Menambahkan materi MikroTik DNS dan default gateway dasar
 
Perbaiki format: backtick menjadi <code>, code fence menjadi <syntaxhighlight>
 
(One intermediate revision by the same user not shown)
Line 5: Line 5:


Setelah client mendapat IP dari DHCP Server, client masih butuh dua petunjuk penting:
Setelah client mendapat IP dari DHCP Server, client masih butuh dua petunjuk penting:
* DNS untuk menerjemahkan nama domain seperti `noctkj.net` menjadi IP address
* DNS untuk menerjemahkan nama domain seperti <code>noctkj.net</code> menjadi IP address
* default gateway untuk menentukan pintu keluar saat tujuan berada di luar jaringan lokal
* default gateway untuk menentukan pintu keluar saat tujuan berada di luar jaringan lokal


Line 13: Line 13:
Di lab TKJ, masalah yang sering muncul setelah konfigurasi DHCP adalah:
Di lab TKJ, masalah yang sering muncul setelah konfigurasi DHCP adalah:
* client sudah mendapat IP, tetapi tidak bisa membuka website
* client sudah mendapat IP, tetapi tidak bisa membuka website
* client bisa ping `1.1.1.1`, tetapi gagal ping `google.com`
* client bisa ping <code>1.1.1.1</code>, tetapi gagal ping <code>google.com</code>
* client mendapat gateway kosong atau gateway mengarah ke perangkat yang salah
* client mendapat gateway kosong atau gateway mengarah ke perangkat yang salah
* router bisa internet, tetapi client belum bisa internet karena DNS, default route, atau NAT belum lengkap
* router bisa internet, tetapi client belum bisa internet karena DNS, default route, atau NAT belum lengkap
Line 28: Line 28:


Contoh rencana alamat:
Contoh rencana alamat:
* IP router pada LAN: `192.168.10.1/24`
* IP router pada LAN: <code>192.168.10.1/24</code>
* network LAN: `192.168.10.0/24`
* network LAN: <code>192.168.10.0/24</code>
* DHCP pool client: `192.168.10.10-192.168.10.254`
* DHCP pool client: <code>192.168.10.10-192.168.10.254</code>
* default gateway client: `192.168.10.1`
* default gateway client: <code>192.168.10.1</code>
* DNS client: `192.168.10.1` jika router dijadikan DNS cache, atau DNS publik seperti `1.1.1.1` dan `8.8.8.8`
* DNS client: <code>192.168.10.1</code> jika router dijadikan DNS cache, atau DNS publik seperti <code>1.1.1.1</code> dan <code>8.8.8.8</code>


== Konsep singkat DNS ==
== Konsep singkat DNS ==
Line 38: Line 38:


Di RouterOS, MikroTik bisa:
Di RouterOS, MikroTik bisa:
* memakai DNS server dari luar, misalnya DNS ISP, `1.1.1.1`, atau `8.8.8.8`
* memakai DNS server dari luar, misalnya DNS ISP, <code>1.1.1.1</code>, atau <code>8.8.8.8</code>
* menjadi DNS cache untuk client LAN
* menjadi DNS cache untuk client LAN
* membagikan DNS ke client lewat DHCP Server
* membagikan DNS ke client lewat DHCP Server


Kalau router dijadikan DNS untuk client, client cukup diberi DNS `192.168.10.1`. Nanti router yang bertanya ke DNS luar. Ini seperti siswa bertanya ke ketua lab, lalu ketua lab yang mengecek papan alamat utama.
Kalau router dijadikan DNS untuk client, client cukup diberi DNS <code>192.168.10.1</code>. Nanti router yang bertanya ke DNS luar. Ini seperti siswa bertanya ke ketua lab, lalu ketua lab yang mengecek papan alamat utama.


== Konsep singkat default gateway ==
== Konsep singkat default gateway ==
Line 48: Line 48:


Contoh:
Contoh:
* client `192.168.10.20` ingin menghubungi router `192.168.10.1` - masih satu jaringan, tidak perlu gateway keluar
* client <code>192.168.10.20</code> ingin menghubungi router <code>192.168.10.1</code> - masih satu jaringan, tidak perlu gateway keluar
* client `192.168.10.20` ingin menghubungi `1.1.1.1` - beda jaringan, maka paket dikirim ke default gateway `192.168.10.1`
* client <code>192.168.10.20</code> ingin menghubungi <code>1.1.1.1</code> - beda jaringan, maka paket dikirim ke default gateway <code>192.168.10.1</code>


Di sisi router MikroTik, default route juga penting. Default route biasanya menuju gateway ISP atau modem. Dalam RouterOS, default route IPv4 memakai tujuan `0.0.0.0/0`. Artinya: kalau tidak ada rute yang lebih spesifik, kirim lewat jalur ini.
Di sisi router MikroTik, default route juga penting. Default route biasanya menuju gateway ISP atau modem. Dalam RouterOS, default route IPv4 memakai tujuan <code>0.0.0.0/0</code>. Artinya: kalau tidak ada rute yang lebih spesifik, kirim lewat jalur ini.


