Cisco : OSPF Dasar

Revision as of 07:03, 27 October 2026 by Maintenance script (talk | contribs) (Protected "Cisco : OSPF Dasar": Proteksi editorial: edit/move sysop ([Edit=Allow only administrators] (indefinite) [Move=Allow only administrators] (indefinite)))
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision β†’ (diff)

🎯 Tujuan

Setelah membaca artikel ini, kamu bisa:

  • menjelaskan **kenapa OSPF ada** dan kapan rute statis tidak lagi cukup;
  • membedakan **tiga tabel** OSPF yang sering tertukar: neighbor, topologi (LSDB), dan routing;
  • membuat **3 router saling kenal** di Cisco Packet Tracer dengan satu proses OSPF;
  • membaca status **FULL** yang sehat dan **2-WAY** yang justru normal di jaringan Ethernet;
  • menemukan lima penyebab tersering dari keluhan "neighbor sudah FULL, tapi ping tetap mati".

πŸ’‘ Tips: buka Packet Tracer sambil membaca. OSPF baru benar-benar "klik" setelah kamu melihat sendiri status neighbor berubah dari `INIT` menjadi `FULL`.

πŸ“ Konteks nyata

Di artikel sebelumnya kita memakai **rute statis**: papan petunjuk arah yang dipaku manual di setiap persimpangan. Dengan 3 router, cara itu masih waras.

Masalahnya mulai muncul saat jaringan tumbuh. Bayangkan 12 router dan 8 jaringan tujuan. Setiap kali satu kabel putus, kamu harus mengedit puluhan baris `ip route` di banyak router, dan satu baris yang terlewat membuat paket hilang tanpa pesan error.

OSPF mengambil alih pekerjaan itu dengan cara yang mirip **grup WhatsApp antar pos kamling**. Setiap pos melaporkan: "saya terhubung ke pos sebelah, jalannya lebar" atau "jalannya sempit". Semua laporan dikumpulkan, sehingga setiap pos punya **peta yang sama**, lalu masing-masing menghitung jalur terpendek dari posnya sendiri.

πŸ“Š Angka penting: di jaringan broadcast, 5 router yang saling Full butuh 10 adjacency. Dengan 20 router angkanya meledak jadi 190 β€” inilah alasan OSPF memilih DR/BDR, bukan membiarkan semua router saling bicara.

🧠 Konsep singkat

OSPF (*Open Shortest Path First*) adalah protokol routing **dinamis** bertipe *link-state*. Tiga kata kuncinya:

  • **Open** β€” standar terbuka (RFC 2328), bukan milik satu vendor. Cisco, MikroTik, Juniper, dan Linux bisa saling bicara OSPF.
  • **Shortest Path First** β€” setiap router menghitung jalur terpendek sendiri memakai algoritma Dijkstra (disebut juga proses SPF).
  • **Link-state** β€” router tidak menebak jarak dari kabar burung, tapi mengumpulkan peta lengkap dulu, baru menghitung.

Bedanya dengan rute statis bisa dilihat di tabel ini:

Aspek Rute statis OSPF
Siapa yang menulis rute admin, manual router, saling lapor otomatis
Reaksi saat kabel putus tidak tahu apa-apa deteksi sekitar 40 detik, lalu hitung ulang
Cocok untuk jaringan kecil, jarang berubah banyak router, sering berubah
Kalau salah konfigurasi paket hilang senyap adjacency gagal, kelihatan di status
Beban CPU dan RAM nol ada (kirim LSA + hitung SPF)

Angka bawaan yang wajib kamu hafal:

Parameter Nilai bawaan
Hello timer (broadcast, point-to-point) 10 detik
Dead timer 40 detik (4 x hello)
Hello / dead di NBMA dan point-to-multipoint 30 / 120 detik
Alamat multicast 224.0.0.5 (semua router), 224.0.0.6 (DR/BDR)
Administrative distance 110
Reference bandwidth untuk cost 100 Mbps
Router priority 1
Jumlah jalur equal-cost maksimal 4

πŸ”Ή Dari papan petunjuk ke peta hidup

Protokol lama seperti RIP bekerja seperti **kabar dari mulut ke mulut**: "kata tetangga, tujuan itu jauhnya 3 hop". Kabar bisa salah, lambat, dan hop bukan ukuran kualitas jalur β€” 3 hop lewat modem 4G lebih buruk daripada 5 hop lewat fiber.

OSPF bekerja seperti **mengumpulkan kartu keadaan** dari semua pos. Tiap kartu berisi daftar tetangga dan biaya jalannya. Setelah semua kartu terkumpul, setiap router punya peta identik dan menghitung sendiri jalur terpendeknya.

Konsekuensinya penting: **peta harus sama dulu, baru rute muncul**. Kalau ada router yang petanya belum lengkap, rute bisa berbeda antar router dan paket berputar-putar sementara.

πŸ”Ή Tiga tabel yang wajib dibedakan

Banyak siswa bingung karena OSPF punya tiga "daftar" sekaligus. Ini bedanya:

Tabel Isinya Perintah Tanda bermasalah
Neighbor siapa tetanggaku dan statusnya `show ip ospf neighbor` status belum FULL
Topologi (LSDB) semua kartu/LSA yang diterima `show ip ospf database` jumlah LSA beda antar router
Routing hasil perhitungan SPF `show ip route ospf` tidak ada tanda `O`

Aturan diagnosisnya sederhana: **berhenti di tabel pertama yang bermasalah**. Kalau neighbor belum FULL, jangan buang waktu memeriksa routing table β€” peta belum jadi, jadi rute memang belum ada.

πŸ’‘ Tips: urutan neighbor, lalu database, lalu route, menyelesaikan sekitar 80 persen kasus OSPF di lapangan.

πŸ”Ή Area dan aturan backbone

Area adalah cara OSPF memecah jaringan besar supaya informasi perubahan tidak dibanjirkan ke seluruh jaringan.

  • **Area 0** adalah backbone dan wajib jadi pusat. Area lain harus punya jalur ke area 0.
  • Router yang menyentuh dua area disebut **ABR** (*Area Border Router*). Dialah yang merangkum rute antar area.
  • LSA tipe 1 dan 2 beredar di dalam area, tipe 3 antar area, tipe 5 untuk rute hasil redistribusi dari luar.

⚠️ Hati-hati: desain "area 1 langsung ke area 2 tanpa lewat area 0" ditolak OSPF. Ada solusi resmi bernama *virtual link*, tapi jangan dijadikan desain utama β€” itu tambalan, bukan fondasi.

πŸ”Ή Hello, dead, dan arti "Full"

Hello packet membawa identitas lengkap: router ID, area ID, hello dan dead timer, subnet mask, pengaturan autentikasi, dan daftar neighbor. **Semua harus cocok.** Kalau tidak cocok, adjacency tidak akan pernah jalan walaupun kabel dan ping baik-baik saja.

Status Artinya Normal?
Down belum ada hello sama sekali tidak
Init hello diterima, tapi router ID kita belum muncul di hello balasan tidak
2-WAY dua arah sudah jalan, tapi tidak lanjut jadi adjacency normal di Ethernet untuk router non-DR
ExStart negosiasi siapa jadi primary transien, macet berarti MTU beda
Exchange tukar daftar LSA (DBD) transien
Loading minta LSA yang belum dimiliki transien
Full database sudah sama target

πŸ“Š Angka penting: dead timer = 4 x hello timer. Dengan nilai bawaan 10/40, router baru sadar tetangganya mati setelah **40 detik**. Inilah kenapa failover OSPF terasa lambat dibanding BFD.

πŸ§ͺ Uji cepat: `show ip ospf neighbor` β€” kolom State harus `FULL/-`. Tanda `-` artinya tetangga itu bukan DR maupun BDR.

πŸ”Ή Cost: kenapa Gigabit dan FastEthernet bisa seri

OSPF menghitung biaya dengan rumus sederhana: **cost = reference bandwidth / bandwidth interface**. Nilai acuannya 100 Mbps (10^8).

