Jam 07:30 di lab sekolah, 40 siswa menyalakan laptop. Dua belas di antaranya mendapat alamat 169.254.x.x dan tidak bisa membuka aplikasi ujian. Guru langsung menyalahkan kabel, lalu switch, lalu server.

Padahal DHCP punya buku catatan yang bisa menjawab pertanyaan itu dalam 20 detik β€” kalau kamu tahu harus membaca yang mana.

  • πŸ’‘ Tips: artikel ini pasangan praktik dari Cisco : DHCP Server di Cisco IOS. Di artikel pagi kamu membangun pool dan relay. Di sini kamu sengaja merusaknya sedikit, lalu membuktikan lapis mana yang gagal.

🎯 Tujuan

Setelah menyelesaikan lab ini, kamu bisa:

  • Membangun meja uji DHCP dengan satu server pusat dan relay di dua VLAN.
  • Membaca empat perintah bukti dan menyimpulkan lapis mana yang gagal.
  • Membedakan "server tidak menerima permintaan" dari "server menerima tapi tidak punya jawaban".
  • Melakukan 8 kerusakan terkontrol dan mencatat gejalanya.
  • Menjelaskan kenapa alamat 169.254.x.x muncul dan apa artinya.
  • Menutup celah rogue DHCP dengan DHCP snooping di switch.

πŸ“ Konteks nyata

Bayangkan loket pengambilan kunci di gym. Petugas punya daftar loker kosong, dan kamu menyerahkan kartu anggota.

Kalau kamu berdiri di loket yang salah, petugas tidak akan melihatmu sama sekali β€” bukan karena lokernya habis, tapi karena kamu tidak ada di antreannya.

Kalau kamu di loket yang benar tapi lokernya habis, petugas melihatmu dan menjawab "maaf, penuh". Dua kegagalan ini terlihat sama dari sisi kamu (tidak dapat kunci), tapi penyebabnya berbeda jauh.

  • πŸ”₯ Kasus nyata: lab TKJ sebuah SMK, 3 ruang ujian. Saat perapian kabel, 6 kabel PC dipindah ke port yang masih VLAN 1. Hasilnya 18 PC mendapat 169.254.x.x saat CBT dimulai. Tim mengganti 6 kabel, 2 switch, dan menaikkan timeout server selama 2 hari. Penyebab sebenarnya terlihat 20 detik setelah menjalankan show ip dhcp server statistics: angka Discover tidak bergerak sama sekali, artinya permintaan itu tidak pernah sampai ke server.

🧠 Konsep singkat

Alamat IP jatuh ke klien lewat lima lapis. Setiap lapis punya bukti sendiri, dan kamu wajib berhenti di lapis pertama yang gagal.

Lapis Pertanyaan Bukti utama
1. Link dan VLAN Port ini ada di VLAN yang benar? show interfaces status
2. Relay Broadcast klien sampai ke server? counter Discover di server
3. Pool Server punya pool untuk subnet itu? show ip dhcp pool
4. Jawaban Offer dan Ack sampai ke klien? counter Offer/Ack, ACL, rute balik
5. Klien Klien memakai dan memperpanjang alamat? ipconfig /all, lease

πŸ”Ή Membaca tiga counter berurutan

Di server, tiga angka bercerita seperti buku tamu: siapa yang datang, siapa yang dilayani, siapa yang pulang membawa kunci.

Pola di statistik Artinya Yang perlu dicek
Discover tidak naik Permintaan tidak pernah sampai kabel, port, VLAN, trunk, helper
Discover naik, Offer tetap Server melihat, tapi tak punya jawaban pool, giaddr, alamat habis
Offer naik, Ack tidak naik Jawaban tidak sampai ke klien ACL, rute balik, snooping
Ack naik, klien tetap salah Masalah di klien atau opsi gateway, DNS, lease lama
  • πŸ“Š Angka penting: lease bawaan Cisco IOS adalah 1 hari. Perpanjangan pertama (T1) terjadi di 50% umur lease, percobaan kedua (T2) di 87,5%. Di lab ini kita memakai lease 10 menit supaya siklusnya bisa diamati.

πŸ”Ή Kenapa 169.254 bukan "IP rusak"

169.254.x.x adalah alamat link-local (APIPA), diatur di RFC 3927. Klien memberi alamat itu ke dirinya sendiri setelah beberapa percobaan Discover tidak dijawab.

Artinya sederhana: klien sudah menunggu, tidak ada yang menjawab, lalu ia memilih alamat yang hanya berlaku di kabelnya sendiri. Alamat ini tidak punya gateway, jadi tidak bisa keluar ruangan.

  • ⚠️ Hati-hati: jangan pakai 169.254 sebagai bukti "kabel putus". Kabel bisa sempurna, lampu port hijau, tapi tidak ada server yang menjawab di VLAN itu.

🧩 Istilah penting

  • DORA β€” urutan empat pesan: Discover, Offer, Request, Ack. Klien mencari, server menawarkan, klien meminta, server mengonfirmasi.
  • giaddr β€” alamat gateway yang dipasang relay di paket, supaya server tahu klien itu berasal dari subnet mana.
  • Relay agent β€” router yang meneruskan broadcast DHCP ke server di subnet lain, aktif lewat perintah ip helper-address.
  • Pool β€” kumpulan alamat yang boleh dibagikan, ditentukan oleh perintah network.
  • Excluded address β€” alamat di dalam pool yang dilarang dibagikan, biasanya untuk gateway dan perangkat statis.
  • Binding β€” catatan pasangan alamat dan MAC beserta waktu kedaluwarsanya.
  • Conflict β€” kondisi saat alamat yang mau dibagikan ternyata sudah dipakai host lain.
  • NAK β€” jawaban server yang menolak permintaan klien karena alamatnya tidak sah untuk subnet itu.
  • APIPA β€” alamat 169.254.x.x yang dibuat klien sendiri saat tidak ada jawaban DHCP.
  • DHCP snooping β€” fitur switch yang membedakan port tempat server DHCP boleh berada dan port klien.
  • Rogue DHCP β€” server DHCP liar, sering berasal dari router rumah atau travel router yang dicolok ke LAN.
  • DHCP starvation β€” serangan menghabiskan pool dengan meminta alamat memakai banyak MAC palsu.

πŸ”§ Praktik: Bangun meja uji DHCP

Topologi sengaja dibuat seperti jaringan sekolah sungguhan: satu server DHCP pusat, satu router sebagai relay untuk dua VLAN.

Perangkat Peran Alamat
R1 relay + gateway dua VLAN G0/0.10 192.168.10.1/24, G0/0.20 192.168.20.1/24, G0/1 10.0.0.1/30
R2 server DHCP pusat G0/1 10.0.0.2/30
SW1 access + trunk Fa0/1-2 VLAN 10, Fa0/3 VLAN 20, Fa0/4 VLAN 10, G0/1 trunk
PC1-PC4 klien uji DHCP, kecuali saat diuji statis
  1. Siapkan switch. Buat VLAN, pasang port access, dan jadikan G0/1 trunk ke R1.
SW1(config)# vlan 10
SW1(config-vlan)# name SISWA
SW1(config-vlan)# vlan 20
SW1(config-vlan)# name GURU
SW1(config-vlan)# vlan 99
SW1(config-vlan)# name PARKIR
SW1(config-vlan)# exit
SW1(config)# interface range fa0/1-2, fa0/4
SW1(config-if-range)# switchport mode access
SW1(config-if-range)# switchport access vlan 10
SW1(config-if-range)# interface fa0/3
SW1(config-if)# switchport mode access
SW1(config-if)# switchport access vlan 20
SW1(config-if)# interface g0/1
SW1(config-if)# switchport mode trunk
SW1(config-if)# switchport trunk allowed vlan 10,20,99
SW1(config-if)# end
  1. Pasang relay di R1. Dua subinterface, dua helper. Helper dipasang di subinterface karena di situlah broadcast tiap VLAN masuk.
R1(config)# interface g0/0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# interface g0/0.10
R1(config-subif)# encapsulation dot1Q 10
R1(config-subif)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-subif)# ip helper-address 10.0.0.2
R1(config-subif)# interface g0/0.20
R1(config-subif)# encapsulation dot1Q 20
R1(config-subif)# ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R1(config-subif)# ip helper-address 10.0.0.2
R1(config-subif)# interface g0/1
R1(config-if)# ip address 10.0.0.1 255.255.255.252
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# end
  1. Buat pool di R2. Perhatikan dua hal: exclude untuk gateway, dan lease pendek supaya lab cepat.
R2(config)# service dhcp
R2(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 192.168.10.20
R2(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.20.1 192.168.20.10
R2(config)# ip dhcp pool POOL-SISWA
R2(dhcp-config)# network 192.168.10.0 255.255.255.0
R2(dhcp-config)# default-router 192.168.10.1
R2(dhcp-config)# dns-server 1.1.1.1 8.8.8.8
R2(dhcp-config)# domain-name lab.sekolah.local
R2(dhcp-config)# lease 0 0 10
R2(dhcp-config)# exit
R2(config)# ip dhcp pool POOL-GURU
R2(dhcp-config)# network 192.168.20.0 255.255.255.0
R2(dhcp-config)# default-router 192.168.20.1
R2(dhcp-config)# dns-server 1.1.1.1
R2(dhcp-config)# lease 0 0 10
R2(dhcp-config)# end
  1. Pasang rute balik di R2. Ini sering dilupakan, padahal server perlu bisa menjangkau subnet klien untuk memeriksa alamat yang akan dibagikan.
R2(config)# ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.0.0.1
R2(config)# ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 10.0.0.1
  1. Uji dasar. Minta PC1 dan PC3 memperbarui alamat, lalu pastikan gateway terjangkau.
PC> ipconfig /release
PC> ipconfig /renew
PC> ipconfig /all
  1. Simpan konfigurasi. Lab yang tidak disimpan akan menghukummu saat listrik padam β€” persis seperti kasus di artikel Cisco : Praktikum Uji Mode CLI dan Diagnosa Konfigurasi Hilang.
R1# copy running-config startup-config
R2# copy running-config startup-config
SW1# copy running-config startup-config
  • πŸ’‘ Tips: kalau PC sudah punya alamat lama, jalankan ipconfig /release dulu. Tanpa itu, klien hanya memperbarui lease lama dan kamu tidak melihat DORA penuh.

πŸ”Ή Baseline: potret sebelum dirusak

Sebelum merusak apa pun, catat kondisi sehat. Empat perintah ini yang akan kamu bandingkan sepanjang lab.

R2# show ip dhcp binding
R2# show ip dhcp pool
R2# show ip dhcp conflict
R2# show ip dhcp server statistics

Yang harus terlihat: dua binding aktif, pool melaporkan leased 1 dari total, conflict kosong, dan statistik menunjukkan Discover sama dengan Offer dan Ack.

  • πŸ§ͺ Uji cepat: sebelum setiap uji, jalankan clear ip dhcp server statistics lalu clear ip dhcp binding * di R2, dan ipconfig /release di PC. Dengan begitu angka yang kamu baca hanya milik uji itu.

πŸ”Ή Uji A β€” Port masuk VLAN parkir

Yang diubah: port Fa0/1 dipindah ke VLAN 99, VLAN yang tidak punya gateway dan tidak punya pool.

SW1(config)# interface fa0/1
SW1(config-if)# switchport access vlan 99

Yang harus terlihat: PC1 kehilangan alamat lalu mendapat 169.254.x.x. Statistik di R2 tidak bergerak. show ip dhcp binding tidak menambah baris.

Artinya: masalah ada di lapis 1–2. Server tidak pernah melihat permintaan, jadi jangan buang waktu memeriksa pool.

  • πŸ“Š Angka penting: VLAN 99 tidak punya interface di R1, sehingga tidak ada yang meneruskan broadcast. Relay hanya bekerja untuk subnet yang punya interface aktif.

Varian yang lebih berbahaya: pindahkan Fa0/1 ke VLAN 20. Sekarang PC1 tetap mendapat alamat sah, yaitu 192.168.20.x dengan gateway 192.168.20.1.

Dari sisi siswa, laptop "terhubung internet". Yang rusak halus: printer dan server nilai di VLAN 10 tidak terjangkau, dan aturan firewall per-VLAN jadi kacau.

πŸ”Ή Uji B β€” Helper dicabut dari satu subinterface

Yang diubah: hapus helper di G0/0.20 saja.

R1(config)# interface g0/0.20
R1(config-subif)# no ip helper-address 10.0.0.2

Yang harus terlihat: PC3 (VLAN 20) jatuh ke APIPA, sementara PC1 (VLAN 10) tetap normal. Discover di server hanya bertambah dari satu subnet.

Artinya: relay putus di satu VLAN. Ini pola kegagalan paling umum di sekolah yang memakai satu server DHCP pusat: satu subinterface lupa dikonfigurasi, satu ruang mati.

  • ⚠️ Hati-hati: helper di interface fisik g0/0 tidak menolong VLAN 20. Broadcast VLAN 20 masuk lewat subinterface g0/0.20, jadi perintahnya harus ada di sana.

πŸ”Ή Uji C β€” Pool kehabisan alamat

Yang diubah: sempitkan alamat yang boleh dibagikan sampai tersisa dua.

R2(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.10.23 192.168.10.254
R2# clear ip dhcp binding *

Yang harus terlihat: PC1 mendapat .21, PC2 mendapat .22, PC4 yang juga meminta alamat gagal dan memakai APIPA. show ip dhcp pool melaporkan leased 2 dan tidak ada alamat tersedia.

Di statistik, Discover terus naik tetapi Offer berhenti di angka 2.

Artinya: server melihat permintaan, tapi tidak punya stok. Inilah beda tegas antara Uji B dan Uji C β€” keduanya berujung APIPA, tetapi counter-nya berbeda.

  • πŸ§ͺ Uji cepat: satu perintah untuk memastikan stok: show ip dhcp pool POOL-SISWA. Kalau leased sama dengan total, tidak ada gunanya menambah klien.

πŸ”Ή Uji D β€” Pool untuk satu VLAN dihapus

Yang diubah: hapus pool guru, biarkan helper tetap terpasang.

R2(config)# no ip dhcp pool POOL-GURU
R2# clear ip dhcp binding *

Yang harus terlihat: PC3 APIPA, PC1 normal. Discover bertambah dari dua subnet, tetapi Offer hanya keluar untuk satu subnet.

Artinya: permintaan sampai, jawaban tidak ada. Server menerima paket dengan giaddr 192.168.20.1, mencari pool untuk subnet itu, tidak menemukan, lalu diam.

  • πŸ’‘ Tips: inilah alasan giaddr penting. Tanpa giaddr, server hanya melihat "ada yang minta alamat" dan tidak tahu harus mengambil dari pool mana.

πŸ”Ή Uji E β€” Gateway yang dibagikan salah

Yang diubah: default-router diarahkan ke alamat yang tidak ada.

R2(config)# ip dhcp pool POOL-SISWA
R2(dhcp-config)# default-router 192.168.10.254

Yang harus terlihat: PC1 tetap mendapat alamat dan lease normal. show ip dhcp binding terlihat sehat. Tapi ping ke 192.168.10.1 gagal, dan ARP untuk 192.168.10.254 tidak pernah dijawab.

Artinya: masalah ada di lapis 5, bukan lapis 2–4. Semua counter server akan tampak sempurna, karena server memang berhasil membagikan alamat.

  • πŸ”₯ Kasus nyata: kantor distributor, 60 PC. Tim IT mengganti gateway dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.254 di router, tetapi lupa mengubah default-router di pool. Semua PC dapat IP normal, bisa saling ping, tetapi internet mati. Tiket naik ke ISP selama 3 hari; ISP menunjukkan bahwa paket mati di hop pertama. Perbaikan sebenarnya satu baris.

πŸ”Ή Uji F β€” Alamat bentrok dan klien yang ditolak

Konflik. Beri PC4 alamat statis 192.168.10.21, lalu minta PC1 memperbarui alamat.

PC4> (set static 192.168.10.21 / 255.255.255.0)
R2# clear ip dhcp binding *
PC1> ipconfig /renew
R2# show ip dhcp conflict

Server memeriksa alamat sebelum membagikannya memakai ping dan gratuitous ARP. Karena .21 menjawab, alamat itu dicatat sebagai conflict dan tidak dibagikan sampai kamu menyelesaikannya.

Perbaikan: cabut alamat statis di PC4, lalu bersihkan catatan conflict.

R2# clear ip dhcp conflict 192.168.10.21
PC1> ipconfig /release
PC1> ipconfig /renew

NAK. Pindahkan PC3 dari port VLAN 20 ke port VLAN 10 tanpa melepas lease lamanya. Klien akan meminta 192.168.20.x padahal sekarang berada di subnet 192.168.10.0/24.

Server menolak dengan NAK, lalu klien mengulang DORA dari awal. Bukti paling jelas ada di debug dan di counter.

R2# debug ip dhcp server events
R2# show ip dhcp server statistics
  • πŸ“Š Angka penting: NAK bukan kegagalan. NAK adalah server yang bekerja benar: ia menolak alamat yang tidak sah untuk subnet itu sehingga klien tidak memakai alamat salah kamar.

πŸ”Ή Uji G β€” Server DHCP liar di LAN

Yang diubah: PC4 dijadikan Server-PT dengan layanan DHCP untuk 192.168.0.0/24, gateway 192.168.0.1. Ini meniru travel router murah yang dicolok siswa ke port LAN.

PC1> ipconfig /release
PC1> ipconfig /renew
PC1> ipconfig /all

Yang harus terlihat: PC1 mendapat 192.168.0.x dengan gateway 192.168.0.1. Ping ke 192.168.10.1 gagal. Di R2, tidak ada binding untuk MAC PC1 dan statistik tidak bertambah.

Artinya: jawaban datang lebih cepat dari dalam kabel, bukan dari server resmi. Klien tidak pernah memilih; ia memakai tawaran pertama yang sampai.

Perbaikan di switch:

SW1(config)# ip dhcp snooping
SW1(config)# ip dhcp snooping vlan 10,20
SW1(config)# no ip dhcp snooping information option
SW1(config)# interface g0/1
SW1(config-if)# ip dhcp snooping trust

Semua port lain tetap tidak dipercaya secara bawaan, sehingga Offer dari PC4 dibuang. Setelah snooping aktif, PC1 harus memperbarui alamat dan kembali mendapat 192.168.10.x.

  • ⚠️ Hati-hati: port uplink ke router atau ke server DHCP wajib ditandai trust. Kalau lupa, semua klien kehilangan alamat sekaligus dan gejalanya mirip Uji B.

πŸ”Ή Uji H β€” Lease habis dan server mati

Yang diubah: lease dipendekkan menjadi 2 menit, lalu server dimatikan saat klien masih memegang lease.

R2(config)# ip dhcp pool POOL-SISWA
R2(dhcp-config)# lease 0 0 2
R2# clear ip dhcp binding *
R2(config)# interface g0/1
R2(config-if)# shutdown

Yang harus terlihat: PC1 tetap memakai alamatnya dan masih bisa ping gateway 192.168.10.1, karena gateway ada di R1, bukan di R2. Setelah lease habis, PC1 jatuh ke APIPA.

Artinya: "masih bisa ping gateway" bukan bukti DHCP sehat. Lease adalah hitungan mundur di sisi klien, bukan denyut nadi dari server.

  • πŸ§ͺ Uji cepat: clear ip dhcp binding * di server tidak langsung mematikan klien. Klien baru kehilangan alamat saat lease-nya habis atau saat ia meminta perpanjangan dan ditolak.

βœ… Verifikasi

Jalankan berurutan setelah lab selesai. Semua harus kembali seperti baseline.

Pemeriksaan Perintah / cara
Dua VLAN dapat alamat ipconfig /all di PC1 dan PC3
Binding sesuai MAC show ip dhcp binding
Pool tidak penuh show ip dhcp pool
Tidak ada conflict sisa show ip dhcp conflict
Counter seimbang show ip dhcp server statistics
Snooping menggigit show ip dhcp snooping
  • Semua PC mendapat alamat dari subnet yang benar, bukan 169.254.x.x.
  • Gateway dan DNS yang dibagikan cocok dengan topologi.
  • Setelah copy running-config startup-config dan reload, PC masih mendapat alamat.
  • Uji G diulang: server liar tidak lagi bisa membagikan alamat.
  • πŸ§ͺ Uji cepat: matikan satu pool dengan sengaja, lalu pastikan gejalanya persis seperti yang kamu catat di lembar hasil. Kalau gejalanya berbeda, berarti ada lapis lain yang belum kamu pahami.

⚠️ Kesalahan umum & troubleshooting

Gejala Bukti pertama Penyebab Perbaikan
APIPA, Discover tidak naik show interfaces status port salah VLAN, trunk tertutup perbaiki VLAN dan allowed trunk
APIPA, Discover naik, Offer nol show ip dhcp pool tidak ada pool untuk giaddr buat pool atau perbaiki helper
APIPA, Offer naik, Ack nol ACL, rute balik jawaban dibuang di jalan izinkan UDP 67/68, cek rute ke giaddr
Dapat IP, gateway tak terjangkau ipconfig /all default-router salah samakan dengan interface R1
Dapat IP, nama domain gagal nslookup dns-server salah ganti DNS di pool
Sebagian ruangan dapat, sebagian tidak show ip dhcp pool mask pool /25 padahal /24 perbaiki network
Conflict berulang show ip dhcp conflict perangkat statis di dalam pool exclude atau binding manual
Klien ditolak berulang debug ip dhcp server events klien membawa lease subnet lain release lalu renew
Alamat dari gateway asing tidak ada binding di server server DHCP liar aktifkan snooping
Semua hilang setelah reboot show startup-config konfigurasi belum disimpan copy run start
  • πŸ’‘ Tips: urutkan pemeriksaan dari lapis 1 ke 5, dan berhenti di lapis pertama yang gagal. Melompat langsung ke pool adalah kebiasaan yang paling banyak menghabiskan waktu.

