Mikrotik : Mengecek Lease DHCP Server: Difference between revisions
Tambah materi pendukung pengecekan lease DHCP Server MikroTik |
Perbaiki format: backtick menjadi <code>, code fence menjadi <syntaxhighlight> |
||
| (One intermediate revision by the same user not shown) | |||
| Line 12: | Line 12: | ||
* ada IP bentrok | * ada IP bentrok | ||
* pool DHCP habis | * pool DHCP habis | ||
* client masuk lease, tetapi statusnya belum | * client masuk lease, tetapi statusnya belum <code>bound</code> | ||
* ada perangkat asing ikut mengambil IP lab | * ada perangkat asing ikut mengambil IP lab | ||
| Line 26: | Line 26: | ||
* status lease | * status lease | ||
Status paling penting adalah | Status paling penting adalah <code>bound</code>, artinya client sudah menerima lease dari server. Dokumentasi MikroTik juga mencatat status lain seperti <code>offered</code>, <code>declined</code>, <code>testing</code>, dan <code>conflict</code>. Status-status ini membantu admin membaca posisi masalah. | ||
Contoh sederhana: | Contoh sederhana: | ||
| Line 34: | Line 34: | ||
</pre> | </pre> | ||
Kalau prosesnya sukses, lease akan terlihat | Kalau prosesnya sukses, lease akan terlihat <code>bound</code>. | ||
== 🧰 Kebutuhan awal == | == 🧰 Kebutuhan awal == | ||
| Line 45: | Line 45: | ||
Contoh yang dipakai: | Contoh yang dipakai: | ||
* DHCP Server: | * DHCP Server: <code>dhcp-LAN</code> | ||
* Interface LAN: | * Interface LAN: <code>LAN-LAB</code> | ||
* Gateway LAN: | * Gateway LAN: <code>192.168.10.1</code> | ||
* Pool client: | * Pool client: <code>192.168.10.10-192.168.10.254</code> | ||
== 🛠 Cara 1 - Mengecek lease lewat Winbox == | == 🛠 Cara 1 - Mengecek lease lewat Winbox == | ||
| Line 54: | Line 54: | ||
# buka Winbox | # buka Winbox | ||
# login ke router MikroTik | # login ke router MikroTik | ||
# masuk ke menu | # masuk ke menu <code>IP</code> | ||
# pilih | # pilih <code>DHCP Server</code> | ||
# buka tab | # buka tab <code>Leases</code> | ||
# perhatikan kolom | # perhatikan kolom <code>Address</code>, <code>MAC Address</code>, <code>Host Name</code>, dan <code>Status</code> | ||
Yang perlu dilihat: | Yang perlu dilihat: | ||
* | * <code>Address</code> harus masuk range DHCP yang benar | ||
* | * <code>MAC Address</code> harus cocok dengan perangkat client | ||
* | * <code>Status</code> idealnya <code>bound</code> | ||
* | * <code>Server</code> harus mengarah ke DHCP Server LAN yang benar | ||
Jika ada client yang baru disambungkan, tunggu beberapa detik lalu klik refresh atau buka ulang tab | Jika ada client yang baru disambungkan, tunggu beberapa detik lalu klik refresh atau buka ulang tab <code>Leases</code>. | ||
== 🛠 Cara 2 - Mengecek lease lewat terminal == | == 🛠 Cara 2 - Mengecek lease lewat terminal == | ||
| Line 97: | Line 97: | ||
== 🧪 Praktikum lab TKJ == | == 🧪 Praktikum lab TKJ == | ||
Skenario: | Skenario: | ||
* router MikroTik sudah menjalankan DHCP Server | * router MikroTik sudah menjalankan DHCP Server <code>dhcp-LAN</code> | ||
* satu laptop siswa disambungkan ke switch lab | * satu laptop siswa disambungkan ke switch lab | ||
* laptop diset mendapat IP otomatis | * laptop diset mendapat IP otomatis | ||
| Line 109: | Line 109: | ||
</pre> | </pre> | ||
# cari MAC address laptop | # cari MAC address laptop | ||
# pastikan status lease | # pastikan status lease <code>bound</code> | ||
# cek IP yang diterima laptop | # cek IP yang diterima laptop | ||
| Line 161: | Line 161: | ||
