Tambah materi MikroTik bridge LAN dasar
 
m Protected "Mikrotik : Bridge LAN Dasar": Proteksi artikel editorial WIKI TKJ ([Edit=Allow only administrators] (indefinite) [Move=Allow only administrators] (indefinite))
 
(No difference)

Latest revision as of 07:07, 17 July 2026

Bridge LAN dasar adalah konfigurasi untuk menggabungkan beberapa port LAN MikroTik menjadi satu jaringan Layer 2, mirip seperti switch kecil di dalam router.

Kalau IP address, DHCP Server, DNS, NAT, dan DHCP Client WAN sudah rapi, langkah berikutnya adalah membuat sisi LAN lebih enak dipakai. Di lab TKJ, biasanya satu router MikroTik tidak hanya melayani satu PC. Ada PC praktik, laptop guru, access point, atau switch tambahan. Bridge membuat beberapa port LAN berada dalam satu "ruangan jaringan" yang sama.

Analoginya seperti beberapa pintu kelas yang dibuka ke satu bengkel praktik. Siswa boleh masuk dari pintu ether2, ether3, atau ether4, tetapi semuanya tetap berada di area LAN yang sama. Yang penting, pintu ke jalan raya atau WAN jangan ikut dibuka ke bengkel, karena itu bisa membuat jaringan internal bercampur dengan jaringan luar.

Materi ini melanjutkan jalur dasar MikroTik setelah Mikrotik : DHCP Client untuk Interface WAN dan Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet. Fokusnya masih bridge LAN biasa, belum VLAN.

Tujuan

Setelah praktik ini, kamu diharapkan bisa:

  • memahami fungsi bridge pada MikroTik
  • membuat satu bridge LAN untuk beberapa port lokal
  • memindahkan IP LAN dan DHCP Server ke interface bridge
  • menambahkan port LAN ke bridge tanpa memasukkan port WAN
  • mengecek status bridge port dan hardware offload
  • menguji client dari beberapa port LAN mendapat jaringan yang sama
  • mengenali masalah umum seperti salah port, DHCP tidak jalan, dan loop kabel

Kapan Dipakai di Dunia Nyata

Bridge LAN dipakai hampir di semua instalasi MikroTik kecil sampai menengah: rumah, lab sekolah, kantor kecil, warung internet, toko, pos satpam, sampai cabang kecil perusahaan. Kebutuhan industrinya sederhana tetapi penting: port LAN harus bisa dipakai banyak perangkat tanpa membuat subnet baru untuk setiap colokan.

Di sisi operasional, bridge juga menjadi fondasi sebelum masuk ke topik yang lebih serius seperti access point, VLAN, hotspot, queue, dan monitoring trafik. Banyak engineer jaringan mulai dari bridge yang rapi dulu, baru setelah kebutuhan segmentasi muncul mereka lanjut ke VLAN.

Gambaran Topologi

Contoh topologi praktik:

Internet/ISP
    |
[Modem/Router ISP]
    |
ether1-WAN
[MikroTik]
bridge-LAN: ether2 + ether3 + ether4
    |          |        |
   PC Lab    Laptop   Switch/AP

Contoh rencana interface:

  • ether1-WAN mengarah ke modem, ISP, atau jaringan upstream
  • bridge-LAN menjadi interface utama LAN
  • ether2, ether3, dan ether4 menjadi anggota bridge LAN
  • IP LAN, DHCP Server LAN, dan gateway client berada di bridge-LAN, bukan di salah satu port fisik

Kebutuhan Awal

Sebelum mulai, pastikan:

  • kamu bisa login ke MikroTik lewat Winbox, WebFig, atau terminal
  • port WAN sudah jelas, misalnya ether1-WAN
  • port LAN yang akan digabung sudah jelas, misalnya ether2, ether3, dan ether4
  • konfigurasi IP LAN sebelumnya sudah kamu pahami
  • kalau praktik memakai router produksi, lakukan saat tidak mengganggu pengguna

Materi prasyarat yang disarankan:

Konsep Singkat

Bridge di RouterOS menghubungkan beberapa interface Ethernet-like agar perangkat di belakang port-port itu terasa berada di satu LAN. MikroTik menjelaskan bahwa untuk menggabungkan beberapa jaringan ke satu bridge, kita membuat interface bridge lalu menambahkan interface yang dibutuhkan sebagai port bridge.

Hal penting yang sering bikin bingung pemula: kalau port fisik sudah masuk bridge, konfigurasi IP LAN biasanya dipasang di interface bridge, bukan di port fisik. Jadi gateway client bukan lagi ether2, tetapi bridge-LAN.

Contoh sederhana:

/interface bridge add name=bridge-LAN
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether3
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-LAN

Di banyak perangkat MikroTik, bridge juga bisa memakai hardware offload. Artinya sebagian pekerjaan switching dikerjakan oleh switch chip, bukan selalu CPU. Untuk lab dasar, cukup tahu bahwa flag H pada bridge port adalah tanda bagus karena trafik LAN bisa lebih efisien.

Langkah 1: Cek Interface

Cek daftar interface:

/interface print

Pastikan kamu tahu port mana untuk WAN dan port mana untuk LAN. Contoh:

ether1-WAN
ether2
ether3
ether4

Catatan penting: jangan memasukkan ether1-WAN ke bridge LAN. WAN itu seperti gerbang keluar ke jalan raya, sedangkan bridge LAN adalah area bengkel internal.

Langkah 2: Buat Bridge LAN

Lewat Winbox atau WebFig

Langkahnya:

  1. buka menu Bridge
  2. pada tab Bridge, klik tombol +
  3. isi nama bridge, misalnya bridge-LAN
  4. biarkan mode default dulu, biasanya sudah memakai RSTP
  5. klik OK

Lewat Terminal

/interface bridge add name=bridge-LAN comment="Bridge untuk port LAN"

Cek hasilnya:

/interface bridge print

Langkah 3: Tambahkan Port LAN ke Bridge

Misalnya LAN memakai ether2, ether3, dan ether4:

/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether3
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether4

Kalau interface sudah diberi nama, sesuaikan:

/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether2-LAN
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether3-LAN

Cek bridge port:

/interface bridge port print

Yang diharapkan:

# INTERFACE   BRIDGE      HW
0 ether2      bridge-LAN  yes
1 ether3      bridge-LAN  yes
2 ether4      bridge-LAN  yes

Pada beberapa perangkat, output bisa menampilkan flag H untuk hardware offload. Kalau belum muncul, jangan langsung panik; jenis perangkat, konfigurasi, dan fitur yang aktif bisa memengaruhi hardware offload.

Langkah 4: Pindahkan IP LAN ke Bridge

Jika sebelumnya IP LAN dipasang di ether2, pindahkan ke bridge-LAN.

Cek IP address dulu:

/ip address print

Contoh jika IP masih di ether2:

192.168.10.1/24 interface=ether2

Ubah ke bridge:

/ip address set [find address="192.168.10.1/24"] interface=bridge-LAN

Kalau belum ada IP LAN, tambahkan:

/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-LAN comment="Gateway LAN"

Mulai sekarang, gateway client LAN adalah IP pada bridge-LAN.

Langkah 5: Arahkan DHCP Server ke Bridge

Jika DHCP Server sudah pernah dibuat pada ether2, ubah interface-nya ke bridge.

Cek DHCP Server:

/ip dhcp-server print

Ubah interface DHCP Server ke bridge-LAN:

/ip dhcp-server set [find] interface=bridge-LAN

Kalau router punya lebih dari satu DHCP Server, jangan pakai [find] begitu saja. Cari nama servernya dulu, lalu set berdasarkan nama:

/ip dhcp-server set [find name="dhcp-lan"] interface=bridge-LAN

Cek network DHCP:

/ip dhcp-server network print

Pastikan gateway mengarah ke IP bridge LAN, misalnya:

address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1

Langkah 6: Uji dari Beberapa Port LAN

Colok PC ke ether2, lalu cek apakah dapat IP DHCP. Setelah itu pindahkan ke ether3 atau ether4.

Di MikroTik, cek lease:

/ip dhcp-server lease print

Cek dari PC Windows:

ipconfig
ping 192.168.10.1
ping 8.8.8.8
ping google.com

Untuk Linux client:

ip addr
ping 192.168.10.1
ping 8.8.8.8
ping google.com

Makna hasil:

  • client dapat IP 192.168.10.x: DHCP LAN berjalan
  • ping ke 192.168.10.1 berhasil: client bisa menjangkau gateway bridge
  • ping ke 8.8.8.8 berhasil: jalur internet berbasis IP berjalan
  • ping domain berhasil: DNS juga berjalan

Langkah 7: Cek Host dan Bridge Port

Cek perangkat yang terlihat di bridge:

/interface bridge host print

Cek detail bridge port:

/interface bridge port print detail

Bridge host table mirip catatan satpam di pintu bengkel: perangkat dengan MAC address tertentu terlihat lewat port mana. Ini membantu saat mencari client yang pindah port atau kabel yang tertukar.

