Cisco : Praktikum Uji Spanning Tree dan Diagnosa Port Blokir yang Terbuka

Port yang diblokir di Spanning Tree bukan port yang rusak. Justru port itu yang menjaga seluruh jaringan tetap hidup, karena hanya satu jalur yang boleh meneruskan frame antar-switch.

Masalahnya, port blokir bisa berubah pikiran dan mulai meneruskan. Saat itu terjadi, loop langsung terbentuk, dan gejalanya mirip kabel rusak: ping putus, lampu berkedip bersamaan, satu lantai mati total.

Artikel ini adalah lab sore untuk membuktikan pohon STP benar-benar berbentuk pohon, lalu sengaja merusaknya satu per satu. Tujuannya sederhana: kamu mengenali wajah tiap kegagalan sebelum menemukannya di lab sekolah atau kantor.

🎯 Tujuan

Setelah menyelesaikan lab ini, kamu bisa:

  • Membuktikan dengan perintah bahwa topologi STP memang pohon: satu root, satu root port per switch, dan minimal satu port blokir.
  • Membedakan bukti konfigurasi dengan bukti keadaan, saat show running-config terlihat rapi tapi topologi kacau.
  • Mengenali empat penyebab port blokir berubah jadi forwarding: BPDU hilang, BPDU disaring, PortFast salah tempat, dan root diambil alih switch lain.
  • Membaca tanda ROOT_Inc, LOOP_Inc, dan err-disabled tanpa menebak.
  • Memilih pengaman yang tepat sesuai posisi port: BPDU Guard, Root Guard, atau Loop Guard.

πŸ“ Konteks nyata

Bayangkan sistem persinyalan kereta. Dua jalur rel boleh terpasang, tapi hanya satu yang diberi sinyal hijau. Petugas di ujung jalur menentukan status itu dari telegram yang dikirim petugas pusat setiap dua detik.

Selama telegram datang, jalur cadangan tetap merah. Tapi kalau telegram berhenti, petugas ujung menyimpulkan jalur pusat sudah tidak ada, lalu menyalakan hijau di jalur cadangan. Kalau ternyata jalur pusat masih hidup, dua kereta melaju ke arah yang sama.

Di jaringan switch, telegram itu bernama BPDU, dan sinyal hijau itu status forwarding. Semua bencana STP di lapangan hampir selalu berawal dari satu hal: BPDU yang seharusnya sampai, tidak sampai.

  • πŸ”₯ Kasus nyata: Lab TKJ sebuah SMK memakai dua uplink antar-switch. Teknisi yang merapikan konfigurasi menambahkan spanning-tree bpdufilter enable di kedua port uplink, karena ia membaca bahwa perintah itu "mengurangi trafik BPDU yang tidak perlu". Dua jam kemudian, saat ujian praktik berjalan, seluruh lab mati. Switch di-restart, hidup sepuluh menit, mati lagi. Penyebabnya baru ketahuan setelah seseorang menjalankan show spanning-tree: semua port forwarding, tidak ada satu pun port blokir. STP-nya sudah tidak bekerja sejak pagi.

🧠 Konsep singkat

πŸ”Ή Empat bukti pohon sehat

Jangan puas dengan "jaringan jalan". Pohon STP sehat hanya kalau empat hal ini terbukti:

  1. Satu root, dan root itu yang kamu pilih. Bukti: show spanning-tree root di semua switch menampilkan Root ID yang sama.
  2. Setiap switch non-root punya tepat satu root port. Bukti: di show spanning-tree vlan 10 hanya ada satu baris Root FWD.
  3. Ada minimal satu port blokir di jalur redundan. Bukti: baris Altn BLK atau Desg BLK muncul di salah satu ujung kabel cadangan.
  4. Tidak ada port inconsistent. Bukti: show spanning-tree inconsistentports menghasilkan angka nol.

Kalau salah satu tidak terpenuhi, topologimu belum berbentuk pohon, walau pengguna belum mengeluh.

  • πŸ“Š Angka penting: di PVST+ setiap VLAN punya pohon sendiri. Sepuluh VLAN berarti sepuluh pohon, sepuluh pemilihan root, dan bisa sepuluh port blokir yang berbeda di switch yang sama.

πŸ”Ή Kenapa port blokir bisa berubah pikiran

Port blokir hanya "diam" selama masih menerima BPDU superior secara teratur. BPDU itu telegram dari root, dikirim tiap 2 detik.