* pool tidak habis | * pool tidak habis | ||
* network DHCP sesuai subnet LAN | * network DHCP sesuai subnet LAN | ||
* lease client berstatus | * lease client berstatus <code>bound</code> | ||
* gateway client mengarah ke IP router LAN | * gateway client mengarah ke IP router LAN | ||
* DNS client terisi sesuai rencana | * DNS client terisi sesuai rencana | ||
| Line 183: | Line 183: | ||
Router mendeteksi konflik ARP. Artinya alamat tersebut terindikasi sudah dipakai perangkat lain. | Router mendeteksi konflik ARP. Artinya alamat tersebut terindikasi sudah dipakai perangkat lain. | ||
Kalau status selain | Kalau status selain <code>bound</code> hanya muncul sebentar, itu masih wajar. Kalau bertahan lama atau muncul berulang, baru perlu troubleshooting. | ||
== 🧯 Troubleshooting == | == 🧯 Troubleshooting == | ||
| Line 193: | Line 193: | ||
* pastikan DHCP Server tidak disabled | * pastikan DHCP Server tidak disabled | ||
'''Lease muncul tetapi tidak | '''Lease muncul tetapi tidak <code>bound</code>''' | ||
* tunggu beberapa detik lalu cek lagi | * tunggu beberapa detik lalu cek lagi | ||
* cek log DHCP | * cek log DHCP | ||
| Line 221: | Line 221: | ||
'''Client bisa ping router tetapi tidak bisa buka domain''' | '''Client bisa ping router tetapi tidak bisa buka domain''' | ||
* cek DNS yang diberikan DHCP | * cek DNS yang diberikan DHCP | ||
* cek | * cek <code>/ip dns print</code> | ||
* jika router dijadikan DNS, pastikan | * jika router dijadikan DNS, pastikan <code>allow-remote-requests=yes</code> hanya dipakai untuk jaringan LAN yang dipercaya | ||
'''Ada DHCP Server asing''' | '''Ada DHCP Server asing''' | ||
Latest revision as of 09:01, 28 October 2026
Mikrotik : Mengecek Lease DHCP Server
🎯 Tujuan
Materi ini adalah pendamping dari artikel Mikrotik : DHCP Server untuk LAN. Setelah DHCP Server dibuat, pekerjaan belum selesai. Admin jaringan harus bisa mengecek apakah client benar-benar mendapat IP, lease mana yang aktif, dan apa penyebab client gagal mendapat alamat.
Bayangkan DHCP Server seperti petugas loket nomor antrean di lab. Artikel pagi membahas cara membuka loketnya. Materi ini membahas cara melihat buku catatan loket: siapa yang sudah dapat nomor, nomor mana yang masih dipinjam, dan nomor mana yang bermasalah.
🌍 Konteks nyata
Di lab TKJ, masalah DHCP sering kelihatan sederhana tetapi bikin praktik macet:
- PC siswa tidak mendapat IP
- client mendapat IP tetapi gateway kosong
- ada IP bentrok
- pool DHCP habis
- client masuk lease, tetapi statusnya belum
bound - ada perangkat asing ikut mengambil IP lab
Karena itu, setelah membuat DHCP Server, langkah wajib berikutnya adalah membaca lease dan log. Dari situ admin bisa tahu apakah masalah ada di router, kabel, switch, client, atau ada DHCP Server lain yang ikut campur.
🧠 Konsep singkat DHCP lease
DHCP lease adalah catatan peminjaman IP address dari DHCP Server kepada client. Di MikroTik, lease biasanya berisi:
- IP address yang diberikan
- MAC address client
- nama host jika dikirim oleh client
- server DHCP yang melayani
- waktu lease
- status lease
Status paling penting adalah bound, artinya client sudah menerima lease dari server. Dokumentasi MikroTik juga mencatat status lain seperti offered, declined, testing, dan conflict. Status-status ini membantu admin membaca posisi masalah.
