Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
π― Tujuan
Materi ini membantu pembaca memahami cara membuat DHCP Server di MikroTik untuk jaringan LAN. DHCP Server membuat komputer, laptop, dan HP di jaringan bisa mendapatkan IP address otomatis tanpa harus diisi manual satu per satu.
Bayangkan DHCP Server seperti petugas loket di lab komputer. Setiap perangkat yang masuk ke jaringan akan diberi nomor tempat duduk, diberi tahu pintu keluarnya ke internet, dan diberi petunjuk DNS. Jadi client tidak bingung harus memakai alamat berapa.
π Konteks nyata
Setelah interface LAN diberi IP address, langkah berikutnya biasanya membuat DHCP Server. Di lab TKJ, DHCP Server dipakai agar:
- PC siswa mendapat IP otomatis
- gateway client mengarah ke router MikroTik
- DNS client bisa terisi otomatis
- admin tidak perlu mengatur IP manual di banyak perangkat
- jaringan lebih mudah dikelola saat praktik
Contoh sederhana:
Internet/Modem ---- MikroTik ---- Switch Lab ---- PC Siswa
|
LAN-LAB
Rencana jaringan:
- interface LAN: `LAN-LAB`
- IP router/gateway: `192.168.10.1/24`
- network LAN: `192.168.10.0/24`
- range DHCP: `192.168.10.10-192.168.10.254`
- DNS: bisa memakai router (`192.168.10.1`) atau DNS publik seperti `1.1.1.1`
π§ Konsep singkat DHCP
DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Menurut dokumentasi MikroTik, DHCP dipakai untuk membagikan IP address dengan mudah di dalam jaringan. RouterOS memiliki fitur DHCP Client dan DHCP Server.
Untuk DHCP Server di RouterOS, ada tiga bagian penting:
- `IP Pool` - daftar alamat IP yang boleh dibagikan ke client
- `DHCP Server` - service yang berjalan pada interface LAN
- `DHCP Network` - informasi network, gateway, DNS, dan parameter lain untuk client
Prinsip pentingnya: IP router sendiri jangan dimasukkan ke range pool DHCP. Kalau router memakai `192.168.10.1`, maka pool client bisa dimulai dari `192.168.10.10` agar lebih rapi.
π§° Kebutuhan awal
Sebelum membuat DHCP Server, pastikan:
- router MikroTik bisa diakses lewat Winbox, WebFig, atau terminal
- interface LAN sudah jelas, misalnya `LAN-LAB` atau `bridge-LAN`
- interface LAN sudah punya IP address, misalnya `192.168.10.1/24`
- tidak ada DHCP Server lain pada jaringan LAN yang sama
- kabel LAN dan switch lab sudah tersambung dengan benar
- topologi dan range IP sudah direncanakan
Jika port LAN digabung dalam bridge, jalankan DHCP Server di interface bridge, bukan di port fisik anggotanya.
π Cara 1 - Membuat DHCP Server lewat Winbox
Langkah-langkah:
- buka Winbox
- login ke router MikroTik
- buka menu `IP`
- pilih `DHCP Server`
- pada tab `DHCP`, klik `DHCP Setup`
- pilih interface LAN, misalnya `LAN-LAB` atau `bridge-LAN`
- klik `Next`
- pastikan `DHCP Address Space` sesuai, misalnya `192.168.10.0/24`
- pastikan gateway adalah IP router, misalnya `192.168.10.1`
- tentukan range IP yang dibagikan, misalnya `192.168.10.10-192.168.10.254`
- isi DNS server
- tentukan lease time
- klik sampai selesai
Setelah selesai, DHCP Server akan muncul pada daftar `IP > DHCP Server`.
π Cara 2 - Membuat DHCP Server lewat terminal
Contoh ini memakai interface `LAN-LAB` dan jaringan `192.168.10.0/24`.
Cek IP address LAN:
/ip address print
Buat pool IP untuk client:
/ip pool add name=pool-LAN ranges=192.168.10.10-192.168.10.254
Buat DHCP Server pada interface LAN:
/ip dhcp-server add name=dhcp-LAN interface=LAN-LAB address-pool=pool-LAN lease-time=8h disabled=no
Tambahkan informasi network untuk client:
/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=1.1.1.1,8.8.8.8
Cek hasil:
/ip dhcp-server print /ip dhcp-server network print /ip pool print
Jika ingin client memakai router sebagai DNS, aktifkan DNS cache router terlebih dahulu:
/ip dns set allow-remote-requests=yes servers=1.1.1.1,8.8.8.8 /ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] dns-server=192.168.10.1
Catatan: gunakan DNS router hanya pada interface LAN yang dipercaya. Jangan membuka service DNS router ke internet.
π Cara 3 - Memakai DHCP Setup dari terminal
RouterOS juga menyediakan wizard `setup` dari terminal.