Jadi ada dua sudut pandang:
Jadi ada dua sudut pandang:
* default gateway client LAN: biasanya IP LAN MikroTik, misalnya `192.168.10.1`
* default gateway client LAN: biasanya IP LAN MikroTik, misalnya <code>192.168.10.1</code>
* default route router: jalur MikroTik menuju ISP/modem, misalnya gateway `192.168.1.1` di sisi WAN
* default route router: jalur MikroTik menuju ISP/modem, misalnya gateway <code>192.168.1.1</code> di sisi WAN


== Kebutuhan awal ==
== Kebutuhan awal ==
Sebelum praktik, pastikan:
Sebelum praktik, pastikan:
* interface LAN sudah punya IP, misalnya `192.168.10.1/24`
* interface LAN sudah punya IP, misalnya <code>192.168.10.1/24</code>
* DHCP Server untuk LAN sudah berjalan
* DHCP Server untuk LAN sudah berjalan
* client bisa mendapat IP dari DHCP
* client bisa mendapat IP dari DHCP
Line 88: Line 88:
</pre>
</pre>


Catatan penting: `allow-remote-requests=yes` membuat router menjawab query DNS dari perangkat lain. Ini berguna untuk LAN, tetapi jangan biarkan DNS router terbuka dari internet. Nanti saat belajar firewall, batasi akses DNS hanya dari interface LAN.
Catatan penting: <code>allow-remote-requests=yes</code> membuat router menjawab query DNS dari perangkat lain. Ini berguna untuk LAN, tetapi jangan biarkan DNS router terbuka dari internet. Nanti saat belajar firewall, batasi akses DNS hanya dari interface LAN.


== Cara 2 - Membagikan DNS dan gateway lewat DHCP ==
== Cara 2 - Membagikan DNS dan gateway lewat DHCP ==
Line 96: Line 96:
</pre>
</pre>


Misalnya network LAN adalah `192.168.10.0/24`. Atur gateway dan DNS untuk client:
Misalnya network LAN adalah <code>192.168.10.0/24</code>. Atur gateway dan DNS untuk client:
<pre>
<pre>
/ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
/ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
Line 111: Line 111:
</pre>
</pre>


Untuk lab, memakai DNS router (`192.168.10.1`) biasanya lebih enak karena semua client cukup diarahkan ke satu alamat internal.
Untuk lab, memakai DNS router (<code>192.168.10.1</code>) biasanya lebih enak karena semua client cukup diarahkan ke satu alamat internal.


== Cara 3 - Mengecek default route router ==
== Cara 3 - Mengecek default route router ==
Line 124: Line 124:
</pre>
</pre>


Contoh jika gateway WAN/modem adalah `192.168.1.1`:
Contoh jika gateway WAN/modem adalah <code>192.168.1.1</code>:
<pre>
<pre>
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1
Line 133: Line 133:
== Contoh praktik lab TKJ ==
== Contoh praktik lab TKJ ==
Skenario:
Skenario:
* `LAN-LAB` memakai IP `192.168.10.1/24`
* <code>LAN-LAB</code> memakai IP <code>192.168.10.1/24</code>
* DHCP Server LAN sudah aktif
* DHCP Server LAN sudah aktif
* client mendapat IP dari pool `192.168.10.10-192.168.10.254`
* client mendapat IP dari pool <code>192.168.10.10-192.168.10.254</code>
* router memakai DNS publik dan menjadi DNS cache untuk LAN
* router memakai DNS publik dan menjadi DNS cache untuk LAN


Line 166: Line 166:


Cara membaca hasil:
Cara membaca hasil:
* ping ke `192.168.10.1` berhasil: client bisa menjangkau gateway LAN
* ping ke <code>192.168.10.1</code> berhasil: client bisa menjangkau gateway LAN
* ping ke `1.1.1.1` berhasil: jalur ke luar jaringan mulai benar
* ping ke <code>1.1.1.1</code> berhasil: jalur ke luar jaringan mulai benar
* ping ke `google.com` berhasil: DNS berjalan
* ping ke <code>google.com</code> berhasil: DNS berjalan
* ping IP berhasil tetapi ping domain gagal: kemungkinan masalah DNS
* ping IP berhasil tetapi ping domain gagal: kemungkinan masalah DNS
* ping gateway gagal: masalah LAN, IP, kabel, WiFi, bridge, atau DHCP
* ping gateway gagal: masalah LAN, IP, kabel, WiFi, bridge, atau DHCP
Line 176: Line 176:
== Troubleshooting singkat ==
== Troubleshooting singkat ==
'''Client mendapat IP tetapi DNS kosong:'''
'''Client mendapat IP tetapi DNS kosong:'''
* cek `/ip dhcp-server network print`
* cek <code>/ip dhcp-server network print</code>
* pastikan `dns-server` sudah diisi
* pastikan <code>dns-server</code> sudah diisi
* renew DHCP di client
* renew DHCP di client
* pastikan client benar-benar mendapat lease baru
* pastikan client benar-benar mendapat lease baru


'''Client bisa ping IP publik tetapi tidak bisa ping domain:'''
'''Client bisa ping IP publik tetapi tidak bisa ping domain:'''
* cek DNS router dengan `/ping google.com`
* cek DNS router dengan <code>/ping google.com</code>
* cek `/ip dns print`
* cek <code>/ip dns print</code>
* pastikan DNS server luar bisa dijangkau router
* pastikan DNS server luar bisa dijangkau router
* jika client memakai DNS router, pastikan `allow-remote-requests=yes`
* jika client memakai DNS router, pastikan <code>allow-remote-requests=yes</code>


'''Client tidak bisa ping gateway:'''
'''Client tidak bisa ping gateway:'''
* cek IP client dan subnet mask
* cek IP client dan subnet mask
* cek gateway DHCP harus `192.168.10.1`
* cek gateway DHCP harus <code>192.168.10.1</code>
* cek IP LAN router ada di interface yang benar
* cek IP LAN router ada di interface yang benar
* jika LAN memakai bridge, IP gateway biasanya dipasang di bridge
* jika LAN memakai bridge, IP gateway biasanya dipasang di bridge


'''Router tidak punya default route:'''
'''Router tidak punya default route:'''
* cek `/ip route print`
* cek <code>/ip route print</code>
* jika WAN memakai DHCP Client, cek apakah DHCP Client menerima gateway
* jika WAN memakai DHCP Client, cek apakah DHCP Client menerima gateway
* jika WAN statis, tambahkan default route sesuai gateway dari ISP/modem
* jika WAN statis, tambahkan default route sesuai gateway dari ISP/modem

Latest revision as of 09:01, 28 October 2026

Mikrotik : DNS dan Default Gateway Dasar

Tujuan

Materi ini membantu pembaca memahami dua bagian kecil yang sering bikin jaringan terlihat "nyala tapi belum jalan": DNS dan default gateway.

Setelah client mendapat IP dari DHCP Server, client masih butuh dua petunjuk penting:

  • DNS untuk menerjemahkan nama domain seperti noctkj.net menjadi IP address
  • default gateway untuk menentukan pintu keluar saat tujuan berada di luar jaringan lokal

Analogi gampangnya begini: DNS itu seperti buku alamat atau papan petunjuk, sedangkan default gateway itu seperti gerbang utama lab. Kalau buku alamatnya salah, siswa tahu ada internet tapi tidak tahu alamat tujuannya. Kalau gerbangnya salah, kendaraan sudah siap jalan tapi keluar lewat pintu yang keliru.

Konteks nyata

Di lab TKJ, masalah yang sering muncul setelah konfigurasi DHCP adalah:

  • client sudah mendapat IP, tetapi tidak bisa membuka website
  • client bisa ping 1.1.1.1, tetapi gagal ping google.com
  • client mendapat gateway kosong atau gateway mengarah ke perangkat yang salah
  • router bisa internet, tetapi client belum bisa internet karena DNS, default route, atau NAT belum lengkap

Materi ini fokus pada DNS dan gateway dasar dulu. NAT masquerade dibahas di materi berikutnya, karena NAT adalah tahap berbeda: bukan petunjuk jalan, tetapi proses "mengganti alamat pengirim" agar client LAN bisa keluar ke internet lewat IP router.