Contoh sederhana:
Client laptop siswa ---- minta IP ---- MikroTik DHCP Server Client laptop siswa <--- diberi IP --- MikroTik DHCP Server
Kalau prosesnya sukses, lease akan terlihat bound.
🧰 Kebutuhan awal
Sebelum praktik, pastikan:
- DHCP Server LAN sudah dibuat
- interface LAN sudah benar
- client memakai mode IP otomatis atau DHCP
- kabel/switch/access point lab tersambung
- kamu punya akses Winbox, WebFig, atau terminal MikroTik
Contoh yang dipakai:
- DHCP Server:
dhcp-LAN - Interface LAN:
LAN-LAB - Gateway LAN:
192.168.10.1 - Pool client:
192.168.10.10-192.168.10.254
🛠 Cara 1 - Mengecek lease lewat Winbox
Langkah-langkah:
- buka Winbox
- login ke router MikroTik
- masuk ke menu
IP - pilih
DHCP Server - buka tab
Leases - perhatikan kolom
Address,MAC Address,Host Name, danStatus
Yang perlu dilihat:
Addressharus masuk range DHCP yang benarMAC Addressharus cocok dengan perangkat clientStatusidealnyaboundServerharus mengarah ke DHCP Server LAN yang benar
Jika ada client yang baru disambungkan, tunggu beberapa detik lalu klik refresh atau buka ulang tab Leases.
🛠 Cara 2 - Mengecek lease lewat terminal
Cek daftar lease:
/ip dhcp-server lease print
Cek lebih detail:
/ip dhcp-server lease print detail
Cek hanya lease yang sudah aktif:
/ip dhcp-server lease print where status=bound
Cek lease dari satu MAC address tertentu:
/ip dhcp-server lease print where mac-address=AA:BB:CC:11:22:33
Cek lease dari satu IP tertentu:
/ip dhcp-server lease print where address=192.168.10.20
Jika daftar lease kosong padahal client sudah tersambung, jangan langsung menyalahkan DHCP Server. Cek dulu interface, kabel, switch, dan mode IP client.
🧪 Praktikum lab TKJ
Skenario:
- router MikroTik sudah menjalankan DHCP Server
dhcp-LAN - satu laptop siswa disambungkan ke switch lab
- laptop diset mendapat IP otomatis
Langkah praktik:
- sambungkan laptop ke jaringan LAN
- pastikan laptop memakai mode DHCP/automatic
- di MikroTik, jalankan:
/ip dhcp-server lease print
- cari MAC address laptop
- pastikan status lease
bound - cek IP yang diterima laptop
Dari laptop Windows, cek dengan:
ipconfig
Dari laptop Linux, cek dengan:
ip addr ip route
Tes koneksi ke router:
ping 192.168.10.1
Jika ping ke router berhasil, berarti jalur client ke gateway LAN sudah hidup. Kalau internet belum jalan, lanjutkan pengecekan default route, NAT masquerade, dan DNS.
✅ Verifikasi di MikroTik
Cek DHCP Server aktif:
/ip dhcp-server print
Cek network DHCP:
/ip dhcp-server network print
Cek pool:
/ip pool print
Cek lease:
/ip dhcp-server lease print detail
Cek log DHCP:
/log print where topics~"dhcp"
Tanda konfigurasi sehat:
- DHCP Server tidak disabled
- interface DHCP mengarah ke LAN, bukan WAN
- pool tidak habis
- network DHCP sesuai subnet LAN
- lease client berstatus
bound - gateway client mengarah ke IP router LAN
- DNS client terisi sesuai rencana
🧩 Membaca status lease
Beberapa status yang sering ditemui:
bound Client sudah menerima IP. Ini status normal yang paling diharapkan.
offered Server sudah menawarkan IP, tetapi client belum menyelesaikan proses permintaan. Bisa terjadi sesaat saat client baru tersambung.
testing Router sedang mengecek apakah IP tersebut aman dipakai, termasuk kemungkinan konflik.
declined Client menolak IP yang ditawarkan. Biasanya perlu cek kemungkinan IP bentrok atau masalah di sisi client.
conflict Router mendeteksi konflik ARP. Artinya alamat tersebut terindikasi sudah dipakai perangkat lain.