Interface Cost bawaan
64 kbps 1562
1,544 Mbps (serial) 64
2 Mbps 50
10 Mbps 10
100 Mbps 1
1 Gbps 1
10 Gbps 1

Lihat baris terakhir: Gigabit, 10 Gigabit, dan FastEthernet **sama-sama cost 1**. OSPF menganggap ketiganya seimbang, lalu membagi trafik ke dua jalur yang kecepatannya jauh berbeda.

⚠️ Hati-hati: ini penyebab masalah paling sering di jaringan modern, dan gejalanya menipu β€” ping dan speed test ke gateway terlihat normal karena kebetulan lewat jalur cepat.

Perbaikannya: `auto-cost reference-bandwidth 1000` (dalam Mbps) di **semua** router, atau `ip ospf cost` per interface kalau ingin menimpa satu jalur saja.

πŸ”Ή DR dan BDR: kenapa ada yang cuma 2-WAY

Di jaringan Ethernet, semua router yang saling Full butuh adjacency penuh. Solusinya: pilih satu **DR** (*Designated Router*) dan satu **BDR** sebagai cadangan.

  • Semua router jadi Full hanya ke DR dan BDR. Sesama router biasa cukup 2-WAY β€” jadi kalau kamu melihat 2-WAY di Ethernet, itu bukan error.
  • Pemilihan: priority tertinggi menang (bawaan 1), kalau seri diputuskan router ID tertinggi.
  • Priority 0 berarti router itu tidak pernah mau jadi DR.
  • **Tidak ada preempt**: DR baru dipilih saat DR lama mati atau proses OSPF di-restart.

πŸ’‘ Tips: kalau kamu ingin router tertentu jadi DR, naikkan priority-nya **sebelum** adjacency terbentuk. Setelah Full, menaikkan priority tidak langsung memindahkan posisi DR.

πŸ”Ή Wildcard mask, bukan subnet mask

Perintah `network` memakai wildcard mask, yaitu kebalikan subnet mask. Untuk `/24` yang subnet mask-nya `255.255.255.0`, wildcard-nya `0.0.0.255`.

Perintah ini artinya: "cari interface yang alamat IP-nya cocok dengan pola ini, lalu aktifkan OSPF di interface tersebut".

⚠️ Hati-hati: `network 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0` memang membuat semua interface ikut OSPF, termasuk interface WAN. Di lab tidak apa-apa, di kantor bisa mengumumkan prefix yang seharusnya tidak keluar.

Cek hasilnya di `show ip ospf interface brief` β€” kolom Area dan Cost harus sesuai rencana.

🧩 Istilah penting

Istilah Arti sederhana
Link-state cara kerja yang mengumpulkan peta lengkap dulu, baru menghitung
LSDB *Link-State Database*, kumpulan semua kartu keadaan alias peta
LSA satu kartu keadaan yang dikirim antar router
SPF / Dijkstra algoritma penghitung jalur terpendek
Adjacency hubungan dua router yang sudah bertukar database
Neighbor router yang terdeteksi lewat hello, belum tentu sudah Full
Area pengelompokan router untuk membatasi sebaran LSA
ABR router yang menyentuh dua area sekaligus
ASBR router yang memasukkan rute dari luar OSPF (redistribusi)
DR / BDR router pusat dan cadangannya di jaringan broadcast
Passive interface interface yang tetap diumumkan, tapi tidak mengirim hello
Cost nilai biaya jalur, makin kecil makin dipilih

πŸ”§ Praktik: OSPF Dasar di Packet Tracer

Kita bangun tiga router berderet, dengan satu LAN di ujung kiri dan satu LAN di ujung kanan. Alamatnya memakai rentang privat supaya mirip lab sekolah sungguhan.

Perangkat Interface Alamat IP Keterangan
R1 G0/0 10.10.1.1/24 LAN siswa
R1 S0/1/0 10.10.12.1/30 ke R2, sisi DCE
R2 S0/1/0 10.10.12.2/30 ke R1
R2 S0/1/1 10.10.23.1/30 ke R3, sisi DCE
R3 S0/1/0 10.10.23.2/30 ke R2
R3 G0/0 10.10.3.1/24 LAN server
PC1 Fa0 10.10.1.10/24 gateway 10.10.1.1
Server Fa0 10.10.3.10/24 gateway 10.10.3.1

Tambahkan loopback di tiap router: R1 `1.1.1.1/32`, R2 `2.2.2.2/32`, R3 `3.3.3.3/32`.

