Cisco : Praktikum Uji Routing Statis dan Diagnosa Rute Tidak Terpakai
π― Tujuan
Artikel ini adalah pasangan praktikum dari Cisco : Routing Statis di Cisco. Pagi ini kita belajar *menulis* rute statis. Sore ini kita belajar *membuktikan* bahwa rute itu benar-benar dipakai.
Setelah lab ini, kamu bisa:
- membedakan "rute ada di konfigurasi" dan "rute ada di tabel routing";
- membuktikan jalur forwarding lewat FIB, bukan hanya lewat `ping`;
- menemukan lapis mana yang membuang paket dengan urutan pemeriksaan yang tetap;
- mengenali empat kesalahan klasik: prefix salah, next-hop mati, mask kurang, dan rute balik hilang.
π Angka penting: Satu baris `ip route` di konfigurasi bisa menghasilkan **nol** baris di tabel routing. Perintah yang diterima router bukan bukti apa pun sampai kamu melihatnya di `show ip route` dan `show ip cef`.
π Konteks nyata
Bayangkan tiga dokumen di sebuah kantor:
- **Surat perintah** β `show running-config`. Sudah ditulis, belum tentu dilaksanakan.
- **Jadwal kerja** β `show ip route`. Sudah diterima sistem dan masuk antrean.
- **Daftar petugas di pintu** β `show ip cef`. Inilah yang benar-benar dipakai saat paket lewat.
Ketiganya bisa berbeda isi. Router bisa menyimpan rute yang tidak pernah dipakai, atau menolak rute yang tertulis rapi di konfigurasi.
π₯ Kasus nyata: Sebuah SMK menambah lab komputer baru di `192.168.10.0/24`, lalu guru mengetik rute ke server ujian dengan mask `/25`. Hasilnya aneh: 12 PC bisa membuka aplikasi ujian, 14 PC lain tidak β padahal kabel, switch, dan IP "kelihatan benar". Panitia menghabiskan dua hari mengganti kabel dan mencurigai switch. Penyebabnya ketemu dalam satu menit setelah membuka router: `show ip route 192.168.10.200` tidak menemukan rute, karena rute `/25` hanya mencakup separuh ruangan.
π§ Konsep singkat
Rute statis punya tiga "nyawa". Kalau satu mati, gejalanya berbeda β dan itulah sumber kebingungan saat troubleshooting.
| Lapis | Pertanyaan | Perintah bukti | |---|---|---| | 1. Konfigurasi | Perintahnya tersimpan? | `show run` + `include ip route` | | 2. RIB (tabel routing) | Router menerima rute ini? | `show ip route static` | | 3. Resolusi next-hop | Next-hop hidup dan terjangkau? | `show ip route <next-hop>`, `show ip arp` | | 4. FIB (tabel forwarding) | Rute ini dipakai meneruskan paket? | `show ip cef <tujuan>` | | 5. Forwarding nyata | Paket keluar dan kembali? | `ping`, `traceroute`, counter ACL |
Aturan kerjanya sederhana: **periksa berurutan, berhenti di lapis pertama yang gagal.** Melompat ke `ping` dulu hanya menghasilkan tebakan.
Tiga kebiasaan yang membuat diagnosa cepat:
- **Satu perubahan, satu bukti.** Ubah satu hal, langsung periksa, catat.
- **Catat kondisi awal sebelum merusak.** Tanpa baseline, kamu tidak tahu apa yang berubah.
- **Baca kode di tabel routing.** `C` = connected, `L` = alamat interface sendiri, `S` = static, `S*` = kandidat default.
π‘ Tips: Angka dalam kurung siku seperti `[1/0]` dibaca **administrative distance / metric**. Rute statis selalu punya metric 0, jadi AD adalah satu-satunya tuas untuk mengatur peringkat antar rute statis.
