Mikrotik : Praktikum Ping dan Traceroute untuk Cek Gateway dan DNS
Mikrotik : Praktikum Ping dan Traceroute untuk Cek Gateway dan DNS
Setelah router diberi IP LAN, DHCP Server, DNS, dan default gateway, pertanyaan berikutnya biasanya sederhana:
"Client sudah dapat IP, tapi internetnya benar-benar jalan atau belum?"
Di dunia jaringan, jangan menebak dari ikon WiFi atau tulisan connected saja. Kita perlu menguji jalurnya. Dua alat dasar yang paling sering dipakai adalah ping dan traceroute.
Analogi sederhananya begini: ping itu seperti mengetuk pintu dan menunggu jawaban "ada". Traceroute itu seperti melihat rute kendaraan melewati pos mana saja sebelum sampai ke tujuan. Kalau berhenti di pos tertentu, kita tahu kira-kira bagian mana yang perlu diperiksa.
Tujuan Pembelajaran
Setelah praktik ini, siswa diharapkan mampu:
- menggunakan ping dari MikroTik dan dari client;
- membedakan masalah gateway, DNS, route, dan koneksi internet;
- membaca hasil traceroute secara sederhana;
- melakukan troubleshooting awal saat client belum bisa membuka website;
- membuat kesimpulan teknis berdasarkan hasil pengujian, bukan sekadar kira-kira.
Konteks Nyata di Lab TKJ
Misalnya topologi lab seperti ini:
- ether1 MikroTik terhubung ke internet atau router utama sekolah;
- ether2/bridge-LAN terhubung ke switch lab;
- client mendapat IP otomatis dari DHCP Server MikroTik;
- MikroTik membagikan gateway dan DNS ke client.
Saat client gagal membuka website, penyebabnya bisa macam-macam:
- client belum mendapat IP yang benar;
- gateway client salah;
- router belum punya default route;
- DNS belum bisa menerjemahkan nama domain;
- NAT belum dibuat, jika jaringan LAN memakai IP private dan ingin keluar ke internet;
- firewall atau koneksi upstream bermasalah.
Karena itu pengujian harus dilakukan bertahap.
Kebutuhan Awal
Sebelum praktik, pastikan:
- MikroTik bisa diakses lewat Winbox, WebFig, atau terminal;
- interface LAN sudah memiliki IP, misalnya `192.168.10.1/24`;
- DHCP Server LAN sudah berjalan;
- client mendapat IP dari MikroTik, misalnya `192.168.10.10`;
- DNS dan default gateway dasar sudah dikonfigurasi sesuai materi sebelumnya.
Contoh alamat pada materi ini:
- IP router LAN: `192.168.10.1`
- IP client: `192.168.10.10`
- DNS publik contoh: `1.1.1.1` atau `8.8.8.8`
- domain uji: `mikrotik.com`
Silakan sesuaikan dengan IP lab masing-masing.
Langkah Praktik 1: Cek IP Client
Di komputer client, cek dulu IP yang diterima.
Pada Windows:
ipconfig
Perhatikan bagian:
- IPv4 Address
- Subnet Mask
- Default Gateway
- DNS Servers
Contoh yang diharapkan:
IPv4 Address . . . . . . . . . . : 192.168.10.10 Subnet Mask . . . . . . . . . . : 255.255.255.0 Default Gateway . . . . . . . . : 192.168.10.1 DNS Servers . . . . . . . . . . : 192.168.10.1
Jika IP client masih `169.254.x.x`, berarti client belum mendapat DHCP dengan benar.
Langkah Praktik 2: Ping Gateway dari Client
Dari client, ping IP router LAN.
ping 192.168.10.1
Jika berhasil, client sudah bisa berbicara dengan gateway lokal.
Jika gagal, cek:
- kabel LAN atau koneksi WiFi;
- apakah client satu subnet dengan router;
- apakah IP router LAN benar;
- apakah interface LAN MikroTik aktif;
- apakah client masuk ke jaringan yang tepat.
Tahap ini seperti memastikan siswa sudah sampai ke gerbang sekolah. Kalau gerbang saja belum ketemu, jangan dulu menyalahkan internet.
Langkah Praktik 3: Ping IP Internet dari MikroTik
Masuk ke terminal MikroTik, lalu jalankan:
/ping 1.1.1.1 count=4
atau:
/ping 8.8.8.8 count=4
Jika MikroTik bisa ping IP internet, berarti router punya jalur keluar.
Jika gagal, cek:
- IP di interface WAN;
- default route di menu IP - Routes;
- gateway dari ISP/router utama;
- kabel atau koneksi ke router atas;
- apakah upstream memang memberi akses internet.
Langkah Praktik 4: Ping Domain dari MikroTik
Sekarang uji DNS dari MikroTik:
/ping mikrotik.com count=4
Jika ping ke `1.1.1.1` berhasil tetapi ping ke `mikrotik.com` gagal, kemungkinan besar masalah ada di DNS.