Jalankan:
/ip dhcp-server setup
Lalu ikuti pertanyaan yang muncul. Contoh isian:
dhcp server interface: LAN-LAB dhcp address space: 192.168.10.0/24 gateway for dhcp network: 192.168.10.1 addresses to give out: 192.168.10.10-192.168.10.254 dns servers: 1.1.1.1 lease time: 8h
Cara ini cocok untuk pemula karena RouterOS membantu menebak sebagian konfigurasi dari IP address yang sudah dipasang pada interface.
π§ͺ Contoh praktik lab TKJ
Skenario:
- `ether1` mengarah ke modem/internet
- `ether2` sudah diberi nama `LAN-LAB`
- `LAN-LAB` sudah memiliki IP `192.168.10.1/24`
- client lab akan mendapat IP otomatis dari MikroTik
Command lengkap:
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=LAN-LAB /ip pool add name=pool-LAN ranges=192.168.10.10-192.168.10.254 /ip dhcp-server add name=dhcp-LAN interface=LAN-LAB address-pool=pool-LAN lease-time=8h disabled=no /ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=1.1.1.1,8.8.8.8
Setelah itu, ubah pengaturan IP di komputer client menjadi otomatis atau DHCP. Cabut-pasang kabel LAN jika perlu agar client meminta IP baru.
β Verifikasi
Cek DHCP Server:
/ip dhcp-server print
Cek network DHCP:
/ip dhcp-server network print
Cek pool:
/ip pool print
Cek client yang sudah mendapat IP:
/ip dhcp-server lease print
Dari komputer client, cek:
- IP address sudah masuk range DHCP
- gateway mengarah ke `192.168.10.1`
- DNS terisi sesuai konfigurasi
- client bisa ping router
Contoh dari client:
ping 192.168.10.1
Jika sudah ada NAT dan internet dari router, lanjutkan tes:
ping 1.1.1.1 ping google.com
π§© Troubleshooting singkat
Client tidak mendapat IP:
- pastikan DHCP Server tidak disabled
- pastikan interface DHCP benar
- cek kabel, switch, dan status interface
- pastikan client memakai mode otomatis/DHCP
- pastikan tidak ada DHCP Server lain yang bentrok
Client mendapat IP tetapi tidak bisa ping router:
- cek gateway yang diterima client
- cek apakah IP router benar di interface LAN
- cek firewall client
- pastikan client satu jaringan dengan router
Client bisa ping router tetapi tidak bisa internet:
- ini biasanya bukan masalah DHCP saja
- cek DHCP Client atau IP WAN
- cek default route
- cek NAT masquerade
- cek DNS
DHCP Server berwarna merah atau invalid:
- cek apakah interface ada dan aktif
- cek apakah address pool benar
- cek apakah network DHCP sesuai subnet LAN
IP bentrok dengan perangkat lain:
- jangan masukkan IP router ke pool
- sisakan alamat awal untuk router, server, printer, dan perangkat penting
- contoh aman: router `192.168.10.1`, perangkat statis `192.168.10.2-192.168.10.9`, DHCP mulai dari `192.168.10.10`
β Catatan penting
DHCP Server terlihat sederhana, tetapi efeknya besar. Kalau salah interface, router bisa membagikan IP ke jaringan yang bukan target. Kalau ada dua DHCP Server dalam satu LAN, client bisa mendapat gateway yang salah.
Praktik baik:
- jalankan DHCP Server hanya di interface LAN
- jangan aktifkan DHCP Server di interface WAN
- gunakan nama pool dan DHCP Server yang jelas
- catat range IP yang dipakai
- sisakan beberapa IP untuk perangkat statis
- cek lease setelah konfigurasi
Untuk lab sekolah, gunakan range privat yang mudah dibaca, misalnya `192.168.10.0/24`, `192.168.20.0/24`, atau `10.10.10.0/24`.
π Kesimpulan
DHCP Server membuat jaringan LAN lebih praktis karena client mendapat IP, gateway, dan DNS secara otomatis. Di MikroTik, komponen utamanya adalah IP Pool, DHCP Server, dan DHCP Network.
Command inti:
/ip pool add name=pool-LAN ranges=192.168.10.10-192.168.10.254 /ip dhcp-server add name=dhcp-LAN interface=LAN-LAB address-pool=pool-LAN lease-time=8h disabled=no /ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=1.1.1.1,8.8.8.8
Ingat urutannya: beri IP dulu pada interface LAN, buat pool DHCP, aktifkan DHCP Server, lalu verifikasi lease client.
π Materi terkait
- Mikrotik
- Mikrotik : Memberikan IP Address pada Interface
- Mikrotik : Merubah Nama Interface
- Mikrotik : Reset Konfigurasi Routerboard Mikrotik