  1. Bangun topologi dan alamat.** Pasang IP di semua interface, lalu `no shutdown`. Di Packet Tracer, sisi DCE kabel serial perlu `clock rate 64000` sebelum interface mau naik.
  2. Buktikan kondisi awal.** Jalankan `show ip route`. Yang muncul hanya route bertanda `C` (connected) dan `L` (local). Coba ping dari PC1 ke server: gagal. Ini kondisi "sebelum" yang harus kamu rekam.
  3. Tentukan router ID secara eksplisit.** Masuk ke `router ospf 1`, lalu `router-id 1.1.1.1` (R2 `2.2.2.2`, R3 `3.3.3.3`). Tanpa ini, OSPF memilih IP loopback tertinggi, dan pilihan itu bisa berubah saat interface mati.
  4. Aktifkan OSPF di ketiga router.** Perhatikan wildcard mask dan pastikan area-nya sama-sama 0.
R1(config)# router ospf 1
R1(config-router)# router-id 1.1.1.1
R1(config-router)# network 10.10.1.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)# network 10.10.12.0 0.0.0.3 area 0
R1(config-router)# network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
R1(config-router)# passive-interface g0/0
  1. Pasang di R2 dan R3** dengan pola yang sama, hanya alamatnya menyesuaikan. Jangan lupa `passive-interface` pada interface yang menghadap pengguna atau server, bukan pada link antar router.
  2. Cek neighbor.** Dalam beberapa detik seharusnya muncul status `FULL/-`. Kalau masih `INIT`, jangan lanjut β€” periksa area, timer, dan subnet di kedua sisi.
  3. Baca rute hasil OSPF.** Perintah `show ip route ospf` akan menampilkan baris seperti `O 10.10.3.0/24 [110/129] via 10.10.12.2`. Angka 110 adalah administrative distance, angka 129 adalah total cost jalur.
  4. Uji ujung ke ujung.** Ping dari PC1 ke 10.10.3.10, lalu `traceroute`. Perhatikan bahwa jalur pergi dan pulang bisa berbeda kalau ada jalur cadangan.
  5. Uji kegagalan.** Matikan `G0/0` di R2 (`shutdown`), lalu lihat rute ke 10.10.3.0 hilang setelah sekitar 40 detik β€” itu harga dead timer. Nyalakan kembali dan amati rute masuk lagi tanpa kamu menyentuh konfigurasi.
  6. Simpan.** `copy running-config startup-config` di ketiga router, lalu `show start` untuk memastikan benar-benar tersimpan.

πŸ”Ή Versi Packet Tracer (GUI)

Di tab Config router, buka Routing lalu OSPF, klik Add, isi Network, Wildcard Mask, dan Area. Hasilnya sama dengan perintah CLI.

Dua catatan penting: GUI **tidak menampilkan status neighbor**, jadi verifikasi tetap lewat tab CLI. Dan tombol "Auto" sebaiknya dihindari saat belajar β€” kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya ditulis ke konfigurasi.

πŸ”Ή Kalau perangkatnya switch L3

Switch layer 3 bisa jadi router OSPF, tapi urutannya berbeda:

  • `ip routing` harus aktif lebih dulu, kalau tidak, SVI tidak meneruskan paket antar VLAN.
  • Setelah itu baru `router ospf 1` dan perintah `network` untuk tiap SVI.
  • Pasang `passive-interface` pada port access, bukan pada SVI.