Troubleshooting

Client tidak mendapat IP DHCP

Kemungkinan penyebab:

  • DHCP Server masih mengarah ke port fisik lama, bukan bridge-LAN
  • IP LAN masih dipasang di ether2, bukan bridge-LAN
  • port yang dipakai client belum dimasukkan ke bridge
  • kabel atau NIC client bermasalah
  • DHCP Server disable

Cek cepat:

/ip address print
/ip dhcp-server print
/interface bridge port print
/ip dhcp-server lease print

Client dapat IP tapi tidak bisa internet

Kemungkinan penyebab:

  • NAT masquerade belum benar
  • DHCP Client WAN belum bound
  • default route belum ada
  • DNS belum benar
  • firewall forward terlalu ketat

Cek cepat:

/ip dhcp-client print detail
/ip route print
/ip firewall nat print
/ip dns print

Salah memasukkan WAN ke bridge

Gejalanya bisa aneh: client mendapat IP dari modem, DHCP LAN bentrok, atau jaringan luar masuk ke LAN. Solusinya, keluarkan port WAN dari bridge:

/interface bridge port remove [find interface=ether1-WAN]

Jika WAN masih bernama ether1:

/interface bridge port remove [find interface=ether1]

Setelah itu cek ulang DHCP Client WAN, IP LAN, DHCP Server LAN, dan NAT.

Jaringan tiba-tiba lambat atau putus-putus

Cek kemungkinan loop kabel. Loop terjadi ketika dua port LAN terhubung melingkar tanpa desain yang benar, misalnya ether2 ke switch, lalu dari switch kembali lagi ke ether3 pada router yang sama. Ini seperti membuat jalur kendaraan melingkar tanpa rambu; paket bisa berputar dan memenuhi jaringan.

Cek port dan traffic:

/interface bridge port print
/interface monitor-traffic ether2,ether3,ether4
/log print

Untuk lab dasar, hindari menghubungkan dua kabel dari switch yang sama ke bridge yang sama kecuali kamu memang sedang belajar STP, bonding, atau desain redundansi.

Catatan Keamanan

Beberapa hal yang perlu dijaga:

  • jangan gabungkan WAN ke bridge LAN kecuali benar-benar paham konsekuensinya
  • batasi akses admin MikroTik; jangan semua orang di LAN boleh login router
  • ganti password admin dan matikan service yang tidak dipakai pada materi lanjutan
  • jangan mematikan RSTP sembarangan saat ada banyak switch atau kemungkinan loop
  • untuk jaringan sekolah/kantor yang butuh pemisahan siswa, guru, tamu, dan perangkat admin, lanjutkan nanti ke VLAN, bukan membuat banyak bridge asal-asalan
  • sebelum mengubah bridge di jaringan produksi, siapkan akses cadangan karena salah memindahkan IP/port bisa membuat router tidak bisa diakses dari LAN

Ringkasan Perintah

Contoh konfigurasi ringkas untuk lab:

/interface bridge add name=bridge-LAN comment="Bridge untuk port LAN"
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether3
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether4
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-LAN comment="Gateway LAN"
/ip dhcp-server set [find name="dhcp-lan"] interface=bridge-LAN

Sesuaikan nama DHCP Server, IP network, dan nama interface dengan router kamu.

Kesimpulan

Bridge LAN adalah fondasi penting sebelum MikroTik dipakai untuk jaringan yang lebih ramai. Dengan bridge, beberapa port LAN bisa bekerja seperti satu switch internal, sementara IP gateway dan DHCP Server cukup ditempatkan di bridge-LAN.

Kunci praktiknya sederhana: pastikan port LAN masuk bridge, port WAN tetap di luar bridge, IP LAN berada di interface bridge, dan DHCP Server mengarah ke bridge. Setelah itu baru lanjut ke wireless/AP dasar, static route, firewall, hotspot, VLAN, dan queue.

Materi terkait

Referensi