Gambaran topologi

Contoh topologi:

Internet/Modem ---- ether1 MikroTik ether2/LAN-LAB ---- Switch ---- PC Siswa
                         |
                    Router sebagai gateway LAN

Contoh rencana alamat:

  • IP router pada LAN: 192.168.10.1/24
  • network LAN: 192.168.10.0/24
  • DHCP pool client: 192.168.10.10-192.168.10.254
  • default gateway client: 192.168.10.1
  • DNS client: 192.168.10.1 jika router dijadikan DNS cache, atau DNS publik seperti 1.1.1.1 dan 8.8.8.8

Konsep singkat DNS

DNS adalah layanan yang menerjemahkan nama domain menjadi IP address. Tanpa DNS, client masih bisa mengakses tujuan memakai IP langsung, tetapi akan kesulitan membuka website memakai nama.

Di RouterOS, MikroTik bisa:

  • memakai DNS server dari luar, misalnya DNS ISP, 1.1.1.1, atau 8.8.8.8
  • menjadi DNS cache untuk client LAN
  • membagikan DNS ke client lewat DHCP Server

Kalau router dijadikan DNS untuk client, client cukup diberi DNS 192.168.10.1. Nanti router yang bertanya ke DNS luar. Ini seperti siswa bertanya ke ketua lab, lalu ketua lab yang mengecek papan alamat utama.

Konsep singkat default gateway

Default gateway adalah alamat router yang dipakai client saat tujuan tidak berada di jaringan lokal.

Contoh:

  • client 192.168.10.20 ingin menghubungi router 192.168.10.1 - masih satu jaringan, tidak perlu gateway keluar
  • client 192.168.10.20 ingin menghubungi 1.1.1.1 - beda jaringan, maka paket dikirim ke default gateway 192.168.10.1

Di sisi router MikroTik, default route juga penting. Default route biasanya menuju gateway ISP atau modem. Dalam RouterOS, default route IPv4 memakai tujuan 0.0.0.0/0. Artinya: kalau tidak ada rute yang lebih spesifik, kirim lewat jalur ini.

Jadi ada dua sudut pandang:

  • default gateway client LAN: biasanya IP LAN MikroTik, misalnya 192.168.10.1
  • default route router: jalur MikroTik menuju ISP/modem, misalnya gateway 192.168.1.1 di sisi WAN

Kebutuhan awal

Sebelum praktik, pastikan:

  • interface LAN sudah punya IP, misalnya 192.168.10.1/24
  • DHCP Server untuk LAN sudah berjalan
  • client bisa mendapat IP dari DHCP
  • interface WAN sudah punya koneksi ke modem/ISP, minimal untuk pengujian dasar dari router
  • kamu tahu mana interface LAN dan mana interface WAN

Kalau masih belajar di lab, kerjakan di router praktik, bukan router produksi sekolah.

Cara 1 - Mengatur DNS router

Cek konfigurasi DNS saat ini:

/ip dns print

Set DNS server yang dipakai router:

/ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8

Aktifkan router agar bisa menjawab permintaan DNS dari client LAN:

/ip dns set allow-remote-requests=yes

Cek lagi:

/ip dns print

Catatan penting: allow-remote-requests=yes membuat router menjawab query DNS dari perangkat lain. Ini berguna untuk LAN, tetapi jangan biarkan DNS router terbuka dari internet. Nanti saat belajar firewall, batasi akses DNS hanya dari interface LAN.

Cara 2 - Membagikan DNS dan gateway lewat DHCP

Jika DHCP Server LAN sudah dibuat, cek daftar network DHCP:

/ip dhcp-server network print

Misalnya network LAN adalah 192.168.10.0/24. Atur gateway dan DNS untuk client:

/ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1

Kalau belum ada entry network DHCP, buat baru:

/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1

Jika ingin client langsung memakai DNS publik, bisa seperti ini:

/ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] gateway=192.168.10.1 dns-server=1.1.1.1,8.8.8.8

Untuk lab, memakai DNS router (192.168.10.1) biasanya lebih enak karena semua client cukup diarahkan ke satu alamat internal.

Cara 3 - Mengecek default route router

Cek route pada MikroTik:

/ip route print

Cari route dengan tujuan:

0.0.0.0/0

Contoh jika gateway WAN/modem adalah 192.168.1.1:

/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1

Pada banyak koneksi WAN, default route bisa muncul otomatis dari DHCP Client atau PPPoE Client. Kalau route sudah ada dan aktif, jangan asal menambahkan duplikat. Cek dulu sebelum mengubah.

Contoh praktik lab TKJ

Skenario:

  • LAN-LAB memakai IP 192.168.10.1/24
  • DHCP Server LAN sudah aktif
  • client mendapat IP dari pool 192.168.10.10-192.168.10.254
  • router memakai DNS publik dan menjadi DNS cache untuk LAN

Command inti:

/ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes
/ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
/ip dns print
/ip dhcp-server network print
/ip route print

Setelah itu, renew DHCP di client. Caranya bisa dengan disconnect-connect jaringan, cabut-pasang kabel, atau menjalankan renew IP sesuai sistem operasi client.

Verifikasi

Dari MikroTik:

/ping 1.1.1.1
/ping google.com
/ip dns cache print
/ip route print

Dari client:

ping 192.168.10.1
ping 1.1.1.1
ping google.com

Cara membaca hasil:

  • ping ke 192.168.10.1 berhasil: client bisa menjangkau gateway LAN
  • ping ke 1.1.1.1 berhasil: jalur ke luar jaringan mulai benar
  • ping ke google.com berhasil: DNS berjalan
  • ping IP berhasil tetapi ping domain gagal: kemungkinan masalah DNS
  • ping gateway gagal: masalah LAN, IP, kabel, WiFi, bridge, atau DHCP

Kalau client bisa resolve DNS tetapi belum bisa internet, cek materi NAT berikutnya. Untuk jaringan rumahan/lab dengan IP private di LAN, NAT masquerade biasanya masih dibutuhkan.

Troubleshooting singkat

Client mendapat IP tetapi DNS kosong:

  • cek /ip dhcp-server network print
  • pastikan dns-server sudah diisi
  • renew DHCP di client
  • pastikan client benar-benar mendapat lease baru

Client bisa ping IP publik tetapi tidak bisa ping domain:

  • cek DNS router dengan /ping google.com
  • cek /ip dns print
  • pastikan DNS server luar bisa dijangkau router
  • jika client memakai DNS router, pastikan allow-remote-requests=yes

Client tidak bisa ping gateway:

  • cek IP client dan subnet mask
  • cek gateway DHCP harus 192.168.10.1
  • cek IP LAN router ada di interface yang benar
  • jika LAN memakai bridge, IP gateway biasanya dipasang di bridge

Router tidak punya default route:

  • cek /ip route print
  • jika WAN memakai DHCP Client, cek apakah DHCP Client menerima gateway
  • jika WAN statis, tambahkan default route sesuai gateway dari ISP/modem

Ada dua gateway atau DNS yang membingungkan:

  • cek apakah ada DHCP Server lain di jaringan
  • pastikan client hanya menerima DHCP dari router yang benar
  • rapikan topologi supaya satu segmen LAN tidak punya dua "satpam pembagi alamat"

Catatan keamanan

DNS di router jangan dianggap sepele. Jika router menjawab DNS dari internet, router bisa disalahgunakan sebagai open resolver dan ikut membebani jaringan.

Praktik aman:

  • aktifkan DNS remote request hanya jika memang dipakai client LAN
  • batasi akses DNS dari WAN memakai firewall
  • jangan mengaktifkan service yang tidak dibutuhkan
  • gunakan DNS server yang jelas dan tepercaya
  • dokumentasikan gateway dan DNS yang dibagikan ke client

Untuk tahap pemula, cukup pahami dulu bahwa DNS untuk LAN boleh, DNS terbuka ke internet jangan.

Kesimpulan

DNS dan default gateway adalah petunjuk dasar agar client tidak sekadar punya IP, tetapi juga tahu harus bertanya nama domain ke mana dan keluar jaringan lewat pintu mana.

Ringkasnya:

  • DNS menerjemahkan nama domain menjadi IP
  • default gateway client biasanya IP LAN MikroTik
  • default route router biasanya mengarah ke gateway ISP/modem
  • DHCP Server bisa membagikan DNS dan gateway otomatis ke client
  • NAT masquerade masih diperlukan pada tahap berikutnya agar client LAN dengan IP private bisa internet lewat router

Command yang paling sering dipakai:

/ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes
/ip dhcp-server network set [find address=192.168.10.0/24] gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
/ip route print

Materi terkait

Referensi