Kalau telegram berhenti, port menyimpulkan jalur ke root sudah mati, lalu membuka diri. Di STP klasik prosesnya lambat: 20 detik max age, 15 detik listening, 15 detik learning, total sekitar 50 detik.

Di RSTP jauh lebih cepat: tiga hello yang hilang, sekitar 6 detik, sudah cukup untuk menyimpulkan tetangga mati. Artinya kesalahan konfigurasi juga lebih cepat terlihat.

  • ⚠️ Hati-hati: yang berbahaya bukan port yang mati. Yang berbahaya adalah port yang masih up, masih meneruskan frame, tapi sudah tidak lagi bicara STP.

πŸ”Ή Tiga penyebab BPDU hilang yang sering tak terlihat

Penyebab Yang terlihat di layar Bukti cepat
Duplex mismatch link up, trafik jalan, sesekali lambat satu sisi half-duplex, log %CDP-4-DUPLEX_MISMATCH
Link satu arah (fiber/SFP) link up/up, tapi BPDU cuma satu arah show udld neighbors status unidirectional
BPDU disaring atau STP dimatikan port tetap forwarding, tidak ada port blokir show spanning-tree interface ... detail

Cisco menyebut BPDU filtering di sebuah port sebagai tindakan yang setara dengan mematikan spanning tree di port itu, dan bisa menghasilkan loop. Kalimat itu bukan teori: itulah yang terjadi di kasus SMK di atas.

Ada juga batas desain yang jarang diingat. Dengan timer bawaan, diameter jaringan bridge maksimal tujuh hop. Lebih dari itu, BPDU bisa kedaluwarsa di tengah jalan dan topologi jadi tidak stabil.

  • πŸ“Š Angka penting: timer klasik hello 2 detik, max age 20 detik, forward delay 15 detik. Perubahan kecil pada angka ini memengaruhi seluruh jaringan, bukan satu switch.

πŸ”Ή Bukti konfigurasi bukan bukti keadaan

show running-config menunjukkan niat admin. show spanning-tree menunjukkan kenyataan. Keduanya bisa berbeda.

Contoh nyata: perintah spanning-tree portfast tidak berlaku di port trunk. Untuk trunk, Cisco menyediakan bentuk khusus spanning-tree portfast trunk. Jadi kamu bisa melihat PortFast tertulis di config, sementara port tetap berjalan sebagai port STP biasa.

Kebiasaan yang menyelamatkan waktu: setiap kali mengubah sesuatu, langsung tanya "perintah apa yang membuktikan perubahan ini benar-benar aktif?" Kalau tidak ada jawabannya, perubahan itu belum terverifikasi.

🧩 Istilah penting

Istilah Arti sederhana
Root inconsistent port diblokir karena menolak BPDU yang mengaku root
Loop inconsistent port diblokir karena BPDU tiba-tiba hilang
Err-disabled port dimatikan otomatis oleh fitur pengaman
BPDU Filter menyaring BPDU, praktis mematikan STP di port itu
BPDU Guard mematikan port begitu ada BPDU masuk
Root Guard menolak switch lain menjadi root lewat port ini
Loop Guard menahan port blokir agar tidak membuka saat BPDU hilang
Topology change pemberitahuan bahwa topologi baru saja berubah

Beberapa perintah yang akan sering kamu pakai:

  • show spanning-tree summary β€” mode STP aktif, jumlah VLAN, status PortFast dan BPDU Guard.
  • show spanning-tree inconsistentports β€” daftar port yang sedang diblokir karena guard.
  • show interfaces status err-disabled β€” daftar port yang dimatikan fitur pengaman.
  • show errdisable recovery β€” apakah pemulihan otomatis aktif, dan untuk penyebab apa.

πŸ”§ Praktik: Lab Bukti Topologi Pohon

Lab ini memakai tiga switch dan dua jalur antar-switch, supaya selalu ada satu port yang harus diblokir. Fokusnya bukan menambah konfigurasi baru, tapi membuktikan keadaan dan merusaknya secara terkendali.