π§© Istilah penting
| Istilah | Arti sederhana | |---|---| | RIB | *Routing Information Base* β daftar semua rute yang diketahui router, belum tentu dipakai. | | FIB | *Forwarding Information Base* β salinan ringkas RIB yang benar-benar dipakai meneruskan paket (di IOS dikelola CEF). | | Next-hop | Alamat router berikutnya yang harus dituju. | | Recursive lookup | Router mencari rute ke next-hop dulu, baru tahu interface keluarnya. | | LPM | *Longest Prefix Match* β kalau ada beberapa rute cocok, yang prefix-nya paling spesifik menang. | | AD | Angka kepercayaan sumber rute; makin kecil makin diprioritaskan. Static = 1. | | Floating static | Rute statis cadangan dengan AD lebih tinggi dari rute utama. | | `permanent` | Keyword yang menahan rute tetap di tabel walau interface-nya mati. | | Connected route | Rute otomatis dari IP yang dipasang di interface (`C`). | | Directly connected static | Rute statis yang ditulis hanya dengan exit-interface, sehingga dianggap menempel langsung. | | Gateway of last resort | Rute default yang dipakai kalau tidak ada rute lain yang cocok. | | Proxy ARP | Router menjawab permintaan ARP untuk alamat di luar subnetnya. |
π§ Praktik: uji rute statis dan diagnosa rute tidak terpakai
Lab ini memakai alamat dokumentasi RFC 5737 untuk link antar-router, dan alamat privat untuk LAN. Jangan pakai alamat asli jaringan sekolahmu.
πΉ Topologi dan alamat lab
Topologi: PC β R1 β R2 β R3 β server, ditambah **satu link cadangan** R1βR3 untuk menguji rute cadangan.
| Perangkat | Interface | Alamat | Keterangan | |---|---|---|---| | PC-A | Fa0 | 192.168.10.10/24 | gateway 192.168.10.1 | | R1 | G0/0 | 192.168.10.1/24 | LAN siswa | | R1 | G0/1 | 10.0.12.1/30 | link utama ke R2 | | R1 | G0/2 | 10.0.13.1/30 | link cadangan ke R3 | | R2 | G0/0 | 10.0.12.2/30 | ke R1 | | R2 | G0/1 | 10.0.23.2/30 | ke R3 | | R3 | G0/0 | 10.0.23.1/30 | ke R2 | | R3 | G0/1 | 10.0.13.2/30 | ke R1 (cadangan) | | R3 | G0/2 | 192.168.30.1/24 | LAN server | | Server | Fa0 | 192.168.30.10/24 | gateway 192.168.30.1 |
Router 2911 sudah punya tiga port GigabitEthernet onboard, jadi tidak perlu modul tambahan.
Konfigurasi dasar (ulangi pola yang sama di R2 dan R3):
R1(config)# interface g0/0
R1(config-if)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config)# interface g0/1
R1(config-if)# ip address 10.0.12.1 255.255.255.252
R1(config-if)# no shutdown
R1(config)# interface g0/2
R1(config-if)# ip address 10.0.13.1 255.255.255.252
R1(config-if)# no shutdown
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.2
R1(config)# end
R1# copy running-config startup-config
Rute yang harus ada di baseline:
- **R1** β `192.168.30.0/24` lewat `10.0.12.2`
- **R2** β `192.168.30.0/24` lewat `10.0.23.1`, dan `192.168.10.0/24` lewat `10.0.12.1`
- **R3** β `192.168.10.0/24` lewat `10.0.23.2`
πΉ Baseline: potret lima lapis
Sebelum merusak apa pun, rekam kondisi sehat. Inilah pembanding yang akan menyelamatkanmu nanti.
R1# show ip route static
S 192.168.30.0/24 [1/0] via 10.0.12.2
R1# show ip route 192.168.30.10
Routing entry for 192.168.30.0/24
Known via "static", distance 1, metric 0
Routing Descriptor Blocks:
* 10.0.12.2
Route metric is 0, traffic share count is 1
R1# show ip cef 192.168.30.10
192.168.30.0/24, version 12
next hop 10.0.12.2
R1# show ip arp 10.0.12.2
Protocol Address Age (min) Hardware Addr Type Interface
Internet 10.0.12.2 12 00D0.BC12.0002 ARPA GigabitEthernet0/1
Urutan baris bisa sedikit berbeda antar versi IOS dan Packet Tracer. Yang penting empat hal ini terlihat: rute ada, AD 1, metric 0, dan next-hop sudah punya entri ARP.
π§ͺ Uji cepat: Dari R1 jalankan `ping 192.168.30.10 source 192.168.10.1`. Memakai `source` memaksa router menguji jalur dari alamat LAN, bukan dari alamat interface terdekat β ini yang sering menyembunyikan masalah rute balik.
πΉ Uji A: prefix salah ketik
Ganti rute yang benar dengan prefix yang salah satu digit, lalu lihat apa yang terjadi.
