Cisco Packet Tracer : Praktikum Topologi Junior Network Administrator

Topologi praktik Junior Network Administrator di Cisco Packet Tracer

Tujuan

Materi ini membantu siswa mempraktikkan rancangan jaringan sederhana tetapi sudah mendekati kebutuhan kerja administrator jaringan junior: membagi jaringan dengan VLAN, memberi alamat IP yang benar, menghubungkan beberapa subnet lewat router, mengaktifkan jaringan nirkabel, lalu menghubungkan dua autonomous system dengan BGP.

Bayangkan jaringan sekolah seperti gedung yang punya beberapa ruang: ruang guru, ruang siswa, ruang WiFi, dan ruang jaringan lain. VLAN berfungsi seperti pembatas ruangan di dalam switch. Subnet berfungsi seperti sistem alamat tiap ruangan. Router menjadi petugas yang tahu jalan antar-ruangan, sedangkan BGP menjadi cara dua gedung berbeda saling bertukar informasi jalur.

Setelah praktik ini, siswa diharapkan mampu:

  • membuat VLAN pada switch
  • mengatur port access dan trunk
  • membuat router-on-a-stick pada router Cisco
  • mengatur IP address, subnet mask, dan default gateway
  • menghubungkan laptop ke access point
  • membuat routing antar-AS memakai BGP
  • melakukan pengujian ping dan membaca routing table
  • melakukan troubleshooting dasar bila koneksi gagal

Gambaran topologi

Perangkat yang digunakan:

  • 2 router: R1 dan R2
  • 2 switch Layer 2: SW1 dan SW2
  • 1 access point: AP1
  • 4 end device: PC-GURU, PC-SISWA, LAPTOP-WIFI, dan PC-AS200

Contoh koneksi:

R1 G0/0  ---- SW1 F0/1
R1 G0/1  ---- R2 G0/1
R2 G0/0  ---- SW2 F0/1

SW1 F0/2 ---- PC-GURU
SW1 F0/3 ---- PC-SISWA
SW1 F0/4 ---- AP1

SW2 F0/2 ---- PC-AS200

Keterangan:

  • koneksi R1 G0/0 ke SW1 F0/1 adalah trunk
  • port SW1 F0/2, F0/3, dan F0/4 adalah access port
  • koneksi R1 ke R2 adalah link point-to-point
  • SW2 melayani LAN AS 200

Rencana pengalamatan IP

Jaringan Network Subnet Mask Gateway Contoh Host
VLAN 10 - Guru 192.168.1.0/25 255.255.255.128 192.168.1.1 PC-GURU: 192.168.1.2
VLAN 20 - Siswa 192.168.1.128/25 255.255.255.128 192.168.1.129 PC-SISWA: 192.168.1.130
VLAN 30 - Nirkabel 192.168.2.0/26 255.255.255.192 192.168.2.1 LAPTOP-WIFI: 192.168.2.10
Link R1-R2 10.10.10.0/30 255.255.255.252 - R1: 10.10.10.1, R2: 10.10.10.2
LAN AS 200 192.168.3.0/26 255.255.255.192 192.168.3.1 PC-AS200: 192.168.3.2

Catatan penting: pada gambar topologi, ada bagian yang menulis routing 192.168.1.0/24. Untuk konfigurasi interface dan PC, gunakan subnet detail di atas, yaitu /25 untuk VLAN 10 dan VLAN 20. Ringkasan /24 boleh dibahas sebagai ide summary route, tetapi jangan dipakai sebagai subnet mask PC pada praktik ini.

Langkah 1 - Menyiapkan perangkat di Cisco Packet Tracer

  1. Buka Cisco Packet Tracer.
  2. Tambahkan 2 router, misalnya seri 2911 atau 1941.
  3. Tambahkan 2 switch 2960.
  4. Tambahkan 1 access point.
  5. Tambahkan PC-GURU, PC-SISWA, LAPTOP-WIFI, dan PC-AS200.
  6. Ubah nama perangkat agar mudah dibaca:
    • router kiri: R1
    • router kanan: R2
    • switch kiri: SW1
    • switch kanan: SW2
    • access point: AP1

Gunakan kabel copper straight-through untuk PC ke switch dan switch ke router. Untuk router ke router, gunakan copper cross-over bila diperlukan. Pada Packet Tracer versi baru, mode otomatis biasanya tetap bisa memilih kabel yang sesuai.

Langkah 2 - Konfigurasi VLAN pada SW1

Masuk ke CLI SW1, lalu jalankan:

enable
configure terminal

hostname SW1

vlan 10
 name GURU
exit

vlan 20
 name SISWA
exit

vlan 30
 name NIRKABEL
exit

Atur port ke perangkat:

interface fa0/1
 description TRUNK-TO-R1
 switchport mode trunk
exit

interface fa0/2
 description PC-GURU
 switchport mode access
 switchport access vlan 10
exit

interface fa0/3
 description PC-SISWA
 switchport mode access
 switchport access vlan 20
exit

interface fa0/4
 description AP-WIFI
 switchport mode access
 switchport access vlan 30
exit

end
write memory

Cek hasilnya:

show vlan brief
show interfaces trunk

Yang diharapkan:

  • Fa0/2 masuk VLAN 10
  • Fa0/3 masuk VLAN 20
  • Fa0/4 masuk VLAN 30
  • Fa0/1 menjadi trunk

Langkah 3 - Konfigurasi router-on-a-stick pada R1

Karena SW1 adalah switch Layer 2, proses routing antar-VLAN dilakukan oleh R1. Teknik ini disebut router-on-a-stick.

Masuk ke CLI R1:

enable
configure terminal

hostname R1

interface g0/0
 description TO-SW1-TRUNK
 no shutdown
exit

Buat sub-interface untuk VLAN 10:

interface g0/0.10
 description GATEWAY-VLAN10-GURU
 encapsulation dot1Q 10
 ip address 192.168.1.1 255.255.255.128
exit

Buat sub-interface untuk VLAN 20:

interface g0/0.20
 description GATEWAY-VLAN20-SISWA
 encapsulation dot1Q 20
 ip address 192.168.1.129 255.255.255.128
exit

Buat sub-interface untuk VLAN 30:

interface g0/0.30
 description GATEWAY-VLAN30-NIRKABEL
 encapsulation dot1Q 30
 ip address 192.168.2.1 255.255.255.192
exit

Atur link ke R2:

interface g0/1
 description LINK-TO-R2
 ip address 10.10.10.1 255.255.255.252
 no shutdown
exit

end
write memory

Cek interface:

show ip interface brief

Pastikan G0/0, G0/0.10, G0/0.20, G0/0.30, dan G0/1 aktif atau minimal tidak shutdown.

Langkah 4 - Konfigurasi SW2

Pada topologi ini, SW2 cukup dipakai sebagai switch access untuk LAN AS 200.

Masuk ke CLI SW2:

enable
configure terminal

hostname SW2

interface fa0/1
 description TO-R2
 switchport mode access
exit

interface fa0/2
 description PC-AS200
 switchport mode access
exit

end
write memory

Langkah 5 - Konfigurasi R2

Masuk ke CLI R2:

enable
configure terminal

hostname R2

interface g0/0
 description LAN-AS200
 ip address 192.168.3.1 255.255.255.192
 no shutdown
exit

interface g0/1
 description LINK-TO-R1
 ip address 10.10.10.2 255.255.255.252
 no shutdown
exit

end
write memory

Cek interface:

show ip interface brief

Langkah 6 - Mengatur IP pada PC

Atur IP secara manual pada menu Desktop -> IP Configuration.

PC-GURU:

IP Address   : 192.168.1.2
Subnet Mask  : 255.255.255.128
Default GW   : 192.168.1.1
DNS Server   : 8.8.8.8

PC-SISWA:

IP Address   : 192.168.1.130
Subnet Mask  : 255.255.255.128
Default GW   : 192.168.1.129
DNS Server   : 8.8.8.8

LAPTOP-WIFI:

IP Address   : 192.168.2.10
Subnet Mask  : 255.255.255.192
Default GW   : 192.168.2.1
DNS Server   : 8.8.8.8

PC-AS200:

IP Address   : 192.168.3.2
Subnet Mask  : 255.255.255.192
Default GW   : 192.168.3.1
DNS Server   : 8.8.8.8

Langkah 7 - Konfigurasi access point

Pada AP1, atur jaringan nirkabel:

SSID     : SMKN1_WiFi
Security : WPA2-PSK
Password : smkn12026

Atur IP management AP:

IP Address  : 192.168.2.2
Subnet Mask : 255.255.255.192
Gateway     : 192.168.2.1

Pada LAPTOP-WIFI, hubungkan ke SSID:

SSID     : SMKN1_WiFi
Password : smkn12026

Jika laptop belum bisa terhubung, pastikan perangkat laptop memiliki modul wireless di Packet Tracer dan memilih SSID yang benar.

Langkah 8 - Tes koneksi lokal sebelum routing BGP

Dari PC-GURU, buka Command Prompt:

ping 192.168.1.1
ping 192.168.1.130
ping 192.168.2.10

Cara membaca:

  • ping ke 192.168.1.1 berhasil berarti PC Guru sudah benar menuju gateway VLAN 10
  • ping ke 192.168.1.130 berhasil berarti inter-VLAN routing VLAN 10 ke VLAN 20 sudah berjalan
  • ping ke 192.168.2.10 berhasil berarti VLAN 10 ke VLAN 30 juga berjalan

Jika tes lokal antar-VLAN gagal, jangan lanjut ke BGP dulu. Perbaiki VLAN, trunk, sub-interface, atau default gateway.

Langkah 9 - Konfigurasi BGP antar AS

R1 berada di AS 100 dan R2 berada di AS 200. Keduanya bertukar informasi rute memakai BGP.

Pada R1:

enable
configure terminal

router bgp 100
 neighbor 10.10.10.2 remote-as 200
 network 192.168.1.0 mask 255.255.255.128
 network 192.168.1.128 mask 255.255.255.128
 network 192.168.2.0 mask 255.255.255.192
exit

end
write memory

Pada R2:

enable
configure terminal

router bgp 200
 neighbor 10.10.10.1 remote-as 100
 network 192.168.3.0 mask 255.255.255.192
exit

end
write memory

Cek BGP pada kedua router:

show ip bgp summary
show ip route

Jika BGP berhasil, neighbor menuju router lawan akan aktif. Pada beberapa tampilan Cisco IOS, kolom terakhir akan menunjukkan jumlah prefix yang diterima, bukan tulisan Established.

Langkah 10 - Pengujian akhir

Dari PC-GURU:

ping 192.168.1.130
ping 192.168.2.10
ping 192.168.3.2

Dari PC-SISWA:

ping 192.168.1.2
ping 192.168.2.10
ping 192.168.3.2

Dari PC-AS200:

ping 192.168.1.2
ping 192.168.1.130
ping 192.168.2.10

Target akhir:

  • PC Guru bisa ping PC Siswa
  • PC Guru bisa ping laptop WiFi
  • PC dari AS 100 bisa ping PC dari AS 200
  • PC dari AS 200 bisa ping balik ke jaringan AS 100

Perintah verifikasi

Pada SW1:

show vlan brief
show interfaces trunk
show mac address-table

Pada R1:

show ip interface brief
show ip route
show ip bgp summary
show running-config

Pada R2:

show ip interface brief
show ip route
show ip bgp summary
show running-config

Troubleshooting

PC tidak bisa ping gateway:

  • cek IP address PC
  • cek subnet mask PC
  • cek default gateway PC
  • cek port switch sudah masuk VLAN yang benar
  • cek sub-interface router sudah no shutdown melalui interface fisiknya

PC beda VLAN tidak bisa saling ping:

  • cek trunk SW1 F0/1
  • cek encapsulation dot1Q pada sub-interface R1
  • cek gateway masing-masing VLAN
  • cek status interface dengan show ip interface brief

R1 dan R2 tidak bisa ping:

  • cek IP link 10.10.10.1/30 dan 10.10.10.2/30
  • cek interface G0/1 di kedua router
  • cek kabel antar-router

BGP tidak aktif:

  • pastikan R1 bisa ping 10.10.10.2
  • pastikan R2 bisa ping 10.10.10.1
  • cek AS number pada command neighbor ... remote-as ...
  • pastikan network yang diiklankan memang ada di routing table router

Laptop WiFi tidak terhubung:

  • cek SSID SMKN1_WiFi
  • cek password smkn12026
  • cek AP masuk VLAN 30
  • cek IP laptop satu jaringan dengan 192.168.2.0/26
  • cek gateway laptop 192.168.2.1

Catatan guru tentang OSPF

Pada gambar topologi tertulis "routing dalam satu AS menggunakan OSPF Area 0" dan ada pengujian show ip ospf neighbor. Namun pada topologi inti yang hanya memiliki R1 di AS 100 dan R2 di AS 200, OSPF neighbor tidak akan terbentuk di dalam AS 100 karena hanya ada satu router di AS tersebut.

Untuk praktik dasar siswa, fokus yang paling konsisten adalah:

  • VLAN
  • trunk
  • router-on-a-stick
  • subnetting
  • BGP antar AS
  • verifikasi dan troubleshooting

Jika guru ingin benar-benar menguji OSPF neighbor, tambahkan satu router lagi di AS 100, misalnya R1B, lalu hubungkan R1 dengan R1B dan jalankan OSPF Area 0 di antara keduanya. Setelah itu barulah perintah berikut akan punya neighbor:

show ip ospf neighbor

Tugas siswa

  1. Buat topologi sesuai gambar.
  2. Konfigurasi VLAN 10, VLAN 20, dan VLAN 30 pada SW1.
  3. Konfigurasi trunk dari SW1 ke R1.
  4. Konfigurasi sub-interface pada R1.
  5. Konfigurasi IP address pada semua PC dan laptop.
  6. Konfigurasi SSID dan password WiFi pada access point.
  7. Konfigurasi BGP antara R1 dan R2.
  8. Lakukan pengujian ping antar-jaringan.
  9. Screenshot hasil show vlan brief, show ip route, dan show ip bgp summary.
  10. Tulis kesimpulan: bagian mana yang berfungsi sebagai VLAN, subnet, gateway, trunk, dan routing antar-AS.

Pertanyaan pemahaman

  1. Mengapa port dari SW1 ke R1 harus dibuat trunk?
  2. Apa perbedaan VLAN 10 dan subnet 192.168.1.0/25?
  3. Mengapa PC Guru dan PC Siswa membutuhkan gateway berbeda?
  4. Mengapa jaringan AS 100 tidak otomatis tahu jaringan AS 200 sebelum BGP dikonfigurasi?
  5. Jika PC-GURU bisa ping gateway tetapi tidak bisa ping PC-AS200, bagian mana saja yang perlu dicek?

Materi terkait

Referensi

  • Cisco Networking Academy - materi dasar Cisco Packet Tracer, VLAN, routing, dan konfigurasi perangkat jaringan
  • Dokumentasi Cisco IOS - konfigurasi VLAN, sub-interface 802.1Q, dan BGP dasar