Topologi dan alamat:

  • SW1 sebagai inti: Fa0/23 ke SW2, Fa0/24 ke SW3.
  • SW2 dan SW3 juga dihubungkan Fa0/24 ke Fa0/24 sebagai jalur cadangan.
  • VLAN 10 SISWA 192.168.10.0/24, VLAN 20 GURU 192.168.20.0/24.
  • PC-SISWA1 di SW2 Fa0/1, PC-SISWA2 di SW3 Fa0/1, keduanya VLAN 10.

πŸ”Ή Menyiapkan lab dan baseline

  1. Bangun topologi tiga switch 2960 dan dua PC seperti di atas. Sambungkan jalur cadangan SW2 Fa0/24 ke SW3 Fa0/24.
  2. Buat VLAN dan trunk di ketiga switch:
vlan 10
 name SISWA
vlan 20
 name GURU
exit
interface range fa0/23 - 24
 switchport mode trunk
 switchport trunk allowed vlan 10,20
exit
  1. Samakan mode STP di ketiga switch, karena mode berbeda bisa membuat hasil bacaan membingungkan:
spanning-tree mode rapid-pvst
  1. Tentukan root secara sengaja, satu VLAN satu switch. Ini sekaligus menyiapkan Uji B:
SW1(config)# spanning-tree vlan 10 priority 4096
SW2(config)# spanning-tree vlan 20 priority 4096
  1. Tunggu sekitar 30 detik, lalu rekam baseline di ketiga switch:
show spanning-tree root
show spanning-tree vlan 10
show spanning-tree vlan 20
show spanning-tree summary
show spanning-tree inconsistentports
  1. Catat di lembar baseline: root tiap VLAN, port Root FWD, dan port Altn BLK di masing-masing switch.
  2. Uji koneksi dasar dari PC-SISWA1 ke PC-SISWA2. Ping harus stabil sebelum kamu merusak apa pun.
  • πŸ’‘ Tips: simpan konfigurasi baseline dengan copy running-config startup-config di ketiga switch. Saat uji berantakan, kamu bisa reload dan mulai bersih dalam satu menit.

πŸ”Ή Uji A: membaca pohon VLAN yang salah

Perintah show spanning-tree tanpa nama VLAN menampilkan VLAN 1, bukan VLAN 10 yang sedang kamu pakai.

  1. Jalankan show spanning-tree di SW2, catat root dan peran portnya.
  2. Jalankan show spanning-tree vlan 10 di switch yang sama.

Harapan: dua keluaran itu bisa menunjukkan root berbeda, karena VLAN 1 dan VLAN 10 punya pohon sendiri.

Arti: menyimpulkan topologi dari VLAN 1 sama dengan menebak. Kalau kamu melaporkan "root-nya SW2" padahal yang dimaksud VLAN 10, seluruh diagnosa berikutnya jadi salah arah.

  • πŸ§ͺ Uji cepat: show spanning-tree root menampilkan ringkasan root untuk semua VLAN aktif dalam satu layar. Ini pembuka yang paling hemat waktu.

πŸ”Ή Uji B: root hanya di satu VLAN

Pada langkah 4 kamu hanya mengatur prioritas VLAN 10 di SW1. Sekarang periksa VLAN 20.

  1. Jalankan show spanning-tree vlan 20 root di ketiga switch.
  2. Bandingkan dengan hasil VLAN 10.

Harapan: VLAN 20 kemungkinan besar dipimpin switch lain, biasanya yang MAC-nya paling kecil. Port blokir di VLAN 20 juga pindah tempat.

Arti: inilah load sharing per VLAN yang sebenarnya. Kalau semua VLAN dibiarkan default, seluruh trafik sekolah bisa menumpuk di satu jalur, sementara jalur cadangan menganggur.

  • πŸ“Š Angka penting: prioritas diubah dalam kelipatan 4096, dari 0 sampai 61440. Di VLAN 10, prioritas 4096 tampil sebagai 4106 karena VLAN ID ikut terhitung.

πŸ”Ή Uji C: BPDU Filter di trunk, loop tanpa suara

Ini uji paling penting di artikel ini, karena kesalahannya terlihat seperti "merapikan".

  1. Pasang filter di kedua ujung jalur cadangan:
SW2(config)# interface fa0/24
SW2(config-if)# spanning-tree bpdufilter enable
SW3(config)# interface fa0/24
SW3(config-if)# spanning-tree bpdufilter enable
  1. Amati ping dari PC-SISWA1 ke PC-SISWA2 selama 30 detik.
  2. Jalankan show spanning-tree vlan 10 di SW2 dan SW3.