🏭 Dipakai di dunia kerja

  • **Sekolah:** lab dengan banyak ruang dan switch layer 3. OSPF membuat rute antar VLAN dan antar gedung ikut berubah sendiri saat kabel atau uplink dipindah, tanpa guru mengedit konfigurasi satu per satu.
  • **Kantor cabang:** jaringan hub-and-spoke dengan puluhan lokasi. Router cabang cukup mengumumkan LAN-nya, kantor pusat belajar rute baru otomatis saat ada cabang yang dibuka.
  • **ISP dan NOC:** OSPF dipakai sebagai IGP internal untuk mengikat perangkat dalam satu wilayah operasi, sementara BGP mengurus rute antar penyedia. Salah cost di sini bisa membuat trafik pelanggan menumpuk di jalur yang salah.
  • **Rumah sakit dan kampus:** banyak gedung dengan jalur ganda. OSPF ditambah BFD dipakai supaya perpindahan jalur terjadi dalam hitungan milidetik, karena aplikasi rekam medis tidak boleh putus.
  • **Industri:** jaringan ring antar area produksi. Jika satu segmen putus, jalur berbalik lewat sisi ring yang lain, dan mesin tetap bisa mengirim data ke sistem monitoring.
  • **Data center:** OSPF sering dipakai sebagai underlay untuk mengumumkan alamat loopback antar switch, sementara overlay menangani segmen tenant.

βœ… Verifikasi

Perintah Yang dicari Kalau tidak sesuai
`show ip ospf neighbor` semua tetangga `FULL/-` periksa area, timer, subnet, autentikasi
`show ip ospf interface brief` interface, area, dan cost sesuai rencana periksa perintah `network` dan wildcard
`show ip protocols` process ID, router ID, jumlah network periksa apakah OSPF benar-benar aktif
`show ip route ospf` baris bertanda `O` untuk LAN lawan prefix belum diumumkan atau terfilter
`show ip ospf database` jumlah LSA sama di semua router flooding atau area belum sinkron
`ping` dan `traceroute` tembus dua arah periksa rute balik dan ACL

πŸ§ͺ Uji cepat: satu baris untuk tiga pemeriksaan sekaligus β€” `show ip ospf neighbor | include FULL` lalu bandingkan jumlahnya dengan jumlah router tetangga yang kamu harapkan.

πŸ“Š Angka penting: pada output `[110/129]`, angka pertama adalah administrative distance OSPF dan angka kedua adalah total cost. Cost 129 berarti jalur itu melewati beberapa interface yang biayanya dijumlahkan, bukan 129 hop.

⚠️ Kesalahan umum & troubleshooting

Gejala Penyebab tersering Perbaikan
`show ip ospf neighbor` kosong OSPF tidak aktif di salah satu sisi, interface passive, atau beda subnet cek `show ip ospf interface`
Tetangga tertahan di INIT komunikasi satu arah, area beda, autentikasi beda, atau mask beda cocokkan parameter hello di kedua sisi
Tertahan di EXSTART atau EXCHANGE MTU tidak sama, atau router ID duplikat samakan `ip mtu`, ganti `router-id`
2-WAY terus di link point-to-point seharusnya Full; 2-WAY menandakan router ID kembar beri router ID unik per router
Neighbor FULL tapi rute tidak ada perintah `network` tidak mencakup prefix LAN tambahkan network statement yang benar
Rute `O` ada tapi ping mati rute balik tidak ada, ACL, atau firewall host periksa arah balik dan kebijakan filter
Jalur lambat justru dipilih semua interface bernilai cost 1 karena reference bandwidth bawaan naikkan `auto-cost reference-bandwidth`
Dua jalur aktif bersamaan cost sama sehingga terjadi ECMP tanpa disadari samakan cost atau batasi `maximum-paths`
Neighbor hilang timbul link tidak stabil, CPU tinggi, atau timer tidak sama cek error counter dan beban CPU
Perubahan router ID tidak berlaku router ID hanya dibaca saat proses mulai `clear ip ospf process` (menyela adjacency)
Process ID berbeda antar router bukan masalah, process ID bersifat lokal tidak perlu disamakan
Log `%OSPF-4-ERRRCV` atau LSA rusak area tidak cocok atau MTU tidak konsisten samakan area dan MTU

πŸ”₯ Kasus nyata: lab Cisco sebuah SMK memakai tiga router untuk ujian praktik. Dua kelompok mengeluh PC-nya tidak bisa membuka server nilai, padahal `show ip ospf neighbor` menampilkan `FULL`. Selama dua hari mereka mengganti kabel UTP, mengatur ulang patch panel, bahkan menukar port switch.

