Mikrotik : DHCP Client untuk Interface WAN
DHCP Client untuk interface WAN adalah cara agar router MikroTik mendapatkan alamat IP dari modem, router ISP, atau jaringan upstream secara otomatis.
Kalau DHCP Server di LAN tugasnya membagikan alamat ke client, maka DHCP Client di WAN tugasnya meminta alamat ke jaringan di atas router kita. Ibarat bengkel yang punya pintu depan dan pintu belakang: LAN adalah area kerja internal, sedangkan WAN adalah gerbang keluar ke jalan raya. Supaya gerbang itu bisa dipakai, MikroTik perlu tahu "alamat rumahnya", "gerbang keluar", dan "papan petunjuk DNS" dari sisi ISP.
Materi ini melanjutkan praktik Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet. NAT membuat client LAN bisa memakai alamat WAN router, sedangkan DHCP Client memastikan interface WAN router punya IP, default route, dan DNS dari upstream.
Tujuan
Setelah praktik ini, kamu diharapkan bisa:
- memahami fungsi DHCP Client pada interface WAN
- memasang DHCP Client di interface yang mengarah ke modem/ISP
- membaca status DHCP Client seperti bound dan searching
- mengecek IP WAN, default route, DNS, dan koneksi internet dari router
- membedakan masalah DHCP Client, NAT, DNS, dan kabel/interface
Kapan Dipakai di Dunia Nyata
Di jaringan rumah, lab sekolah, kantor kecil, toko, atau cabang kecil, MikroTik sering dipasang di belakang modem ISP. Biasanya modem atau router upstream sudah menyediakan DHCP. Dalam kondisi seperti itu, sisi WAN MikroTik tidak perlu diisi IP manual. Router cukup menjadi DHCP Client.
Pola ini juga umum dipakai di lab industri karena cepat untuk provisioning. Teknisi tinggal colok kabel WAN ke jaringan upstream, lalu router otomatis mendapat IP, gateway, dan DNS. Setelah itu baru LAN, NAT, firewall, monitoring, dan layanan lain dirapikan.
Gambaran Topologi
Contoh topologi sederhana:
Internet/ISP
|
[Modem atau Router ISP]
|
ether1-WAN MikroTik ether2/bridge-LAN
| |
| Client LAN
Contoh penamaan interface:
- ether1-WAN mengarah ke modem/ISP
- bridge-LAN atau ether2-LAN mengarah ke client lokal
Kalau di lab kamu nama interface masih ether1 dan ether2, tidak masalah. Yang penting jangan sampai tertukar antara interface WAN dan LAN.
Kebutuhan Awal
Sebelum mulai, pastikan:
- kabel dari modem/ISP/upstream sudah masuk ke interface WAN MikroTik
- interface WAN tidak dimasukkan ke bridge LAN
- interface LAN sudah punya IP dan DHCP Server jika ingin client otomatis mendapat IP
- NAT masquerade sudah disiapkan jika client LAN ingin internet
- kamu punya akses Winbox, WebFig, atau terminal ke MikroTik
Contoh materi prasyarat:
- Mikrotik : Merubah Nama Interface
- Mikrotik : Memberikan IP Address pada Interface
- Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
- Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet
Konsep Singkat
DHCP Client pada RouterOS dapat menerima beberapa informasi dari DHCP Server upstream, antara lain:
- IP address dan subnet mask untuk interface WAN
- gateway atau default route agar router tahu jalan keluar
- DNS server yang bisa dipakai router
- informasi lease, yaitu masa berlaku pinjaman alamat IP
Analoginya seperti kendaraan masuk ke area parkir besar. Pos satpam memberi nomor parkir, jalur keluar, dan papan petunjuk. Selama masa parkir masih berlaku, kendaraan boleh memakai tempat itu. Kalau lease habis atau DHCP Client dimatikan, alamat dan rute dinamis dari DHCP bisa ikut hilang.
Langkah 1: Cek Interface WAN
Lewat terminal:
/interface print
Pastikan interface WAN aktif dan sesuai kabelnya. Kalau sudah memakai nama yang rapi, contoh hasilnya bisa seperti ini:
ether1-WAN bridge-LAN
Kalau belum direname, kamu boleh tetap memakai ether1 untuk praktik awal.
Langkah 2: Tambahkan DHCP Client di WAN
Lewat Winbox atau WebFig
Langkahnya:
- buka menu IP -> DHCP Client
- klik tombol +
- pilih interface WAN, misalnya ether1-WAN atau ether1
- centang atau biarkan aktif Use Peer DNS jika ingin DNS dari modem/ISP ikut dipakai
- pastikan Add Default Route aktif jika router ini memang memakai jalur WAN tersebut sebagai jalan keluar utama
- klik OK
Lewat Terminal
Jika interface WAN bernama ether1-WAN:
/ip dhcp-client add interface=ether1-WAN disabled=no add-default-route=yes use-peer-dns=yes comment="WAN dari modem/ISP"
Jika interface WAN masih bernama ether1:
/ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no add-default-route=yes use-peer-dns=yes comment="WAN dari modem/ISP"
Keterangan penting:
- add-default-route=yes berarti MikroTik akan memasang default route dari informasi DHCP upstream
- use-peer-dns=yes berarti MikroTik menerima DNS dari DHCP upstream
- disabled=no berarti DHCP Client langsung aktif
Langkah 3: Cek Status DHCP Client
Gunakan:
/ip dhcp-client print detail
Status yang diharapkan:
status=bound address=192.168.1.10/24 gateway=192.168.1.1 primary-dns=192.168.1.1
Arti singkatnya:
- bound berarti DHCP Client berhasil mendapat lease
- address adalah IP yang dipakai interface WAN
- gateway adalah jalan keluar menuju jaringan upstream
- primary-dns dan secondary-dns adalah DNS yang diterima dari upstream
Kalau status masih searching, router sedang mencari DHCP Server tetapi belum mendapat jawaban.