Harapan: ping putus atau loss berat. Di keluaran STP, port Fa0/24 di kedua switch tampil forwarding, dan tidak ada satu pun port blokir.

Bukti tambahan: show spanning-tree interface fa0/24 detail menampilkan BPDU Filter: Enabled, sementara counter interface naik sangat cepat.

Arti: kedua switch berhenti bertukar telegram. Masing-masing menganggap dirinya satu-satunya switch di jalur itu, lalu meneruskan frame ke jalur cadangan. Loop terbentuk tanpa ada port yang "salah konfigurasi" secara kasat mata.

  1. Pulihkan dengan mencabut filter di kedua sisi:
SW2(config)# interface fa0/24
SW2(config-if)# no spanning-tree bpdufilter
SW3(config)# interface fa0/24
SW3(config-if)# no spanning-tree bpdufilter
  • ⚠️ Hati-hati: storm di Packet Tracer bisa membuat GUI tersendat. Simpan config sebelum uji, dan siapkan perintah shutdown pada port uji supaya kamu bisa memutus loop dalam hitungan detik.

πŸ”Ή Uji D: PortFast di tempat yang salah

PortFast memang mempersingkat waktu tunggu, tapi hanya untuk perangkat akhir. Uji ini menunjukkan bedanya PortFast di port PC dan di port antar-switch.

  1. Pasang PortFast di port PC, lalu periksa statusnya:
SW2(config)# interface range fa0/1 - 2
SW2(config-if-range)# spanning-tree portfast
SW2(config-if-range)# spanning-tree bpduguard enable
  1. Coba pasang perintah biasa di port trunk Fa0/24, lalu periksa:
show spanning-tree interface fa0/24 portfast

Harapan: PortFast di port PC aktif. Di port trunk, perintah biasa tidak memberi efek edge, karena Cisco meminta bentuk spanning-tree portfast trunk untuk itu.

Arti: PortFast adalah janji "di belakang port ini tidak ada switch". Kalau janji itu salah, STP kehilangan waktu untuk menghitung, dan loop kecil bisa muncul saat kabel dicolok.

  • πŸ’‘ Tips: selalu pasangkan PortFast dengan BPDU Guard. PortFast mempercepat, BPDU Guard menjaga janjinya.

πŸ”Ή Uji E: BPDU Guard versus BPDU Filter

Dua fitur ini sering dianggap sama karena namanya mirip. Reaksinya berbeda jauh.

  1. Dengan BPDU Guard yang sudah dipasang di Fa0/2 SW2, colok switch kecil atau hub ke port itu.
  2. Periksa hasilnya:
show interfaces status err-disabled
show spanning-tree summary
show logging | include SPANTREE

Harapan: port masuk err-disabled, muncul log %SPANTREE-2-RX_PORTFAST, dan topologi tetap sehat. Bandingkan dengan Uji C: di sana port tetap hidup dan loop terbentuk.

Arti: BPDU Guard memilih mematikan satu port untuk menyelamatkan satu jaringan. BPDU Filter memilih tetap hidup dan berharap tidak terjadi apa-apa.

  1. Pulihkan port secara manual:
SW2(config)# interface fa0/2
SW2(config-if)# shutdown
SW2(config-if)# no shutdown

Kalau kamu ingin port pulih sendiri setelah beberapa menit, aktifkan pemulihan otomatis:

SW2(config)# errdisable recovery cause bpduguard
SW2(config)# errdisable recovery interval 400
  • πŸ“Š Angka penting: tanpa errdisable recovery, port yang dimatikan BPDU Guard tidak akan hidup sendiri. Ini disengaja, supaya ada manusia yang memeriksa penyebabnya.

πŸ”Ή Uji F: Root Guard menolak switch nakal

Sekarang kamu berperan sebagai switch yang ingin merebut posisi root.

  1. Pasang Root Guard di port SW1 yang menghadap ke bawah:
SW1(config)# interface fa0/23
SW1(config-if)# spanning-tree guard root
  1. Buat SW3 mengaku paling layak jadi root:
SW3(config)# spanning-tree vlan 10 priority 0
  1. Periksa dari SW1 dan SW3:
show spanning-tree inconsistentports
show spanning-tree vlan 10

Harapan: port SW1 Fa0/23 tampil sebagai Desg BKN* dengan tanda ROOT_Inc, dan root tetap SW1. Di daftar inconsistentports muncul keterangan Root Inconsistent.

Arti: Root Guard menolak BPDU yang mengaku lebih rendah dari root saat ini, tanpa mematikan port secara permanen. Begitu switch nakal dicabut atau prioritasnya dikembalikan, port pulih sendiri.

  1. Kembalikan prioritas SW3 ke default:
SW3(config)# no spanning-tree vlan 10 priority
  • πŸ”₯ Kasus nyata: Sebuah kantor distributor alat kesehatan memakai switch inti 1 Gbps di ruang server. Seorang teknisi mencolok switch bekas lab yang masih menyimpan prioritas 4096 di ruang guru, hanya untuk menambah empat port. Switch bekas itu langsung menjadi root untuk semua VLAN. Selama dua minggu aplikasi kasir terasa lambat setiap sore, tapi tidak pernah mati, jadi tidak ada yang menyangka topologi. Setelah prioritas diubah dan Root Guard dipasang di port ruang guru, keluhan hilang tanpa mengganti satu perangkat pun.
  • ⚠️ Hati-hati: Root Guard hanya untuk port yang menghadap ke bawah, menjauhi root. Kalau dipasang di uplink menuju root, kamu bisa memutus switch dari jaringannya sendiri.

πŸ”Ή Uji G: Loop Guard saat BPDU menghilang

Uji ini mensimulasikan kabel fiber yang hanya hidup satu arah, kasus yang paling sering bikin loop di lapangan.

  1. Pastikan SW2 Fa0/24 berperan sebagai port alternatif, lalu pasang Loop Guard:
SW2(config)# interface fa0/24
SW2(config-if)# spanning-tree guard loop
  1. Simulasikan BPDU yang tidak sampai, dengan menyaring BPDU di sisi SW3 saja:
SW3(config)# interface fa0/24
SW3(config-if)# spanning-tree bpdufilter enable
  1. Periksa dari SW2:
show spanning-tree inconsistentports
show spanning-tree interface fa0/24 detail

Harapan: port masuk LOOP_Inc dan tetap tidak meneruskan, walau status link masih up/up. Tanpa Loop Guard, port itu justru berubah peran dan mulai forwarding.

Arti: Loop Guard membedakan "tetangga mati" dari "telegram hilang". Link yang tetap up tapi tidak mengirim BPDU adalah tanda paling kuat adanya masalah satu arah.

  1. Pulihkan dengan mencabut filter di SW3, lalu pastikan port keluar dari status inconsistent.
  • πŸ”₯ Kasus nyata: Jaringan RT-RW Net memakai dua link fiber antar-tower. SFP di salah satu ujung mulai rusak: link tetap up, tapi BPDU hanya lewat satu arah. Port cadangan yang seharusnya blokir berubah forwarding, dan loop terbentuk. Pelanggan di tiga RT kehilangan internet sekitar 40 menit sementara teknisi berganti kabel dan patch cord. Setelah Loop Guard dan UDLD agresif dipasang di kedua uplink, kejadian serupa berikutnya hanya mematikan satu port, bukan seluruh jaringan.
  • πŸ§ͺ Uji cepat: show spanning-tree inconsistentports adalah satu perintah yang menjawab dua pertanyaan sekaligus: ada guard aktif, atau ada topologi bermasalah.

πŸ”Ή Uji H: mempercepat timer dan risikonya

Banyak siswa tergoda memperkecil timer supaya konvergensi cepat. Uji ini menunjukkan harganya.

  1. Ubah timer di SW1 untuk VLAN 10:
SW1(config)# spanning-tree vlan 10 hello-time 1
SW1(config)# spanning-tree vlan 10 max-age 6
SW1(config)# spanning-tree vlan 10 forward-delay 4
  1. Periksa hasilnya:
show spanning-tree vlan 10

Harapan: nilai Hello Time, Max Age, dan Forward Delay berubah. Kalau switch menolak salah satu nilai, catat pesan errornya, karena itu pengaman agar topologi tetap sah.

Arti: mengecilkan timer berarti memperkecil toleransi. Satu BPDU hilang karena kabel jelek bisa langsung memicu perubahan topologi, bahkan loop. Cara yang benar tetap pindah ke rapid-pvst, bukan memaksa timer.