Penyebab aslinya sederhana: perintah `network` hanya ditulis untuk link serial (`10.10.12.0 0.0.0.3 area 0`), sedangkan LAN `10.10.1.0/24` tidak pernah diumumkan. Hasilnya, router tetangga tahu cara mencapai R1, tapi tidak tahu ada jaringan di belakang R1. Ketahuan dalam 10 detik lewat `show ip route ospf` yang kosong di sisi R3.

πŸ”₯ Kasus nyata: sebuah yayasan sekolah punya fiber 1 Gbps sebagai jalur utama dan radio 100 Mbps sebagai cadangan, keduanya dimasukkan ke OSPF. Karena reference bandwidth masih bawaan 100 Mbps, kedua interface bernilai cost 1.

OSPF pun menganggap dua jalur itu seimbang dan membagi trafik ke keduanya. Setengah pengguna terlempar ke jalur radio yang langsung penuh, sehingga Zoom kelas dan unggahan CBT tersendat hampir sepekan. Speed test ke gateway terlihat normal karena tes itu kebetulan lewat fiber. Setelah `auto-cost reference-bandwidth 1000` dipasang di semua router, jalur cadangan hanya dipakai saat fiber benar-benar putus.

⚠️ Hati-hati: saat mengubah reference bandwidth, lakukan di **semua** router dalam satu area. Kalau hanya satu router yang diubah, perhitungan cost antar router jadi tidak konsisten dan jalur yang dipilih bisa kacau.

πŸ” Catatan keamanan & etika

  • OSPF tanpa autentikasi itu seperti **papan pengumuman tanpa segel**. Siapa pun yang bisa mengirim hello bisa mengaku sebagai router dan menyuntik rute palsu, lalu menyeret trafik ke tempat yang dia kendalikan.
  • Aktifkan autentikasi message-digest di semua interface yang bertetangga: `ip ospf authentication message-digest` lalu `ip ospf message-digest-key 1 md5 <kunci>`. Kuncinya harus sama dalam satu area.
  • Pasang `passive-interface` pada semua interface yang menghadap pengguna. Ini mengurangi permukaan serangan sekaligus menghemat CPU.
  • Jangan melakukan redistribusi rute tanpa filter. `default-information originate` hanya dipasang di router tepi yang memang punya jalur internet.
  • Etika: seluruh praktik di artikel ini dilakukan di Packet Tracer atau lab terisolasi. Mematikan adjacency OSPF di jaringan produksi berarti seluruh kantor kehilangan rute sekaligus β€” dampaknya jauh lebih besar daripada mematikan satu kabel.

πŸ“Œ Kesimpulan

  • OSPF menggantikan papan petunjuk yang dipaku manual dengan peta yang dibangun bersama, dan metriknya cost berbasis bandwidth, bukan jumlah hop.
  • Urutan diagnosis yang wajib dihafal: neighbor, lalu LSDB, lalu routing table. Berhenti di tabel pertama yang bermasalah.
  • Status FULL belum berarti jaringan beres. Prefix tetap harus diumumkan lewat perintah `network` yang benar, dan cost harus mencerminkan kecepatan link sebenarnya.

Langkah berikutnya: buka praktikum pendamping artikel ini untuk melihat apa yang terjadi saat neighbor sengaja dirusak satu per satu, lalu tebak penyebabnya sebelum membaca jawabannya.

πŸ”— Materi terkait

πŸ“š Referensi

  • Cisco, *IP Routing: OSPF Configuration Guide, Cisco IOS Release 15M&T β€” Configuring OSPF*.
  • Cisco Tech Note, *Understand OSPF Neighbor States* (dokumen 13685).
  • Cisco Tech Note, *Troubleshoot OSPF Neighbor Problems* (dokumen 13699).
  • Cisco, *OSPF Design Guide*.
  • IETF, *RFC 2328 β€” OSPF Version 2*.