Mikrotik : Praktikum Renew dan Release DHCP Client WAN
Tujuan
Setelah mengikuti praktikum ini, siswa diharapkan mampu:
- mengecek status DHCP Client pada interface WAN MikroTik;
- memahami kapan DHCP Client perlu di-renew atau di-release;
- membaca perubahan IP, gateway, DNS, dan route yang didapat dari modem/ISP;
- melakukan verifikasi koneksi internet setelah DHCP Client aktif kembali;
- mengenali masalah umum ketika DHCP Client WAN tidak mendapat status
bound.
Konteks nyata
Di lab TKJ atau jaringan kecil, MikroTik sering disambungkan ke modem ISP lewat port WAN, misalnya ether1-WAN. Pada kondisi normal, DHCP Client akan meminta alamat IP ke modem. Jika berhasil, statusnya menjadi bound dan router mendapat informasi penting seperti IP WAN, gateway, DNS, dan kadang route.
Masalah mulai terasa ketika internet tiba-tiba tidak jalan setelah kabel WAN dipindah, modem diganti, router dipakai bergantian di lab, atau IP dari modem belum diperbarui. Di situ teknisi tidak cukup hanya bilang "internet mati". Teknisi perlu mengecek apakah DHCP Client benar-benar mendapat lease, lalu mencoba renew atau release dengan urutan yang aman.
Analogi sederhana
Bayangkan DHCP Client WAN seperti siswa yang mengambil kartu akses di pos satpam sekolah.
boundberarti siswa sudah menerima kartu akses yang valid.renewseperti memperpanjang kartu akses sebelum dipakai lagi.releaseseperti mengembalikan kartu akses lama, lalu meminta kartu baru dari awal.
Kalau kartu akses belum keluar, siswa tidak bisa lewat gerbang. Begitu juga MikroTik: kalau DHCP Client WAN belum mendapat IP dan gateway, router belum punya jalan keluar yang benar ke internet.
Kebutuhan awal
Sebelum praktik, siapkan kondisi berikut:
- Router MikroTik sudah bisa diakses lewat Winbox, WebFig, atau terminal.
- Kabel dari modem/ISP masuk ke interface WAN, misalnya
ether1-WAN. - DHCP Client WAN sudah dibuat pada artikel sebelumnya: Mikrotik : DHCP Client untuk Interface WAN.
- Interface LAN dan client lab sudah siap, minimal untuk melakukan ping dari router.
- Jika router dipakai di jaringan produksi, catat konfigurasi lebih dulu dengan
/export file=sebelum-renew-dhcp-wan.
Langkah praktik
1. Cek daftar DHCP Client
Dari terminal MikroTik, jalankan:
/ip dhcp-client print
Contoh hasil yang sehat:
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# INTERFACE USE-PEER-DNS ADD-DEFAULT-ROUTE STATUS ADDRESS
0 ether1-WAN yes yes bound 192.168.100.23/24
Yang perlu diperhatikan:
INTERFACE: harus mengarah ke port WAN yang benar.STATUS: kondisi terbaik adalahbound.ADDRESS: IP yang diterima dari modem/ISP.ADD-DEFAULT-ROUTE: jikayes, MikroTik dapat menambahkan default route otomatis dari DHCP.USE-PEER-DNS: jikayes, DNS dari DHCP server akan dipakai router.
2. Lihat detail lease DHCP Client
Gunakan:
/ip dhcp-client print detail
Perhatikan bagian seperti:
status=bound address=192.168.100.23/24 gateway=192.168.100.1
primary-dns=192.168.100.1 expires-after=20h15m
Detail ini membantu menjawab pertanyaan penting:
- IP WAN yang diterima router berapa?
- Gateway dari modem/ISP berapa?
- DNS yang diterima router berapa?
- Lease masih berlaku berapa lama?
3. Renew DHCP Client WAN
renew dipakai untuk meminta pembaruan lease tanpa sengaja mematikan konfigurasi DHCP Client. Ini cocok dicoba ketika kabel WAN baru dipasang, modem baru selesai restart, atau router belum mendapat data terbaru dari DHCP server.
Jika DHCP Client WAN ada di nomor 0, jalankan:
/ip dhcp-client renew 0
Lalu cek lagi:
/ip dhcp-client print
Jika berhasil, status kembali menjadi bound.
4. Release DHCP Client WAN
release dipakai untuk melepas lease saat ini dan memulai proses DHCP lagi. Gunakan ini dengan hati-hati, karena koneksi internet bisa putus sebentar.
/ip dhcp-client release 0
Setelah itu tunggu beberapa detik, lalu cek:
/ip dhcp-client print detail
Jika DHCP server di sisi modem merespons, status akan kembali bound. Jika status berhenti di searching... atau requesting..., berarti router masih mencari atau menunggu jawaban dari DHCP server.