  1. Kembalikan timer ke bawaan:
SW1(config)# no spanning-tree vlan 10 hello-time
SW1(config)# no spanning-tree vlan 10 max-age
SW1(config)# no spanning-tree vlan 10 forward-delay

πŸ”Ή Versi GUI Packet Tracer

Kalau kamu memakai tab Config, alurnya lebih pendek tapi buktinya lebih sedikit:

  1. Klik switch, buka tab Config, pilih Spanning Tree. Di situ ada mode dan prioritas per VLAN.
  2. Untuk PortFast, klik port di tab Config, centang Port Fast.
  3. BPDU Guard ada di panel yang sama. BPDU Filter dan Root Guard biasanya tidak tersedia di GUI.
  4. Status ROOT_Inc, LOOP_Inc, dan daftar port blokir tidak ditampilkan. Semua itu hanya terlihat di CLI.
  • πŸ’‘ Tips: pakai GUI untuk mengubah, pakai CLI untuk membuktikan. Kebiasaan ini sama dengan yang dipakai teknisi di lapangan.

🏭 Dipakai di dunia kerja

  • Sekolah dan lab komputer: uplink ganda antar-rak dipasang agar ujian tidak putus saat satu kabel bermasalah. Tanpa bukti port blokir, kabel cadangan justru berubah jadi sumber mati listrik jaringan.
  • Kantor: port meja karyawan sering dipakai colok mini switch atau access point pribadi. PortFast plus BPDU Guard membuat satu meja tidak bisa menjatuhkan satu lantai.
  • Rumah sakit: jaringan dipisah per VLAN untuk administrasi, radiologi, dan alat monitoring. Root Guard memastikan switch di ruang teknisi tidak pernah menjadi pusat topologi.
  • ISP dan RT-RW Net: link fiber antar-tower rawan gagal satu arah. Loop Guard dan UDLD dipakai supaya pelanggan tidak ikut merasakan loop saat SFP mulai rusak.
  • Industri dan pabrik: jalur redundan menghubungkan panel kontrol ke switch produksi. Loop di sini bukan cuma internet lambat, tapi mesin bisa kehilangan perintah.
  • Data center dan kampus: puluhan VLAN di satu switch membuat PVST+ berat. Banyak organisasi pindah ke MST, tapi prinsip buktinya tetap sama: satu root per instance, port blokir harus ada.

βœ… Verifikasi

Jalankan ini setelah semua uji selesai, dan bandingkan dengan baseline awalmu:

Perintah Yang harus terlihat
show spanning-tree root satu Root ID per VLAN, sesuai pilihanmu
show spanning-tree vlan 10 tepat satu Root FWD, ada port blokir di jalur cadangan
show spanning-tree summary mode rapid-pvst, PortFast dan BPDU Guard aktif
show spanning-tree inconsistentports nol port inconsistent
show interfaces status err-disabled kosong, semua port uji sudah pulih
show logging tidak ada log BPDU Guard baru setelah pemulihan

Lembar hasil lab, isi selama praktik:

Uji Yang diubah Bukti yang muncul Arti
A baca VLAN 1, bukan VLAN 10 root berbeda antar VLAN kesimpulan topologi harus per VLAN
B prioritas hanya di VLAN 10 VLAN 20 punya root lain load sharing per VLAN
C BPDU Filter di trunk semua port forwarding, tanpa blokir STP mati, loop senyap
D PortFast di port salah PortFast tidak berlaku di trunk biasa PortFast hanya untuk perangkat akhir
E BPDU masuk port PortFast err-disabled dan log SPANTREE Guard memilih mematikan port
F switch prioritas 0 ROOT_Inc di port menghadap bawah root asli dipertahankan
G BPDU hilang di port alternatif LOOP_Inc, link tetap up satu arah terdeteksi
H timer diperkecil hello dan max age berubah toleransi turun, risiko naik
  • πŸ§ͺ Uji cepat: kalau ingin satu angka sebagai laporan, sebutkan jumlah port blokir per VLAN. Jaringan dengan redundan tapi nol port blokir hampir pasti sedang loop atau STP-nya mati.