R1(config)# no ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.2
R1(config)# ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 10.0.12.2
- Gejala:** perintah diterima tanpa error, tapi ping ke server tetap gagal.
- Bukti:** `show ip route` menampilkan `S 192.168.3.0/24` β rute ke jaringan yang tidak pernah ada. Sementara `show ip route 192.168.30.10` menjawab "Gateway of last resort is not set".
- Pelajaran:** router tidak tahu isi maksudmu. Perintah yang diterima hanya berarti sintaksnya benar, bukan tujuannya benar. Karena itu lapis pertama pembuktian selalu `show ip route` untuk prefix yang **kamu tuju**, bukan sekadar melihat ada baris `S` di tabel.
πΉ Uji B: next-hop tidak terjangkau
Sekarang prefix benar, tapi next-hop-nya salah.
R1(config)# no ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 10.0.12.2
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.9
- Gejala:** sama seperti Uji A β ping gagal.
- Bukti:** `show running-config` masih memuat baris rute itu, tetapi `show ip route static` kosong. Sebagian versi IOS bahkan menampilkan `%Network is unreachable` saat perintah diketik.
- Pelajaran:** ini kasus paling menipu saat memeriksa konfigurasi orang lain. Rute "ada" di config, jadi terlihat benar. Tapi RIB menolak memasang rute yang next-hop-nya tidak bisa dijangkau lewat rute connected. Selalu cocokkan `show run` dengan `show ip route`.
πΉ Uji C: exit-interface saja di jaringan Ethernet
Tulis rute hanya dengan interface keluar, tanpa alamat next-hop.
R1(config)# no ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.9
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 g0/1
- Gejala:** ping gagal, dan tabel routing menampilkan sesuatu yang aneh:
R1# show ip route static
S 192.168.30.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/1
- Bukti tambahan:** `show ip arp` mulai menampilkan entri ARP untuk banyak alamat di `192.168.30.0/24` yang ditanyakan lewat link R1βR2. Router menganggap seluruh subnet tujuan menempel langsung di `g0/1`, jadi ia meminta MAC untuk setiap alamat tujuan.
β οΈ Hati-hati: Cisco menyatakan next-hop boleh berupa interface **hanya untuk interface point-to-point**. Untuk interface broadcast/multi-access seperti Ethernet, next-hop wajib berupa alamat IP. Kalau tidak, rute bergantung pada proxy ARP router tetangga β kalau proxy ARP mati, paket hilang tanpa error, dan tabel ARP membengkak.
πΉ Uji D: rute balik hilang
Kembalikan rute yang benar di R1, lalu hapus rute balik di R3.
R1(config)# no ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 g0/1
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.2
R3(config)# no ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.0.23.2
- Gejala:** ping dari PC ke server gagal, padahal `show ip route` di R1 dan R2 terlihat sempurna.
- Bukti:**
- `show ip route` di R1 β rute `192.168.30.0/24` masih ada.
- `show ip route` di R3 β **tidak ada** rute ke `192.168.10.0/24`.
- `ping 10.0.23.2` dari R3 berhasil, tapi `ping 192.168.10.10 source 192.168.30.1` gagal.
- Pelajaran:** paket pergi dan pulang lewat dua tabel routing yang berbeda. Ping yang gagal di ujung jauh bukan bukti masalah ada di ujung jauh. Biasanya justru sebaliknya: jalur pergi sudah benar, jalur pulang yang belum pernah dibuat.
πΉ Uji E: mask kurang satu bit
Pasang lagi rute di R3, tapi dengan mask `/25` seperti kasus SMK di awal.
R3(config)# ip route 192.168.10.0 255.255.255.128 10.0.23.2
- Gejala:** ping ke `192.168.10.10` berhasil, ping ke `192.168.10.200` gagal. Dua PC di ruangan yang sama, hasil berbeda.
- Bukti:** `show ip route 192.168.10.200` di R3 tidak menemukan rute; `show ip route 192.168.10.10` menemukannya.
π Angka penting: Mask `/24` mencakup 256 alamat, `/25` hanya 128. Selisih satu bit di mask = separuh ruangan kehilangan jalur, dan gejalanya sering disalahartikan sebagai masalah kabel atau switch.
- Pelajaran:** setiap kali gejalanya "sebagian bisa, sebagian tidak" dan pembaginya rapi di angka 128, 64, atau 32 β curigai mask lebih dulu, bukan kabel.
πΉ Uji F: dua rute statis dengan AD sama
Sekarang uji apa yang terjadi kalau dua orang teknisi menambahkan rute untuk tujuan yang sama.
R3(config)# no ip route 192.168.10.0 255.255.255.128 10.0.23.2
R3(config)# ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.0.23.2
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.13.2
- Gejala:** koneksi jalan, tapi terasa tidak konsisten β kadang cepat, kadang menggantung.
- Bukti:**
R1# show ip route 192.168.30.10
Routing entry for 192.168.30.0/24
Known via "static", distance 1, metric 0
Routing Descriptor Blocks:
* 10.0.12.2
* 10.0.13.2
Dua baris `via` = dua jalur dipasang sekaligus. `show ip cef 192.168.30.10` juga menampilkan dua next-hop.
π Angka penting: IOS memasang hingga **4 jalur equal-cost** secara bawaan (bisa dinaikkan lewat `maximum-paths`). Dua rute statis dengan prefix dan AD sama dianggap sama baiknya, jadi keduanya dipakai bergantian per tujuan.
- Pelajaran:** "load balancing tak sengaja" adalah penyebab keluhan intermiten yang paling sulit dicari. Trafik yang masuk lewat `10.0.13.2` bisa pulang lewat `10.0.23.2`, dan firewall yang *stateful* akan melihat sesi itu sebagai tidak sah.
π‘ Tips: Kalau satu jalur hanya cadangan, beri AD berbeda (misalnya 5). Rute dengan AD lebih besar tidak dipasang selama rute AD lebih kecil masih hidup β jadi tidak ada load balancing tak diinginkan.
πΉ Uji G: floating static dan jebakan `permanent`
Bersihkan dulu, lalu siapkan jalur utama dan jalur cadangan yang rapi.
R1(config)# no ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.13.2
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.2
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.13.2 5
- Kondisi awal:** `show ip route static` hanya menampilkan satu rute (via `10.0.12.2`). Rute AD 5 tidak terlihat sama sekali β bukan hilang, hanya kalah.
Matikan link utama:
R1(config)# interface g0/1
R1(config-if)# shutdown
- Gejala:** koneksi tetap jalan.
- Bukti:** dalam hitungan detik, `show ip route static` berganti menampilkan rute via `10.0.13.2`. Ping ke server tidak terputus lama. Nyalakan lagi `g0/1` dengan `no shutdown`, dan rute AD 1 kembali mengambil alih.
Sekarang jebakannya:
R1(config)# no ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.2
R1(config)# ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 10.0.12.2 permanent
R1(config)# interface g0/1
R1(config-if)# shutdown
- Gejala:** ping mati total, tetapi tabel routing terlihat "sehat".
- Bukti:** `show ip route static` **masih** menampilkan rute via `10.0.12.2` walau `show ip interface brief` menyatakan `administratively down`. Rute cadangan tidak pernah dipakai.
β οΈ Hati-hati: `permanent` membuat rute bertahan di tabel meski interface mati. Paket masuk ke lubang hitam tanpa pesan error, dan monitoring berbasis "rute ada" akan melaporkan semuanya normal. Hampir tidak pernah ada alasan memakai `permanent` untuk jalur yang punya cadangan.
πΉ Uji H: routing dimatikan di tengah jalur
Di R2, matikan fungsi routing tanpa menyentuh satu pun rute.
R2(config)# no ip routing
- Gejala:** PC tidak bisa menjangkau server, tapi semua rute masih terlihat di konfigurasi.
- Bukti:** `show ip route` di R2 menjawab `IP routing not enabled`, dan `show running-config` masih memuat dua baris `ip route`. `show ip interface brief` tetap `up/up` di semua port.
- Pelajaran:** interface hidup bukan berarti router mau merutekan. Kalau menemukan `IP routing not enabled`, jangan buang waktu memeriksa rute β nyalakan dulu dengan `ip routing`. Kasus ini sering muncul di switch Layer 3 yang baru diaktifkan fitur routing-nya.
πΉ Uji I: rute benar, paket tetap dibuang
Nyalakan lagi routing di R2, lalu blokir satu alamat di R3.
R2(config)# ip routing
R3(config)# access-list 100 deny icmp host 192.168.10.10 host 192.168.30.10
R3(config)# access-list 100 permit ip any any
R3(config)# interface g0/0
R3(config-if)# ip access-group 100 in
- Gejala:** ping gagal, traceroute berhenti tepat di R3.