Langkah 4: Cek IP Address WAN
Gunakan:
/ip address print
Cari IP dinamis pada interface WAN. Biasanya ada flag dinamis atau tampil sebagai alamat yang didapat otomatis dari DHCP Client.
Contoh:
192.168.1.10/24 interface=ether1-WAN
Catatan: kalau IP WAN yang didapat adalah 192.168.x.x, 10.x.x.x, atau 172.16-31.x.x, berarti MikroTik berada di belakang router/modem lain. Ini umum di lab dan rumah, tetapi berarti ada kemungkinan double NAT.
Langkah 5: Cek Default Route
Gunakan:
/ip route print
Cari route tujuan:
0.0.0.0/0
Jika route dari DHCP aktif, router punya jalan keluar default. Di RouterOS, default route adalah rute yang dipakai saat tujuan tidak cocok dengan rute lain yang lebih spesifik.
Contoh sederhana:
DAd 0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1
Huruf D biasanya menandakan route dinamis, dan gateway-nya berasal dari DHCP upstream.
Langkah 6: Cek DNS Router
Gunakan:
/ip dns print
Jika use-peer-dns=yes, DNS dari upstream bisa muncul sebagai dynamic server.
Kalau ingin memakai DNS manual, misalnya DNS lab atau DNS publik yang ditentukan admin, kamu bisa mematikan penggunaan DNS dari peer:
/ip dhcp-client set [find interface=ether1-WAN] use-peer-dns=no /ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8
Sesuaikan interface=ether1-WAN dengan nama interface di router kamu.
Langkah 7: Verifikasi Internet dari Router
Cek koneksi ke IP publik:
/ping 8.8.8.8
Kalau berhasil, cek DNS:
/ping google.com
Makna hasil:
- ping ke 8.8.8.8 berhasil, ping domain gagal: kemungkinan masalah DNS
- ping ke 8.8.8.8 gagal: cek DHCP Client, default route, kabel WAN, firewall, atau modem upstream
- router bisa ping internet, client LAN belum bisa: cek NAT masquerade, gateway client, DNS client, dan firewall forward
Troubleshooting
Status DHCP Client searching terus
Kemungkinan penyebab:
- kabel WAN belum tersambung benar
- interface yang dipilih salah
- modem/ISP tidak menyediakan DHCP
- upstream memakai PPPoE atau static IP, bukan DHCP
- modem membatasi berdasarkan MAC address
- interface WAN masuk bridge LAN sehingga topologi jadi kacau
Yang bisa dicek:
/interface print /ip dhcp-client print detail /log print where message~"dhcp"
Status bound, tapi router belum bisa internet
Cek urut:
- apakah ada default route 0.0.0.0/0
- apakah gateway dari DHCP bisa diping
- apakah DNS valid
- apakah ada firewall input/output yang terlalu ketat
- apakah upstream benar-benar punya internet
Perintah bantu:
/ip route print /ping 192.168.1.1 /ping 8.8.8.8 /ping google.com
Ganti 192.168.1.1 dengan gateway yang diterima dari DHCP Client.
Router bisa internet, client LAN belum bisa
Ini biasanya bukan masalah DHCP Client WAN lagi. Cek:
- DHCP Server LAN membagikan gateway yang benar
- DNS client LAN benar
- NAT masquerade mengarah ke interface WAN yang benar
- firewall forward tidak memblokir trafik LAN ke WAN
Contoh cek NAT:
/ip firewall nat print stats
Ada dua default route
Kalau sebelumnya kamu sudah membuat default route manual, lalu DHCP Client juga menambahkan default route, bisa muncul dua jalur keluar. Untuk lab dasar, lebih rapi gunakan salah satu.
Kalau ingin DHCP Client tidak menambah default route:
/ip dhcp-client set [find interface=ether1-WAN] add-default-route=no
Lalu pastikan default route manual memang benar.
Catatan Keamanan
Interface WAN adalah sisi yang menghadap jaringan luar. Perlakukan seperti pintu depan bengkel yang langsung terlihat dari jalan.
Praktik aman:
- jangan jadikan interface WAN sebagai port LAN biasa
- jangan jalankan DHCP Server LAN di interface WAN
- jangan membuka Winbox, SSH, WebFig, atau service admin lain dari WAN tanpa firewall yang jelas
- pertahankan firewall dasar, terutama untuk chain input
- kalau memakai default configuration MikroTik, pahami dulu sebelum menghapusnya
DHCP Client hanya membantu router mendapat identitas jaringan dari upstream. Ia bukan pengganti firewall.
Kesimpulan
DHCP Client untuk interface WAN adalah langkah penting sebelum router dan client LAN bisa keluar ke internet. Dengan DHCP Client, MikroTik bisa otomatis menerima IP WAN, gateway, dan DNS dari modem/ISP. Setelah statusnya bound, lanjutkan verifikasi route, DNS, NAT, dan koneksi client.
Urutan pikirnya sederhana: WAN harus punya alamat dulu, router harus tahu gerbang keluar, lalu NAT membantu client LAN memakai jalur tersebut.
Materi terkait
- Mikrotik : Merubah Nama Interface
- Mikrotik : Memberikan IP Address pada Interface
- Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
- Mikrotik : DNS dan Default Gateway Dasar
- Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet
- Mikrotik : Praktikum Cek NAT Masquerade dengan Counter dan Torch