⚠️ Kesalahan umum & troubleshooting

Gejala Penyebab sering Bukti cepat
Semua port forwarding, ping loss BPDU Filter atau STP dimatikan show spanning-tree interface detail
Port bertanda ROOT_Inc Root Guard menolak switch lain jadi root show spanning-tree inconsistentports
Port bertanda LOOP_Inc BPDU hilang di port root atau alternatif link up/up, show udld neighbors
Port mati setelah kabel dicolok BPDU Guard bekerja show interfaces status err-disabled
Root pindah sendiri switch baru berprioritas rendah show spanning-tree root
Konvergensi 30 sampai 50 detik masih PVST klasik show spanning-tree summary
Jaringan hidup tapi lambat root di switch 100 Mbps show spanning-tree vlan 10
Link lambat dan tak stabil duplex mismatch show interfaces half-duplex
Port cadangan tak pernah aktif VLAN tidak ada di daftar allowed trunk show interfaces trunk
Log SPANTREE berulang BPDU masuk berulang di port PortFast show logging

Beberapa catatan lapangan yang tidak masuk tabel:

  • Native VLAN tidak sama di dua ujung trunk memicu log %CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH. Jaringan bisa tetap jalan, tapi VLAN tanpa tag bisa bocor antar-switch.
  • Kabel console bukan alat ukur STP. Kalau kamu hanya melihat lampu port, kamu tidak bisa membedakan port blokir dari port mati.
  • Jangan uji loop di jam kerja. Uji C dan Uji G aman di lab, tapi di jaringan produksi bisa mematikan satu gedung dalam hitungan detik.

πŸ” Catatan keamanan & etika

  • Root takeover adalah serangan nyata. Siapa pun yang bisa mengirim BPDU dengan prioritas lebih rendah bisa menggeser jalur seluruh jaringan. Root Guard di port menghadap bawah menutup celah ini tanpa mengubah topologi.
  • Jangan pakai BPDU Filter untuk "mengurangi trafik". Dampaknya sama dengan mematikan pengaman, dan kesalahannya sulit dilacak karena semua tampak normal.
  • Port kosong sebaiknya dimatikan dan dipindah ke VLAN parkir. Port hidup yang tidak diawasi adalah pintu masuk switch tak dikenal.
  • Uji hanya di lab sendiri. Mengirim BPDU atau membuat loop di jaringan sekolah, kantor, atau ISP tanpa izin bisa dianggap sabotase, bukan latihan.
  • Simpan bukti sebelum memperbaiki. Screenshot show spanning-tree dan show logging sebelum kamu restart. Setelah restart, jejaknya sering hilang.

πŸ“Œ Kesimpulan

  • STP yang sehat bisa dibuktikan: satu root, satu root port per switch, minimal satu port blokir, dan nol port inconsistent.
  • Hampir semua bencana STP berawal dari BPDU yang tidak sampai, bukan dari bug perangkat.
  • BPDU Filter mematikan pengaman, BPDU Guard mematikan port, Root Guard menolak root asing, Loop Guard menahan port saat telegram hilang.
  • Perintah show spanning-tree tanpa nama VLAN hanya bercerita tentang VLAN 1. Selalu sebut VLAN yang kamu maksud.
  • Timer bukan alat mempercepat. Kalau butuh konvergensi cepat, pindah ke rapid-pvst dan rapikan desain jalur.

Langkah berikutnya: buka artikel konsep STP, lalu ulangi lab ini tanpa melihat panduan, dan catat sendiri root serta port blokir di setiap VLAN sebelum memeriksanya dengan perintah.

πŸ”— Materi terkait

πŸ“š Referensi

  • Cisco, Troubleshoot STP Problems and Related Design Considerations β€” duplex mismatch, link satu arah, korupsi paket, PortFast ke hub, dan batas diameter tujuh hop. [1]
  • Cisco, Understand Spanning Tree PortFast and BPDU Guard Features β€” perilaku err-disabled, pemulihan otomatis, dan contoh kasus bridge Linux yang merebut root. [2]
  • Cisco, Configuring Optional Spanning-Tree Features β€” peringatan resmi bahwa BPDU filtering setara mematikan STP, perilaku Root Guard dan Loop Guard, serta default fitur. [3]
  • Cisco, Understand Rapid Spanning Tree Protocol (802.1w) β€” state RSTP, peran alternate dan backup, serta mekanisme proposal dan agreement. [4]
  • IEEE, 802.1D-2004 β€” standar yang memuat 802.1t dan 802.1w di dalamnya.