Mikrotik : Praktikum Cek Client WiFi dengan Registration Table
Mikrotik : Praktikum Cek Client WiFi dengan Registration Table
Tujuan
Setelah praktik ini, kamu diharapkan bisa:
- mengecek apakah client benar-benar sudah tersambung ke WiFi MikroTik;
- membaca informasi dasar di registration table, seperti MAC address, uptime, signal, dan jenis autentikasi;
- menghubungkan data client WiFi dengan DHCP lease dan bridge host;
- membedakan masalah WiFi, DHCP, bridge, NAT, atau DNS saat client tidak bisa internet.
Konteks nyata
Di lab sekolah, kadang ada siswa bilang, "Pak, WiFi sudah connect tapi internet tidak jalan." Kalau langsung menebak password, kabel WAN, atau DNS, troubleshooting bisa muter-muter.
Di MikroTik, registration table membantu kita melihat dulu: client itu benar-benar masuk ke access point atau belum. Kalau belum muncul di tabel ini, masalahnya masih di sisi WiFi. Kalau sudah muncul tetapi tidak dapat IP, barulah kita cek bridge dan DHCP.
Analogi sederhana
Bayangkan WiFi MikroTik seperti pintu masuk lab. Registration table itu seperti buku tamu di meja piket.
- Kalau nama siswa belum ada di buku tamu, berarti dia belum benar-benar masuk ke lab.
- Kalau namanya sudah ada, kita bisa lanjut cek apakah dia sudah dapat meja, alat praktik, dan akses jaringan.
- Kalau sinyalnya lemah, mirip siswa yang berdiri terlalu jauh dari pintu sampai komunikasi dengan petugas tidak jelas.
Prasyarat
Sebelum praktik, pastikan kamu sudah punya:
- Router MikroTik dengan WiFi aktif sebagai AP.
- SSID dan password sudah dibuat.
- Interface WiFi sudah dimasukkan ke bridge LAN, misalnya `bridge-LAN`.
- DHCP Server LAN sudah berjalan di bridge LAN.
- Minimal satu HP/laptop untuk mencoba konek WiFi.
Materi ini adalah pendamping dari Mikrotik : Wireless/AP Dasar.
Topologi contoh
Contoh skenario lab:
- `ether1-WAN` terhubung ke modem/internet.
- `bridge-LAN` berisi `ether2-LAN`, `ether3-LAN`, dan interface WiFi.
- IP LAN router: `192.168.10.1/24`.
- DHCP LAN membagikan IP `192.168.10.100-192.168.10.200`.
- SSID contoh: `LAB-TKJ`.
Sesuaikan nama interface dan IP dengan router masing-masing.
Praktik 1: Cek interface WiFi berjalan
Pertama, pastikan interface WiFi tidak disable dan statusnya berjalan.
Untuk RouterOS 7 dengan menu WiFi baru:
/interface/wifi/print
Untuk perangkat yang masih memakai menu wireless lama:
/interface/wireless/print
Yang dicek:
- interface tidak `disabled`;
- mode AP sudah sesuai, misalnya `ap`;
- SSID sesuai dengan yang dicari client;
- country/regulatory domain sudah benar;
- security memakai WPA2/WPA3 sesuai kemampuan perangkat.
Kalau interface WiFi belum aktif, client tidak akan muncul di registration table.
Praktik 2: Connect client ke SSID
Sekarang hubungkan HP atau laptop ke SSID lab, misalnya `LAB-TKJ`.
Saat memasukkan password, jangan hanya melihat tulisan "tersimpan" di HP. Pastikan statusnya benar-benar connected atau terhubung.
Kalau HP terus meminta password ulang, biasanya masalahnya ada di password, mode keamanan, atau client tidak cocok dengan pengaturan WiFi.
Praktik 3: Cek registration table
Setelah client tersambung, cek registration table.
Untuk RouterOS 7 dengan menu WiFi baru:
/interface/wifi/registration-table/print
Untuk menu wireless lama:
/interface/wireless/registration-table/print
Contoh hasil yang mungkin terlihat:
Flags: A - AUTHORIZED
Columns: INTERFACE, SSID, MAC-ADDRESS, UPTIME, SIGNAL, AUTH-TYPE
# INTERFACE SSID MAC-ADDRESS UPTIME SIGNAL AUTH-TYPE
0 A wifi1 LAB-TKJ AA:BB:CC:11:22:33 2m15s -58 wpa2-psk
Penjelasan kolom penting:
- `INTERFACE`: interface WiFi tempat client masuk.
- `SSID`: nama WiFi yang dipakai client.
- `MAC-ADDRESS`: alamat perangkat client.
- `UPTIME`: lama client tersambung.
- `SIGNAL`: kekuatan sinyal client dalam dBm.
- `AUTH-TYPE`: jenis keamanan yang dipakai, misalnya WPA2-PSK.
Praktik 4: Baca kualitas sinyal
Nilai signal biasanya berbentuk angka negatif, misalnya `-45`, `-60`, atau `-82`.
Patokan sederhana untuk lab:
- sekitar `-40` sampai `-60` dBm: bagus;
- sekitar `-61` sampai `-70` dBm: masih cukup;
- sekitar `-71` sampai `-80` dBm: mulai lemah;
- di bawah `-80` dBm: rawan putus, lambat, atau sulit login.
Jangan jadikan angka ini sebagai hukum mutlak, karena kualitas WiFi juga dipengaruhi interferensi, jarak, tembok, channel, dan kemampuan antena client.
