Mikrotik : Mengecek Lease DHCP Server

Revision as of 16:04, 13 July 2026 by Maintenance script (talk | contribs) (Tambah materi pendukung pengecekan lease DHCP Server MikroTik)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision β†’ (diff)

Mikrotik : Mengecek Lease DHCP Server

🎯 Tujuan

Materi ini adalah pendamping dari artikel Mikrotik : DHCP Server untuk LAN. Setelah DHCP Server dibuat, pekerjaan belum selesai. Admin jaringan harus bisa mengecek apakah client benar-benar mendapat IP, lease mana yang aktif, dan apa penyebab client gagal mendapat alamat.

Bayangkan DHCP Server seperti petugas loket nomor antrean di lab. Artikel pagi membahas cara membuka loketnya. Materi ini membahas cara melihat buku catatan loket: siapa yang sudah dapat nomor, nomor mana yang masih dipinjam, dan nomor mana yang bermasalah.

🌍 Konteks nyata

Di lab TKJ, masalah DHCP sering kelihatan sederhana tetapi bikin praktik macet:

  • PC siswa tidak mendapat IP
  • client mendapat IP tetapi gateway kosong
  • ada IP bentrok
  • pool DHCP habis
  • client masuk lease, tetapi statusnya belum `bound`
  • ada perangkat asing ikut mengambil IP lab

Karena itu, setelah membuat DHCP Server, langkah wajib berikutnya adalah membaca lease dan log. Dari situ admin bisa tahu apakah masalah ada di router, kabel, switch, client, atau ada DHCP Server lain yang ikut campur.

🧠 Konsep singkat DHCP lease

DHCP lease adalah catatan peminjaman IP address dari DHCP Server kepada client. Di MikroTik, lease biasanya berisi:

  • IP address yang diberikan
  • MAC address client
  • nama host jika dikirim oleh client
  • server DHCP yang melayani
  • waktu lease
  • status lease

Status paling penting adalah `bound`, artinya client sudah menerima lease dari server. Dokumentasi MikroTik juga mencatat status lain seperti `offered`, `declined`, `testing`, dan `conflict`. Status-status ini membantu admin membaca posisi masalah.

Contoh sederhana:

Client laptop siswa ---- minta IP ---- MikroTik DHCP Server
Client laptop siswa <--- diberi IP --- MikroTik DHCP Server

Kalau prosesnya sukses, lease akan terlihat `bound`.

🧰 Kebutuhan awal

Sebelum praktik, pastikan:

  • DHCP Server LAN sudah dibuat
  • interface LAN sudah benar
  • client memakai mode IP otomatis atau DHCP
  • kabel/switch/access point lab tersambung
  • kamu punya akses Winbox, WebFig, atau terminal MikroTik

Contoh yang dipakai:

  • DHCP Server: `dhcp-LAN`
  • Interface LAN: `LAN-LAB`
  • Gateway LAN: `192.168.10.1`
  • Pool client: `192.168.10.10-192.168.10.254`

πŸ›  Cara 1 - Mengecek lease lewat Winbox

Langkah-langkah:

  1. buka Winbox
  2. login ke router MikroTik
  3. masuk ke menu `IP`
  4. pilih `DHCP Server`
  5. buka tab `Leases`
  6. perhatikan kolom `Address`, `MAC Address`, `Host Name`, dan `Status`

Yang perlu dilihat:

  • `Address` harus masuk range DHCP yang benar
  • `MAC Address` harus cocok dengan perangkat client
  • `Status` idealnya `bound`
  • `Server` harus mengarah ke DHCP Server LAN yang benar

Jika ada client yang baru disambungkan, tunggu beberapa detik lalu klik refresh atau buka ulang tab `Leases`.

πŸ›  Cara 2 - Mengecek lease lewat terminal

Cek daftar lease:

/ip dhcp-server lease print

Cek lebih detail:

/ip dhcp-server lease print detail

Cek hanya lease yang sudah aktif:

/ip dhcp-server lease print where status=bound

Cek lease dari satu MAC address tertentu:

/ip dhcp-server lease print where mac-address=AA:BB:CC:11:22:33

Cek lease dari satu IP tertentu:

/ip dhcp-server lease print where address=192.168.10.20

Jika daftar lease kosong padahal client sudah tersambung, jangan langsung menyalahkan DHCP Server. Cek dulu interface, kabel, switch, dan mode IP client.

πŸ§ͺ Praktikum lab TKJ

Skenario:

  • router MikroTik sudah menjalankan DHCP Server `dhcp-LAN`
  • satu laptop siswa disambungkan ke switch lab
  • laptop diset mendapat IP otomatis

Langkah praktik:

  1. sambungkan laptop ke jaringan LAN
  2. pastikan laptop memakai mode DHCP/automatic
  3. di MikroTik, jalankan:
/ip dhcp-server lease print
  1. cari MAC address laptop
  2. pastikan status lease `bound`
  3. cek IP yang diterima laptop

Dari laptop Windows, cek dengan:

ipconfig

Dari laptop Linux, cek dengan:

ip addr
ip route

Tes koneksi ke router:

ping 192.168.10.1

Jika ping ke router berhasil, berarti jalur client ke gateway LAN sudah hidup. Kalau internet belum jalan, lanjutkan pengecekan default route, NAT masquerade, dan DNS.

βœ… Verifikasi di MikroTik

Cek DHCP Server aktif:

/ip dhcp-server print

Cek network DHCP:

/ip dhcp-server network print

Cek pool:

/ip pool print

Cek lease:

/ip dhcp-server lease print detail

Cek log DHCP:

/log print where topics~"dhcp"

Tanda konfigurasi sehat:

  • DHCP Server tidak disabled
  • interface DHCP mengarah ke LAN, bukan WAN
  • pool tidak habis
  • network DHCP sesuai subnet LAN
  • lease client berstatus `bound`
  • gateway client mengarah ke IP router LAN
  • DNS client terisi sesuai rencana

🧩 Membaca status lease

Beberapa status yang sering ditemui:

bound Client sudah menerima IP. Ini status normal yang paling diharapkan.

offered Server sudah menawarkan IP, tetapi client belum menyelesaikan proses permintaan. Bisa terjadi sesaat saat client baru tersambung.

testing Router sedang mengecek apakah IP tersebut aman dipakai, termasuk kemungkinan konflik.

declined Client menolak IP yang ditawarkan. Biasanya perlu cek kemungkinan IP bentrok atau masalah di sisi client.

conflict Router mendeteksi konflik ARP. Artinya alamat tersebut terindikasi sudah dipakai perangkat lain.

Kalau status selain `bound` hanya muncul sebentar, itu masih wajar. Kalau bertahan lama atau muncul berulang, baru perlu troubleshooting.

🧯 Troubleshooting

Client tidak muncul di lease

  • pastikan client tersambung ke interface LAN yang benar
  • cek apakah port fisik masuk bridge LAN
  • cek kabel, switch, atau access point
  • pastikan client memakai DHCP/automatic
  • pastikan DHCP Server tidak disabled

Lease muncul tetapi tidak `bound`

  • tunggu beberapa detik lalu cek lagi
  • cek log DHCP
  • restart koneksi jaringan di client
  • coba release/renew IP dari client
  • cek kemungkinan IP conflict

Pool habis Cek pool:

/ip pool print
/ip dhcp-server lease print count-only

Solusi:

  • perbesar range pool jika subnet masih cukup
  • hapus lease lama yang sudah tidak dipakai
  • pendekkan lease time untuk lab yang banyak perangkat berganti
  • pisahkan jaringan jika jumlah client memang sudah besar

Client mendapat IP tetapi tidak bisa ping router

  • cek apakah IP client satu subnet dengan gateway
  • cek gateway yang diterima client
  • cek firewall di client
  • cek apakah client tersambung ke VLAN/bridge yang benar

Client bisa ping router tetapi tidak bisa buka domain

  • cek DNS yang diberikan DHCP
  • cek `/ip dns print`
  • jika router dijadikan DNS, pastikan `allow-remote-requests=yes` hanya dipakai untuk jaringan LAN yang dipercaya

Ada DHCP Server asing Jika client mendapat gateway yang bukan router lab, kemungkinan ada DHCP Server lain di jaringan. Pada jaringan bridge tertentu, MikroTik mendukung DHCP Snooping untuk membatasi DHCP Server tidak resmi pada port yang tidak dipercaya. Fitur ini perlu dipakai hati-hati dan disesuaikan dengan topologi.

πŸ” Catatan keamanan

DHCP terlihat seperti fitur biasa, tetapi bisa memengaruhi seluruh jaringan. DHCP Server yang salah tempat bisa membuat client mendapat gateway palsu, DNS palsu, atau IP dari subnet yang tidak sesuai.

Praktik aman:

  • aktifkan DHCP Server hanya di interface LAN
  • jangan aktifkan DHCP Server di interface WAN
  • pakai nama interface yang jelas
  • sisakan IP statis untuk router, server, printer, dan perangkat penting
  • cek lease secara rutin saat lab ramai
  • jangan sembarang menghapus lease kalau belum tahu perangkatnya
  • catat MAC address perangkat penting agar mudah dikenali

Untuk lab sekolah, mengecek lease juga membantu guru melihat apakah semua PC siswa sudah tersambung sebelum praktik dimulai.

πŸ“ Kesimpulan

Setelah DHCP Server dibuat, admin harus bisa membaca lease. Lease menunjukkan perangkat mana yang mendapat IP, statusnya apa, dan apakah ada tanda masalah seperti conflict atau pool habis.

Command inti:

/ip dhcp-server lease print
/ip dhcp-server lease print detail
/ip dhcp-server lease print where status=bound
/log print where topics~"dhcp"

Urutan berpikirnya sederhana: cek DHCP Server, cek pool, cek network, cek lease, lalu cek client. Dengan begitu troubleshooting tidak menebak-nebak.

πŸ”— Materi terkait

πŸ”— Referensi