- Bukti:**
- `show ip route 192.168.10.10` di R3 benar.
- `show ip cef 192.168.10.10` di R3 juga benar.
- `show ip access-lists 100` menunjukkan counter deny bertambah setiap kali ping dijalankan.
β οΈ Hati-hati: Kalau tiga lapis pertama sudah benar tapi paket tetap hilang, jangan mengubah rute lagi. Periksa kebijakan: ACL, `ip access-group`, NAT, atau firewall zona. Mengubah rute saat masalahnya ACL hanya menambah kerusakan baru.
πΉ Uji J: rute lebih spesifik menang
Terakhir, buktikan bahwa yang paling spesifik selalu menang β melebihi AD.
R3(config)# interface g0/0
R3(config-if)# no ip access-group 100 in
R1(config)# ip route 192.168.30.10 255.255.255.255 10.0.13.2
- Gejala:** tidak ada. Semua ping tetap berhasil.
- Bukti:**
R1# show ip route 192.168.30.10
Routing entry for 192.168.30.10/32
Known via "static", distance 1, metric 0
* 10.0.13.2
R1# show ip route 192.168.30.20
Routing entry for 192.168.30.0/24
Known via "static", distance 1, metric 0
* 10.0.12.2
π§ͺ Uji cepat: `show ip route <alamat-tujuan>` adalah cara tercepat menjawab "paket ke alamat ini akan lewat mana?". Jauh lebih cepat daripada membaca seluruh tabel dan mencocokkan prefix dengan mata.
- Pelajaran:** rute host `/32` mengalahkan rute `/24` meski AD-nya sama, dan bahkan mengalahkan rute dengan AD lebih kecil. Ini alat yang berguna (mengalihkan satu server lewat jalur khusus) sekaligus jebakan (satu baris `/32` yang terlupakan bisa membingungkan berbulan-bulan).
πΉ Lembar hasil uji
| Uji | Gejala utama | Bukti kunci | Lapis yang gagal | |---|---|---|---| | A | ping gagal, tanpa error | `show ip route 192.168.30.10` kosong | 2 (RIB) | | B | config ada, tabel kosong | `show ip route static` kosong | 3 (resolusi) | | C | tabel tampil "directly connected" | `show ip arp` membengkak | 2 (bentuk rute salah) | | E | separuh host gagal | `show ip route <host gagal>` kosong | 2 (mask) | | D | jalur pergi benar, balik mati | `show ip route` di R3 tanpa LAN siswa | 2 (di router jauh) | | F | kadang cepat, kadang menggantung | dua baris `via` di satu prefix | 2 (dua jalur) | | G | ping mati, rute terlihat ada | `show ip interface brief` down | 3 (rute menunjuk link mati) | | H | semua port up, tidak ada forwarding | `IP routing not enabled` | 1 (fitur routing) | | I | traceroute berhenti di satu router | counter ACL naik | 5 (kebijakan) | | J | tidak ada gejala, jalur berpindah | `show ip route <host>` beda dari `/24` | 4 (LPM) |
πΉ Versi Packet Tracer
Semua langkah di atas bisa dijalankan di Packet Tracer, dengan tiga catatan:
- `show ip route`, `show ip arp`, dan `ping ... source` berjalan normal.
- `show ip cef` tersedia terbatas; kalau outputnya tidak muncul, gunakan **Simulation mode** dan amati di router mana paket berhenti.
- `debug ip routing` sering tidak tersedia. Sebagai gantinya, catat tabel routing sebelum dan sesudah setiap perubahan.
- Kalau keyword `permanent` ditolak versi Packet Tracer-mu, pindahkan uji G ke GNS3 atau IOS asli β perilakunya penting untuk dipahami.
π Dipakai di dunia kerja
- **Sekolah:** lab ujian dan lab reguler berada di subnet berbeda, dengan rute statis ke server ujian. Salah mask di sini berarti sebagian ruang tidak bisa login saat ujian berlangsung β dan itu tidak bisa diulang.
- **Kantor cabang:** rute ke kantor pusat lewat MPLS sebagai jalur utama, modem 4G sebagai cadangan. Floating static dengan AD tepat adalah satu-satunya yang menentukan apakah cadangan benar-benar mengambil alih.
- **ISP dan warnet:** rute default ke uplink serta rute `/32` ke perangkat pelanggan yang butuh jalur khusus. Kesalahan next-hop di sini memutus banyak pelanggan sekaligus.
- **Rumah sakit:** rute antar gedung ke server SIMRS dan PACS. Waktu henti bukan sekadar keluhan lambat, tapi layanan pasien berhenti.
- **Industri:** jaringan OT/PLC sengaja dipisah dengan rute statis ketat dan tanpa protokol dinamis, agar tidak ada perubahan jalur tak terduga di lantai produksi.
- **Data center:** rute manajemen ke perangkat out-of-band. Kalau rute ini salah, tidak ada jalan masuk untuk memperbaiki kesalahan lain.
β Verifikasi
Jalankan berurutan setelah lab selesai. Semua harus memberi jawaban "ya".
show ip route static
show ip route 192.168.30.10
show ip cef 192.168.30.10
show ip arp 10.0.12.2
show ip interface brief
ping 192.168.30.10 source 192.168.10.1
traceroute 192.168.30.10 source 192.168.10.1
show run | include ip route
| Pemeriksaan | Hasil yang diharapkan | |---|---| | Rute tujuan | Muncul sebagai `S` dengan AD dan next-hop yang benar | | Bentuk rute | **Bukan** `is directly connected` untuk link Ethernet | | Next-hop | Ada entri ARP, bukan `Incomplete` | | Tabel forwarding | `show ip cef` menampilkan next-hop yang sama dengan RIB | | Jalur pulang | Router terjauh punya rute ke LAN asal | | Uji ujung ke ujung | Ping dan traceroute berhasil dari PC, bukan hanya dari router | | Kebijakan | Counter ACL tidak bertambah saat uji normal | | Penyimpanan | `copy running-config startup-config` dijalankan di semua router |
π§ͺ Uji cepat: matikan `g0/1` di R1 lalu jalankan `show ip route static`. Kalau rute cadangan muncul dalam beberapa detik, desain failover-mu sehat. Kalau rute utama tetap ada padahal link mati, kamu sedang memakai `permanent`.
β οΈ Kesalahan umum & troubleshooting
| Gejala | Perintah pemeriksa | Penyebab dan perbaikan | |---|---|---| | Ping gagal, tabel routing terlihat normal | `show ip route <host>` di router terjauh | Rute balik belum dibuat; tambahkan arah sebaliknya | | Rute ada di `show run` tapi tidak di `show ip route` | `show ip route static` | Next-hop tidak terjangkau atau interface mati | | Separuh host bisa, separuh tidak | `show ip route <host gagal>` | Mask kurang satu bit; perbaiki mask | | Tabel menampilkan `is directly connected` | `show ip route static` | Rute ditulis hanya dengan exit-interface di Ethernet; tambahkan next-hop | | Koneksi kadang cepat kadang menggantung | `show ip route <tujuan>` | Dua rute AD sama; beri AD berbeda pada jalur cadangan | | Ping mati padahal rute ada dan port up | `show ip interface brief` | `permanent` menahan rute di link mati; hapus keyword | | `IP routing not enabled` | `show ip route` | Fitur routing dimatikan; jalankan `ip routing` | | Ping gagal, traceroute berhenti di satu router | `show ip access-lists` | ACL membuang paket; periksa urutan dan arah rule | | Rute benar tapi trafik lewat jalur tak terduga | `show ip route <host>` | Ada rute `/32` lebih spesifik yang terlupakan | | Ping dari router berhasil, dari PC gagal | `show ip route` di PC / gateway PC | Gateway PC salah atau host tak punya rute ke LAN tujuan | | Rute hilang setiap kali perangkat restart | `show startup-config` | `copy running-config startup-config` belum dijalankan |
π‘ Tips: Biasakan menulis hasil uji di lembar kerja (tabel di atas) sambil praktik. Saat ujian praktik atau kerja nyata, lembar itu yang membedakan "sudah coba-coba" dari "sudah membuktikan".
π Catatan keamanan & etika
- **Perubahan rute adalah perubahan berisiko tinggi.** Salah satu baris bisa mengalihkan seluruh trafik sekolah ke jalur yang salah. Di dunia kerja, perubahan seperti ini lewat jadwal dan persetujuan, bukan diketik langsung saat jam sibuk.
- **`permanent` bisa menyembunyikan kegagalan.** Trafik dibuang tanpa alarm, dan tim monitoring akan melihat "rute ada" sebagai kondisi normal. Perlakukan keyword ini sebagai pengecualian yang harus didokumentasikan.
- **Rute menentukan batas keamanan.** Menambah rute ke jaringan yang seharusnya terisolasi (misalnya jaringan manajemen atau jaringan tamu) membuka jalur yang tidak dijaga firewall. Rute bukan pengganti kebijakan keamanan.
- **Rute `/32` adalah jalur tersembunyi yang mudah lupa.** Satu baris sisa uji coba bisa mengalihkan data satu server berisi nilai atau rekam medis ke jalur yang tidak dimonitor.
- **Dokumentasikan pemilik rute.** Setiap rute statis sebaiknya punya catatan: siapa yang menambah, kapan, dan untuk keperluan apa. Rute tanpa dokumentasi adalah utang teknis yang mahal saat troubleshooting malam hari.
- **Praktik hanya di lab sendiri.** Semua alamat di artikel ini memakai rentang dokumentasi RFC 5737 (`192.0.2.0/24`, `198.51.100.0/24`) dan alamat privat. Jangan mengarahkan rute ke jaringan yang bukan milikmu.
π Kesimpulan
Rute statis bukan soal hafal perintah, tapi soal urutan pembuktian: konfigurasi, tabel routing, resolusi next-hop, tabel forwarding, lalu uji ujung ke ujung. Berhenti di lapis pertama yang gagal, dan jangan menebak di lapis berikutnya.
Empat kesalahan yang paling mahal β prefix salah, next-hop mati, mask kurang satu bit, dan rute balik hilang β semuanya bisa ditemukan dalam satu menit dengan `show ip route <tujuan>` di router yang tepat. Yang membuatnya lama bukan teknologinya, tapi kebiasaan memeriksa di tempat yang salah.
π₯ Kasus nyata: Sebuah kantor cabang mengeluh aplikasi absensi "kadang cepat, kadang timeout" selama tiga minggu. Tim menduga ISP tidak stabil dan mengganti modem. Ternyata di router ada dua rute statis ke subnet kantor pusat dengan AD sama, sisa dari dua teknisi berbeda yang menambahkannya di waktu berbeda. Keduanya dipasang, dan sebagian sesi keluar lewat jalur MPLS lambat sementara jalur pulangnya lewat link utama. Setelah jalur cadangan diberi AD 5, keluhan hilang dalam satu hari. Biaya yang terbuang: satu modem baru dan tiga minggu komplain.
Langkah berikutnya: buka Packet Tracer, tambahkan router keempat, dan coba ganti salah satu rute statis menjadi floating static dengan AD 5. Bandingkan isi tabel routing sebelum dan sesudah link utama dimatikan β lalu jelaskan ke temanmu mengapa rute cadangan tidak terlihat saat semuanya normal.
π Materi terkait
- Cisco : Routing Statis di Cisco β artikel konsep pagi ini: tiga bentuk penulisan, AD, dan floating static.
- Cisco : Praktikum Uji Inter-VLAN Routing dan Diagnosa Router-on-a-Stick β metode pembuktian berlapis yang dipakai ulang di sini.
- Cisco : Trunk dan Inter-VLAN Routing (Router-on-a-Stick) β prasyarat: memahami jalur antar-subnet sebelum menyambung antar-router.
- Cisco : Dasar CLI Cisco IOS (Mode dan Konfigurasi Awal) β kalau masih bingung membedakan mode `(config)#` dan `(config-if)#`.
- Mikrotik : Static Route Dasar β konsep yang sama di RouterOS, berguna membandingkan dua vendor.
- Mikrotik : Praktikum Cek Static Route dengan Route Check dan Traceroute β padanan pembuktian rute di RouterOS.
π Referensi
- Cisco. Configuring Static Routing β Cisco Nexus 3000 Series NX-OS Unicast Routing Configuration Guide. https://www.cisco.com/c/en/us/td/docs/switches/datacenter/nexus3000/sw/unicast/503_u1_2/nexus3000_unicast_config_gd_503_u1_2/l3_route.html
- Cisco. ip route β Command Reference. https://www.cisco.com/E-Learning/bulk/public/tac/cim/cib/using_cisco_ios_software/cmdrefs/ip_route.htm
- Cisco. Understand Administrative Distance. https://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/border-gateway-protocol-bgp/15986-admin-distance.html
- Cisco. IP Routing Configuration Guide β Static Route Configuration.
- IETF. RFC 5737 β IPv4 Address Blocks Reserved for Documentation. https://datatracker.ietf.org/doc/html/rfc5737