Kalau status selain bound hanya muncul sebentar, itu masih wajar. Kalau bertahan lama atau muncul berulang, baru perlu troubleshooting.
🧯 Troubleshooting
Client tidak muncul di lease
- pastikan client tersambung ke interface LAN yang benar
- cek apakah port fisik masuk bridge LAN
- cek kabel, switch, atau access point
- pastikan client memakai DHCP/automatic
- pastikan DHCP Server tidak disabled
Lease muncul tetapi tidak bound
- tunggu beberapa detik lalu cek lagi
- cek log DHCP
- restart koneksi jaringan di client
- coba release/renew IP dari client
- cek kemungkinan IP conflict
Pool habis Cek pool:
/ip pool print /ip dhcp-server lease print count-only
Solusi:
- perbesar range pool jika subnet masih cukup
- hapus lease lama yang sudah tidak dipakai
- pendekkan lease time untuk lab yang banyak perangkat berganti
- pisahkan jaringan jika jumlah client memang sudah besar
Client mendapat IP tetapi tidak bisa ping router
- cek apakah IP client satu subnet dengan gateway
- cek gateway yang diterima client
- cek firewall di client
- cek apakah client tersambung ke VLAN/bridge yang benar
Client bisa ping router tetapi tidak bisa buka domain
- cek DNS yang diberikan DHCP
- cek
/ip dns print - jika router dijadikan DNS, pastikan
allow-remote-requests=yeshanya dipakai untuk jaringan LAN yang dipercaya
Ada DHCP Server asing Jika client mendapat gateway yang bukan router lab, kemungkinan ada DHCP Server lain di jaringan. Pada jaringan bridge tertentu, MikroTik mendukung DHCP Snooping untuk membatasi DHCP Server tidak resmi pada port yang tidak dipercaya. Fitur ini perlu dipakai hati-hati dan disesuaikan dengan topologi.
🔐 Catatan keamanan
DHCP terlihat seperti fitur biasa, tetapi bisa memengaruhi seluruh jaringan. DHCP Server yang salah tempat bisa membuat client mendapat gateway palsu, DNS palsu, atau IP dari subnet yang tidak sesuai.
Praktik aman:
- aktifkan DHCP Server hanya di interface LAN
- jangan aktifkan DHCP Server di interface WAN
- pakai nama interface yang jelas
- sisakan IP statis untuk router, server, printer, dan perangkat penting
- cek lease secara rutin saat lab ramai
- jangan sembarang menghapus lease kalau belum tahu perangkatnya
- catat MAC address perangkat penting agar mudah dikenali
Untuk lab sekolah, mengecek lease juga membantu guru melihat apakah semua PC siswa sudah tersambung sebelum praktik dimulai.
📝 Kesimpulan
Setelah DHCP Server dibuat, admin harus bisa membaca lease. Lease menunjukkan perangkat mana yang mendapat IP, statusnya apa, dan apakah ada tanda masalah seperti conflict atau pool habis.
Command inti:
/ip dhcp-server lease print /ip dhcp-server lease print detail /ip dhcp-server lease print where status=bound /log print where topics~"dhcp"
Urutan berpikirnya sederhana: cek DHCP Server, cek pool, cek network, cek lease, lalu cek client. Dengan begitu troubleshooting tidak menebak-nebak.
🔗 Materi terkait
- Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
- Mikrotik : Memberikan IP Address pada Interface
- Mikrotik : Merubah Nama Interface
- Mikrotik