🏭 Dipakai di dunia kerja

  • Sekolah: satu server DHCP melayani VLAN siswa, guru, dan tamu. Saat ujian berbasis komputer, satu subinterface yang lupa diberi helper bisa membuat satu ruang penuh kehilangan alamat di menit pertama.
  • Kantor cabang: router kantor membagikan alamat untuk 60–100 perangkat. Perubahan gateway yang tidak diikuti perubahan default-router adalah tiket helpdesk paling mahal, karena semuanya tampak normal.
  • Rumah sakit: perangkat medis sering memakai alamat statis. Kalau rentang statis tidak di-exclude, server akan membagikan alamat yang sama dan memicu conflict berulang di unit yang paling tidak boleh terganggu.
  • ISP dan warnet: pool yang habis karena perangkat tamu adalah keluhan harian. Kemampuan membaca leased versus total jauh lebih berguna daripada menambah bandwidth.
  • Industri: jaringan kontrol dan kantor dipisah per VLAN. Relay yang salah menempatkan alamat bisa membuat PLC atau HMI tidak terjangkau tanpa ada alarm.
  • Hotel dan kampus: banyak perangkat, banyak server liar dari router pribadi. DHCP snooping menjadi kontrol wajib, bukan fitur tambahan.

πŸ” Catatan keamanan & etika

  • Rogue DHCP adalah serangan senyap. Penyerang tidak perlu memutus kabel; cukup menjawab lebih cepat dan mengirim gateway miliknya sendiri. Semua trafik korban lewat perangkatnya.
  • Starvation menghabiskan pool. Penyerang meminta ribuan alamat dengan MAC berbeda sampai alamat sah habis. Mitigasinya snooping, rate limit pada port klien, dan pemantauan leased versus total.
  • Batasi kecepatan DHCP di port klien memakai fitur ip dhcp snooping limit rate supaya lonjakan permintaan tidak menghabiskan CPU switch.
  • Option 82 menyimpan informasi port dan VLAN. Itu berguna untuk audit, tetapi juga berarti log DHCP bisa mengungkap siapa memakai port mana. Perlakukan log sebagai data internal.
  • Jangan pernah menyalakan DHCP server di interface WAN. Satu salah ketik bisa membagikan alamat internal ke jaringan penyedia.
  • Etika lab: semua uji di sini dilakukan di perangkat sendiri. Menyalakan server DHCP liar di jaringan sekolah atau kantor tanpa izin adalah gangguan layanan, bukan latihan.
  • πŸ”₯ Kasus nyata: asrama dengan satu jaringan bersama. Seorang penghuni mencolok travel router ke port LAN supaya "wifi kamarnya kencang". Dalam beberapa menit 25 penghuni lain mendapat alamat 192.168.0.x dengan gateway router pribadi itu. Internet mati untuk semua kecuali pemilik router. Setelah snooping diaktifkan dan port uplink ditandai trust, kejadian yang sama tidak bisa terulang.

πŸ“Œ Kesimpulan

Klien tanpa alamat bukan satu masalah, melainkan empat masalah berbeda yang kebetulan berujung sama.

Kalau Discover tidak naik, curigai kabel dan VLAN. Kalau Discover naik tapi Offer diam, curigai pool. Kalau Offer naik tapi klien tetap kosong, curigai jalan pulang. Kalau semuanya naik tapi internet mati, curigai opsi yang dibagikan.

Langkah berikutnya: buka Cisco : Praktikum Uji Inter-VLAN Routing dan Diagnosa Router-on-a-Stick dan ulangi pola bukti berlapis yang sama untuk masalah routing, supaya kebiasaan "berhenti di lapis pertama yang gagal" jadi refleks.

πŸ”— Materi terkait

πŸ“š Referensi

  • Cisco, IP Addressing: DHCP Configuration Guide, Cisco IOS Release 15M&T β€” Configuring the Cisco IOS DHCP Server. [1]
  • Cisco, Catalyst 2960-X Switch Security Configuration Guide β€” Configuring DHCP Snooping.
  • Droms, R. RFC 2131: Dynamic Host Configuration Protocol. [2]
  • Alexander, S. & Droms, R. RFC 2132: DHCP Options and BOOTP Vendor Extensions. [3]
  • Cheshire, S., Aboba, B. & Guttman, E. RFC 3927: Dynamic Configuration of IPv4 Link-Local Addresses. [4]