Cek konfigurasi DNS:
/ip dns print
Pastikan ada DNS server yang valid. Jika MikroTik dijadikan DNS untuk client, biasanya `allow-remote-requests=yes` dipakai agar client LAN boleh bertanya DNS ke router.
Catatan penting: fitur ini harus dikombinasikan dengan firewall yang benar agar DNS router tidak terbuka untuk internet publik.
Langkah Praktik 5: Ping IP Internet dari Client
Dari client, jalankan:
ping 1.1.1.1
Kemungkinan hasilnya:
- berhasil: jalur client ke luar sudah ada;
- gagal, padahal MikroTik bisa ping internet: cek gateway client, firewall, dan NAT;
- gagal juga dari MikroTik: masalah ada di router atau koneksi upstream.
Jika jaringan LAN memakai IP private seperti `192.168.x.x`, client biasanya butuh NAT masquerade agar bisa mengakses internet melalui MikroTik. Materi NAT dibahas terpisah supaya siswa tidak mencampur semua konsep sekaligus.
Langkah Praktik 6: Ping Domain dari Client
Dari client:
ping mikrotik.com
Jika ping IP internet berhasil tetapi ping domain gagal, fokuskan pemeriksaan ke DNS client.
Cek lagi:
- DNS Server yang diterima client;
- konfigurasi DNS di MikroTik;
- DHCP Network bagian DNS Servers;
- apakah client masih menyimpan konfigurasi lama.
Pada Windows, refresh konfigurasi DHCP bisa dicoba dengan:
ipconfig /release ipconfig /renew
Langkah Praktik 7: Gunakan Traceroute
Traceroute membantu melihat jalur paket. Di MikroTik:
/tool traceroute 1.1.1.1
atau:
/tool traceroute mikrotik.com
Di Windows:
tracert 1.1.1.1
Baca hasilnya secara sederhana:
- hop pertama biasanya gateway terdekat;
- jika berhenti di gateway LAN, cek routing/NAT/firewall MikroTik;
- jika berhenti setelah router utama/ISP, kemungkinan masalah di jalur upstream;
- jika beberapa hop menampilkan timeout tetapi tujuan akhir tetap berhasil, belum tentu ada masalah besar. Beberapa perangkat memang tidak membalas paket traceroute.
Jangan langsung panik hanya karena ada tanda `* * *` di tengah traceroute. Yang penting lihat apakah tujuan akhirnya tercapai dan bandingkan dengan hasil ping.
Verifikasi Akhir
Gunakan checklist berikut:
- client mendapat IP, subnet, gateway, dan DNS yang benar;
- client bisa ping gateway LAN;
- MikroTik bisa ping IP internet;
- MikroTik bisa ping domain;
- client bisa ping IP internet;
- client bisa ping domain;
- traceroute menunjukkan jalur yang masuk akal.
Jika semua berhasil, koneksi dasar sudah sehat.
Troubleshooting Cepat
| Gejala | Kemungkinan Penyebab | Pemeriksaan |
|---|---|---|
| Client mendapat IP `169.254.x.x` | DHCP belum berjalan atau client tidak terhubung ke LAN yang benar | Cek DHCP Server, kabel, switch, WiFi, dan lease |
| Client tidak bisa ping gateway | IP/subnet salah, interface LAN mati, atau salah jaringan | Cek IP client, IP router LAN, dan interface |
| MikroTik tidak bisa ping `1.1.1.1` | Router belum punya jalur internet | Cek IP WAN dan default route |
| MikroTik bisa ping IP, tetapi gagal ping domain | DNS router bermasalah | Cek `/ip dns print` |
| Client bisa ping IP, tetapi gagal ping domain | DNS client salah atau belum update dari DHCP | Cek DNS client dan DHCP Network |
| MikroTik bisa internet, client tidak bisa internet | Gateway client, NAT, atau firewall bermasalah | Cek DHCP, route, firewall, dan NAT masquerade |
Catatan Keamanan
- Jangan membuka DNS router ke internet publik tanpa firewall yang membatasi akses dari WAN.
- Jangan asal mematikan firewall hanya karena ping gagal. Cari dulu bagian yang benar-benar bermasalah.
- Gunakan alamat uji yang wajar dan jangan melakukan flood ping ke target publik.
- Di jaringan produksi, dokumentasikan hasil perubahan dan jangan mengubah konfigurasi saat jam sibuk kecuali darurat.
Kesimpulan
Ping dan traceroute adalah alat kecil, tetapi sangat penting untuk teknisi jaringan. Dengan urutan pengujian yang benar, siswa bisa membedakan masalah lokal, gateway, DNS, routing, NAT, atau koneksi upstream.
Kuncinya: uji dari yang paling dekat dulu. Mulai dari client ke gateway, lalu router ke internet, lalu DNS, baru lanjut ke client menuju internet.
Materi terkait
- Mikrotik : DNS dan Default Gateway Dasar
- Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
- Mikrotik : Mengecek Lease DHCP Server
- Mikrotik : Memberikan IP Address pada Interface