonegotiate`.
  • **Perlakukan ACL sebagai dokumentasi, bukan solusi sementara.** ACL "sementara" adalah penyebab paling umum kegagalan satu arah yang sulit dilacak. Beri komentar dan tanggal pada setiap ACL.
  • **Jangan memakai VLAN 1 untuk manajemen.** Pilih VLAN khusus seperti 99, dan batasi akses manajemen hanya dari subnet itu.
  • **Lab ini merusak konfigurasi dengan sengaja.** Jalankan hanya di perangkat lab atau simulator. Jangan pernah menguji `shutdown` atau `no ip routing` pada perangkat produksi tanpa jadwal pemeliharaan.

πŸ’‘ Tips: biasakan mencatat setiap perubahan pada satu lembar: waktu, perangkat, perintah, dan hasil. Saat lab selesai, lembar itu menjadi bukti bahwa semua kerusakan sudah dipulihkan β€” bukan sekadar keyakinan.

πŸ“Œ Kesimpulan

Inter-VLAN routing jarang rusak total; yang lebih sering terjadi adalah **rusak sebagian** β€” satu VLAN mati, satu arah tertutup, atau separuh ruangan hilang. Pola itu selalu punya lapis yang bisa ditunjuk.

Tiga kebiasaan yang membuat diagnosa cepat:

  • Periksa berlapis dari port access, trunk, subinterface, host, lalu kebijakan β€” berhenti di lapis pertama yang gagal.
  • Percaya pada counter dan tabel, bukan pada status `up/up`.
  • Setiap perubahan diikuti satu bukti; tanpa bukti, kamu hanya menambah variabel baru.

Langkah berikutnya: buka Cisco : Trunk dan Inter-VLAN Routing (Router-on-a-Stick) untuk mengulang konsepnya, lalu lanjut ke topik **routing statis di Cisco** β€” di sana router mulai memindahkan paket ke jaringan yang tidak menempel langsung padanya.

πŸ”— Materi terkait

πŸ“š Referensi

  • Cisco, *LAN Switching Configuration Guide β€” Configuring Routing Between VLANs with IEEE 802.1Q Encapsulation*: `ip routing` aktif secara bawaan pada router IOS XE, perintah `encapsulation dot1q <vlanid>`, dan `show vlans` untuk memeriksa VLAN pada subinterface.
  • Cisco, *Catalyst 2960-X Switch Configuration Guide β€” Configuring VLANs*: konfigurasi trunk, `switchport trunk native vlan`, `switchport trunk allowed vlan`, dan `switchport nonegotiate`.
  • Cisco, *IOS LAN Switching Command Reference*: `show interfaces trunk`, `show interfaces switchport`, `show vlans`, dan `show ip interface brief`.
  • Cisco, *Inter-VLAN Routing* (materi CCNA/CCNP): perbandingan router-on-a-stick, SVI pada L3 switch, dan routed port.
  • IEEE 802.1Q-2018: format tag VLAN (TPID, PCP, DEI, VID) dan aturan frame tanpa tag pada native VLAN.
  • Cisco Support Community, *Native VLAN dot1q*: penggunaan kata kunci `native` pada subinterface router-on-a-stick.