5. Cek route default dari DHCP
Setelah DHCP Client WAN bound, cek routing:
/ip route print where dst-address=0.0.0.0/0
Contoh yang diharapkan:
DAc dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.100.1
Jika route default dari DHCP tidak ada, router mungkin mendapat IP WAN tetapi belum punya jalur keluar ke internet.
6. Cek DNS router
Jika use-peer-dns=yes, cek DNS:
/ip dns print
Pastikan ada server DNS yang masuk. Kalau DNS kosong, ping ke IP publik bisa berhasil tetapi ping ke nama domain bisa gagal.
7. Uji koneksi dari router
Uji bertahap:
/ping 192.168.100.1 count=4
/ping 8.8.8.8 count=4
/ping google.com count=4
Ganti 192.168.100.1 dengan gateway yang benar dari hasil DHCP Client.
Urutan membaca hasil:
- Ping ke gateway berhasil: router bisa mencapai modem/ISP lokal.
- Ping ke
8.8.8.8berhasil: router punya jalur internet berbasis IP. - Ping ke domain berhasil: DNS router berfungsi.
Verifikasi
Praktikum dianggap berhasil jika:
/ip dhcp-client printmenunjukkan statusbound;/ip dhcp-client print detailmenampilkan address, gateway, dan lease time;/ip route print where dst-address=0.0.0.0/0menampilkan default route yang aktif;/ip dns printmenampilkan DNS jika memakaiuse-peer-dns=yes;- ping ke gateway, IP publik, dan domain berhasil sesuai urutan.
Troubleshooting
Status searching terus
Kemungkinan penyebab:
- kabel WAN belum masuk ke port yang benar;
- interface yang dipilih bukan interface WAN;
- modem/ISP tidak menjalankan DHCP server;
- port modem terkunci ke MAC address perangkat lama;
- interface MikroTik masih
disabled.
Cek cepat:
/interface print
/ip dhcp-client print detail
Jika baru mengganti router, coba restart modem agar modem melepas perangkat lama dan menerima MAC address MikroTik.
Status bound, tetapi internet belum jalan
Cek urutan ini:
/ip route print where dst-address=0.0.0.0/0
/ip firewall nat print
/ping 8.8.8.8 count=4
/ping google.com count=4
Jika router bisa ping internet tetapi client LAN tidak bisa, masalahnya mungkin bukan DHCP Client WAN, melainkan NAT masquerade, default gateway client, DNS client, atau firewall forward.
Ada dua default route
Jika ada lebih dari satu default route, router bisa bingung memilih jalur keluar. Cek:
/ip route print where dst-address=0.0.0.0/0
Perhatikan gateway, distance, dan tanda aktif. Untuk lab dasar, jangan asal menghapus route. Catat dulu route yang ada, lalu pastikan hanya route yang memang dibutuhkan yang aktif.
Renew tidak mengubah apa pun
Itu tidak selalu salah. Jika DHCP server masih memberi lease yang sama, IP WAN bisa tetap sama. Yang penting status tetap bound, gateway benar, dan koneksi lolos uji ping.
Release membuat internet putus sementara
Ini normal. Saat lease dilepas, router perlu meminta IP lagi. Jangan menjalankan release berkali-kali di jaringan produksi tanpa alasan jelas, karena bisa mengganggu pengguna.
Catatan keamanan
- Interface WAN adalah sisi yang menghadap modem/ISP atau jaringan luar. Jangan membuka akses administrasi router dari WAN tanpa firewall yang jelas.
- Jangan asal mengaktifkan service seperti Winbox, SSH, atau WebFig untuk semua alamat di sisi WAN.
- Simpan hasil
/exportsebelum praktik jika router dipakai bersama banyak siswa. - Saat melihat log atau detail koneksi, jangan membagikan IP publik, identitas jaringan, atau data pelanggan secara sembarangan.
renewrelatif aman untuk lab, tetapireleasetetap bisa memutus koneksi sementara.
Kesimpulan
DHCP Client WAN bukan hanya tombol agar router mendapat IP otomatis. Teknisi perlu bisa membaca statusnya, tahu kapan memakai renew, kapan memakai release, lalu memverifikasi IP, gateway, DNS, route, dan ping.
Dengan urutan cek yang rapi, siswa bisa membedakan masalah DHCP WAN, route, DNS, NAT, dan firewall. Ini kebiasaan troubleshooting yang penting sebelum masuk ke materi MikroTik berikutnya seperti bridge LAN, firewall filter, dan static route.
Materi terkait
- Mikrotik : DHCP Client untuk Interface WAN
- Mikrotik : NAT Masquerade agar Client Bisa Internet
- Mikrotik : Praktikum Cek NAT Masquerade dengan Counter dan Torch
- Mikrotik : DNS dan Default Gateway Dasar
- Mikrotik : Praktikum Ping dan Traceroute untuk Cek Gateway dan DNS