Praktik 5: Cocokkan MAC client dengan DHCP lease
Kalau client sudah muncul di registration table, langkah berikutnya adalah cek apakah dia mendapat IP dari DHCP.
/ip/dhcp-server/lease/print
Kalau ingin mencari berdasarkan MAC address:
/ip/dhcp-server/lease/print where mac-address=AA:BB:CC:11:22:33
Yang dicari:
- client mendapat IP, misalnya `192.168.10.101`;
- status lease aktif;
- gateway dan DNS dari DHCP sudah sesuai.
Kalau client muncul di registration table tetapi tidak ada lease, kemungkinan WiFi belum masuk bridge LAN, DHCP Server salah interface, atau DHCP pool habis.
Praktik 6: Cek bridge host
Untuk memastikan MAC client terlihat di bridge LAN, cek bridge host.
/interface/bridge/host/print
Kalau ingin mencari MAC tertentu:
/interface/bridge/host/print where mac-address=AA:BB:CC:11:22:33
Jika MAC client WiFi muncul di bridge host, berarti sisi Layer 2 sudah terlihat oleh bridge. Ini membantu memastikan client WiFi memang masuk ke jaringan LAN yang sama.
Praktik 7: Uji koneksi dari client
Dari HP atau laptop client, cek urutan ini:
- lihat IP client, gateway, dan DNS;
- ping gateway LAN, misalnya `192.168.10.1`;
- ping IP internet, misalnya `8.8.8.8`;
- ping domain, misalnya `google.com`.
Urutan membaca hasil:
- Kalau ping gateway gagal, cek WiFi, bridge, IP client, dan DHCP.
- Kalau ping gateway berhasil tapi ping IP internet gagal, cek default route, DHCP Client WAN, NAT, dan firewall.
- Kalau ping IP internet berhasil tapi domain gagal, cek DNS router dan DNS yang dibagikan DHCP.
Troubleshooting
Client tidak muncul di registration table
Kemungkinan penyebab:
- SSID yang dipilih salah.
- Password WiFi salah.
- Interface WiFi masih disable.
- Mode belum sebagai AP.
- Security tidak cocok dengan perangkat client.
- Jarak terlalu jauh atau sinyal terlalu lemah.
- Country/frequency/channel tidak sesuai sehingga SSID tidak terlihat di perangkat tertentu.
Langkah cepat:
/interface/wifi/print
/interface/wifi/registration-table/print
Untuk menu lama:
/interface/wireless/print
/interface/wireless/registration-table/print
Client muncul, tetapi tidak dapat IP
Kemungkinan penyebab:
- interface WiFi belum dimasukkan ke `bridge-LAN`;
- DHCP Server masih berjalan di interface lama, bukan di bridge;
- DHCP pool habis;
- ada konflik IP;
- client menyimpan konfigurasi IP statis yang salah.
Cek cepat:
/interface/bridge/port/print
/ip/dhcp-server/print
/ip/dhcp-server/lease/print
Client dapat IP, tetapi internet tidak jalan
Cek urutan:
/ip/route/print
/ip/firewall/nat/print stats
/ip/dns/print
Lalu tes ping dari router:
/ping 8.8.8.8
/ping google.com
Kalau router sendiri tidak bisa internet, masalahnya bukan di WiFi client, tetapi di jalur WAN, default route, NAT, atau DNS.
Sinyal lemah atau koneksi sering putus
Yang bisa dicoba:
- dekatkan client ke AP saat pengujian awal;
- pindahkan AP dari dekat tembok tebal, rak besi, atau perangkat yang banyak interferensi;
- pakai SSID uji yang jelas agar tidak tertukar dengan AP lain;
- cek apakah banyak AP lain memakai channel yang sama;
- gunakan 5 GHz untuk jarak dekat yang ramai, dan 2.4 GHz untuk jangkauan lebih jauh bila perangkat mendukung.
Catatan keamanan
- Jangan memakai password WiFi yang terlalu pendek atau mudah ditebak.
- Untuk lab modern, utamakan WPA2-PSK atau WPA3 bila perangkat mendukung.
- Jangan menjadikan MAC filtering sebagai satu-satunya keamanan, karena MAC address bisa dipalsukan.
- Pisahkan WiFi tamu dari jaringan utama jika nanti lab sudah belajar VLAN atau guest network.
- Jangan membuka akses manajemen router dari WiFi siswa tanpa aturan firewall yang jelas.
- Matikan interface WiFi yang tidak dipakai agar permukaan serangan lebih kecil.
Kesimpulan
Registration table adalah titik awal yang sangat berguna saat mengecek WiFi MikroTik. Dari tabel ini kita bisa memastikan apakah client benar-benar sudah masuk ke AP, membaca MAC address, melihat kualitas sinyal, lalu melanjutkan pengecekan ke DHCP lease, bridge host, gateway, NAT, dan DNS.
Dengan urutan ini, troubleshooting WiFi tidak asal tebak. Kita mulai dari "apakah client sudah masuk pintu WiFi", lalu lanjut ke "apakah client sudah dapat alamat dan jalan keluar jaringan".
Materi terkait
- Mikrotik : Wireless/AP Dasar
- Mikrotik : Bridge LAN Dasar
- Mikrotik : DHCP Server untuk LAN
- Mikrotik : DNS dan Default Gateway Dasar
- Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet